PULO GADUNG, AYOJAKARTA.COM - Perayaan tahun baru identik dengan kemeriahan dan pesta, namun pada tahun ini berbeda. Pasalnya, masa pandemi Covid-19 hampir satu tahun ini belum selesai dan masih memakan banyak korban.
Untuk itu, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur bersiaga dalam upaya mencegah konvoi massa pada malam pergantian tahun baru 2021 nanti.
"Untuk antisipasi adanya konvoi saat malam pergantian tahun, kami bakal mengerahkan 230 personel serta 16 mobil derek," ujar Kasi Pengawasan Sudinhub Jakarta Timur, Riky Erwinda, dikutip beritajakarta.id, Selasa (29/12/2020).
Riky menjelaskan, 230 personel itu akan dibagi dua shift pengamanan. Shift pertama dimulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, dan shift kedua pukul 13.00 hingga pukul 24.00 WIB.
"Mereka disiagakan antara lain di Exit Toll Cawang, Cililitan, Kebon Nanas dan kawasan Kanal Banjir Timur serta sejumlah titik lain," imbuhnya.
Sementara itu, 16 mobil derek yang disiagakan sebagai antisipasi adanya kendaraan yang mogok atau parkir sembarangan yang dapat memicu kemacetan.
AYO BACA : Jalan Sudirman-Thamrin Batal Tutup saat Malam Tahun Baru
Diketahui, Pemprov DKI meniadakan perayaan Tahun Baru 2021. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menegaskan, tidak akan ada pengerahan massa dan konser seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Tidak ada pengerahan massa seperti tahun-tahun sebelumnya, konser musik konser budaya, tari-tarian, nyanyi-nyanyian sebagainya, tahun ini tidak ada lagi," ujar Riza, Senin (16/12/2020) lalu.
Keputusan ini diambil lantaran Jakarta masih dalam situasi pandemi Covid-19. Riza mengatakan segala kegiatan yang menimbulkan kerumunan, termasuk perayaan kembang api dilarang.
"Kalau selama masih ada covid kita tidak diperkenankan kegiatan apapun yang menimbulkan kerumunan dan menyebarkan virus," tegasnya.
Pemprov DKI akan mencari format lain untuk perayaan tahun baru. Tanpa menimbulkan kerumunan. "Tahun baru ini, kita sedang mencari format yang baik, utamanya tidak ada kerumunan massa," kata Riza.
Menurutnya, liburan menjadi salah satu penyebab tingginya angka penularan Covid-19. Contohnya saat libur panjang sebelumnya yang menyebabkan kapasitas rumah sakit rujukan dan Wisma Atlet semakin sesak.
"Sementara menurut pemantauan dan pengecekan data di lapangan, salah satu peningkatan beberapa hari ini karena disebabkan libur panjang dua minggu lalu dan ada peningkatan testing yang kita lakukan," kata politikus Gerindra ini.

Share this article
Riky menjelaskan, 230 personel itu akan dibagi dua shift pengamanan. Shift pertama dimulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, dan shift kedua pukul 13.00 hingga pukul 24.00 WIB.