AYO BACA : Kantor Wali Kota Jakut Sediakan Dua Botol Cairan Antiseptik di Dekat LiftAYO BACA : Ketua DPRD Jakarta Desak Pemprov Batalkan Formula E
JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Kementerian Kesehatan menegaskan isolasi yang dilakukan terhadap 2 pasien positif corona adalah isolasi fisik, bukan sosial. Sekretaris Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Setditjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto menegaskan, tidak ada larangan bagi mereka yang diisolasi bermain handphone atau media sosial.
"Bahwa isolasi ini adalah isolasi fisik, agar tidak terjadi kontak dengan orang lain. Bukan isolasi sosial," ujar Yuri di Kemenkes, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020).
Pelajaran ini didapat Yuri dan Kemenkes setelah menangani observasi 14 hari WNI asal Wuhan di Natuna, Kepulauan Riau. Banyak orang tua yang mengaku kehilangan kontak setelah anaknya tiba di tanah air.
Hilangnya kontak saat para WNI tiba di Natuna karena mereka tidak memiliki kartu perdana wilayah Indonesia. Sebab itu, pemerintah dalam karantina saat itu mencarikan kartu perdana untuk para WNI dari Wuhan, China tersebut. Itu dilakukan untuk tetap menjaga komunikasi dengan keluarga.
Langkah itu juga sudah dilakukan Kemenkes untuk para ABK yang dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess dan World Dream.
"Karena itu pembelajaran juga bagi PR kita sehingga ABK yang sekarang di sebaru, datang langsung kita kasih GSM Indonesia," tutupnya.
Dua warga Depok, Jawa Barat, dipastikan positif virus corona Covid-19 dan menjalani perawatan di ruang isolasi RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso. Setelahnya publik dihebohkan dengan curhatan pasien lewat media sosial WhatsApp. Atas hal itulah, Kemenkes memberikan tujuan isolasi pasien positif corona tersebut.
AYO BACA : Awas, Timbun Masker Demi Keuntungan Haram Hukumnya!
Share this article
Kementerian Kesehatan menegaskan isolasi yang dilakukan terhadap 2 pasien positif corona adalah isolasi fisik, bukan sosial. Sekretaris Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Setditjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto menegaskan, tidak ada larangan bagi mereka yang diisolasi bermain handphone atau media sosial.