AYOJAKARTA.COM -- Setelah berakhir Ramadan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri, umat muslim masih bisa mencari pahala dengan puasa Syawal 1444 H.
Ibadah puasa Syawal 1444 H sendiri merupakan sunnah alias tidak wajib namun akan lebih baik jika dikerjakan.
Pahala dari puasa Syawal 1444 H sendiri akan dilipat gandakan oleh Allah SWT jika dilaksanakan.
Baca Juga: Gampang Banget! Resep Rendang Daging Bumbu Jawa untuk Lebaran Ala Devina Hermawan, Gurih dan Nikmat!
Lalu, kapan bisa mulai puasa Syawal? Simak langsung selengkapnya penjelasan tentang sunnah yang satu ini.
Puasa Syawal disarankan untuk dilaksanakan minimal sehari setelah umat muslim Salat Idul Fitri.
Pahala besar pun akan menanti jika melaksanakan puasa Syawal sejak sehari setelah Salat Idul Fitri.
Namun, jika tak bisa melaksanakan di momen tersebut pun tak masalah, karena puasa Syawal selama enam hari tersebut dapat dilakukan kapan saja selama masih di bulan tersebut.
Kemudian, sangat dianjurkan untuk puasa Syawal dikerjakan selama enam hari berturut-turut.
Tapi, jika tidak dapat melakukan berurutan juga bukan jadi masalah buat umat muslim tersebut.
Lalu bagaimana dengan niat puasa Syawal? Dilansir dari website NU, berikut niat yang bisa dibaca saat malam jelang puasa.
Baca Juga: Jangan Terburu-buru! Ingin Resign Setelah Dapat THR? Pegawai Harus Pertimbangkan 2 Hal Penting Ini
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Yang artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal besok hari karena Allah SWT,”
Jika lupa untuk mengucap malam sebelum melaksanakan puasa Syawal, bisa baca bacaan niat ini saat siang hari selama belum batal.
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Baca Juga: Cara Edit Foto Lebaran Pakai Twibbon hingga Siap Dibagikan ke Media Sosial
Yang artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT,”
Itu tadi penjelasan tentang kapan mulai puasa Syawal 1444 H, lengkap dengan niat yang harus dibaca. ***

Share this article
Kapan sebenarnya bisa memulai puasa Syawal 1444 H? Pahalanya besar, siapa yang ingin melanjutkan kebaikan bulan Ramadan lewat puasa Syawal?