PENJARINGAN, AYOJAKARTA.COM – Sejumlah petugas gabungan bersama warga melakukan simulasi Rukun Warga (RW) Tangguh dalam menghadapi bencana banjir, di RW 015, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara pada Selasa kemarin.
Dalam gelaran ini terdiri dari tiga bagian simulasi, yakni persiapan dalam menghadapi bencana, saat terjadi bencana, dan pascaterjadinya bencana.
Pada bagian persiapan, simulasi dimulai dengan Ketua RW 015, Ali Damanhuri menyaksikan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan melaporkan prakiraan cuaca kepada pengurus RW hingga RT.
Pada bagian kedua atau saat terjadi bencana, pengurus RT dan RW dan kader berkeliling kampung memberikan peringatan dini kepada warga genangan air mulai meninggi dan warga harus mulai dievakuasi.
Kemudian, pada bagian pasca bencana, petugas siap menyimulasikan apel warga dan petugas gabungan sebelum menggelar kerja bakti massal. Warga dan petugas gabungan berkolaborasi membersihkan sisa lumpur dan sampah yang berserakan di lingkungan.
Ketua RW 015, Ali Damanhuri mengatakan, dengan adanya simulasi ini membuat warga semakin tergerak dan mengambil kesempatan untuk berperan bersama petugas gabungan untuk menangani bencana banjir.
AYO BACA : Semangatlah Pekerja Indonesia
“Alhamdulillah warga di sini memang sudah tergerak. Beberapa kali ada bencana pada tahun sebelumnya sudah siaga dan secara mandiri saling membantu satu sama lain. Mudah-mudahan tahun ini tidak terjadi banjir," ucapnya dilansir utara.jakarta.go.id, Selasa (1/12/2020).
Sementara itu, dalam menghadapi bencana banjir di masa pandemi Covid-19, Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim memastikan gelar Tangguh Bencana Banjir saat ini menaati protokol kesehatan yang ada.
“Sekarang ini masa pandemi Covid-19, Tenda pengungsian kita simulasi dengan adanya jaga jarak per keluarga dengan sekat. Pengungsian kita perbanyak. 1 sampai 2 lokasi pengungsian asumsinya sesuai dengan jumlah pengungsi,” ujar Ali.
Untuk menghindari kerumunan, dipastikannya posko pengungsian diperbanyak sesuai jumlah asumsi pengungsi. Pembatasan antar keluarga dalam pengungsian pun diatur sehingga tidak terjadi kerumunan yang dapat menimbulkan penyebaran Covid-19.
“Tenda pengungsian kita simulasi tadi dengan adanya jaga jarak per keluarga dengan sekat. Pengungsian kami perbanyak. 1 hingga 2 lokasi pengungsian asumsinya sesuai dengan jumlah pengungsi,” pungkasnya.
AYO BACA : Pengembangan Aset untuk Industri 4.0 Perlu Disiapkan

Share this article
“Alhamdulillah warga di sini memang sudah tergerak. Beberapa kali ada bencana pada tahun sebelumnya sudah siaga dan secara mandiri saling membantu satu sama lain. Mudah-mudahan tahun ini tidak terjadi banjir," ucapnya dilansir utara.jakarta.go.id, Selasa (1/12/2020).