AYOJAKARTA.COM---Bagi umat muslim hari Jumat merupakan hari yang begitu istimewa.
Pasalnya, banyak amalan-amalan yang jika dikerjakan pada hari Jumat keberkahan dan pahalanya berlipat ganda.
Salah satu amalan yang paling istimewa di hari Jumat adalah ibadah sholat Jumat yang hanya dikerjakan bagi kaum laki-laki.
Namun meski sholat Jumat hanya bisa dilakukan oleh kaum laki-laki, kaum wanita juga bisa mengerjakan amalan lain pada hari Jumat.
Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Ungkap 3 Amalan Sunah Paling Utama di Hari Jumat, Baca Surah Al Kahfi Termasuk?
Seperti bersholawat, bersedekah, membaca surat al-kahfi dan masih banyak lagi.
Lantas bagaimanakah sebenarnya sejarah dari hari Jumat sendiri?
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @ngajigusbaha4 pada (30/12/2022), Gus Baha yang merupakan murid dari kyai kenamaan Maimoen Zubair menjelaskan tentang sejarah hari Jumat.
Gus Baha murid kyai Maimoen Zubair atau yang lebih akrab disapa Mbah Moen menuturkan jika sebetulnya Allah hanya membuat 5 hari.
“Sebetulnya hari yang dibuat Allah hanya ada lima, finishingnya itu Jumat, jadi semua yang sudah jadi dievaluasi ulang dan disempurnakan itu yang disebut Jami’,” jelas Gus Baha murid Mbah Moen.
“Jami’ itu evaluasi total, nah itu disebut Jami’,” lanjut Gus Baha.
Murid Mbah Moen tersebut kemudian menuturkan jika kata Jami’ itulah yang kemudian disebut Jumat.
“Kata Jami’ lalu disebut hari Jumat,” jelas Gus Baha.
Lebih lanjut murid dari almarhum Mbah Moen tersebut menjelaskan seperti berikut.
“Hari Jumat adalah hari keenam, tadi sudah enam ya Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat sudah enam kan? Setelah hari keenam Allah sudah tidak membuat apa-apa,” ujar Gus Baha murid Mbah Moen.
“Kata orang Yahudi, Allah capek lalu istirahat. Lalu disebut hari Sabat, Sabat itu hari apa Sabtu yakni istirahat,” imbuh Gus Baha.
Gus Baha murid Mbah Moen lantas menyebut itulah dasar kenapa kaum Yahudi libur bekerja di hari Sabtu.
Baca Juga: Nasehat Mbah Moen Ungkap Kebaikan yang Datang dari Seorang Perempuan: Meski Tidak Bisa Dipercaya
“Makanya orang Yahudi itu libur kerjanya pada hari Sabtu. Makanya kalau kalian menuntut libur pada hari Sabtu, itu seperti orang Yahudi,” ujar Gus Baha murid Mbah Moen.
“Makanya para kyai itu tidak mau kalau libur pada hari Sabtu,” imbuhnya.

Share this article
Begini sejarah dan penjelasan dari Gus Baha, murid Mbah Moen terkait keistimewaan hari Jumat dan hal yang bisa dilakukan