JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sekolah tingkat dasar di wilayah Jakarta Timur dibuat resah dengan aksi pemerasan yan dilakukan oknum wartawan dan LSM gadungan. Seperti dialami SDN Jatinegara Kaum 14.
Kepala Sekolah SDN Jatinegara Kaum 14, Budi Mulyono menuturkan bahwa hampir setiap sekolah di wilayahnya kerap didatangi oleh oknum yang mengaku wartawan. Modusnya menuding ketidaksesuian bangunan sekolah.
"Pada dasarnya keresahan ini tidak dihadapi sama kita saja. Banyak sekolah mengalaminya. Komunikasi awalnya memang baik-baik saja. sebetulnya tujuannya cuma satu mungkin uang jalan atau bensin," tutur Budi di Jakarta, Selasa (21/1/2020).
Selain itu, dalih mereka adalah penyelewengan anggaran padahal tidak benar. Ujung-ujungnya mereka menekan pihak sekolah agar mengeluarkan uang.
"Kebanyakan menurut persepsi mereka penyalahgunaan anggaran sekolah. Apalagi kalau ditemukan contohnya ada kerusakan fasilatas sekolah. Kerusakan bangunan itu yang diekpose," ucap Budi.
Budi mengatakan, sebenarnya pihak sekolah terbuka dengan kritik apalagi jika itu demi kebaikan lingkungan sekolah.
"Kalau memang tujuannya mengkritik sekolah tidak apa-apa. Tapi kalau diarahkan untuk berita negatif. Sebetulnya tujuan beritanya bukan menyampaikan ke Dinas Pendidikan tapi intinya meras," ujar Budi.
Makanya karena tak mau ada keributan, terpaksa pihak sekolah memberi uang kepada oknum-oknum tersebut. "Pihak sekolah jadi merasa tidak nyaman. Jika mereka datang, tidak ditemui mereka makin mencari kesalahan dari sekolah karena dianggap menghindar," tutur Budi.
Salah satu guru, Swandika Rajabiyyuna Purbaya menceritakan, terkadang modus mereka menawarkan sejumlah barang untuk dibeli pihak sekolah.
"Menjual atribut seperti banner dan tabloid. Sekali menjual mereka bisa seharga hingga Rp 300 ribu," katanya.

Share this article
Kepala Sekolah SDN Jatinegara Kaum 14, Budi Mulyono menuturkan bahwa hampir setiap sekolah di wilayahnya kerap didatangi oleh oknum yang mengaku wartawan. Modusnya menuding ketidaksesuian bangunan sekolah.