AYOJAKARTA.COM – Bulan Ramadan segera tiba, masih ada waktu bagi umat muslim untuk membayar hutang puasa sebelum Puasa Ramadan tiba.
Puasa pengganti atau puasa yang wajib ditunaikan bagi umat muslim yang pernah meninggalkan puasa di bulan Ramadan sebelumnya disebut Puasa Qadha Ramadan
Hukum dari Puasa Qadha Ramadan ialah wajib bagi umat muslim yang sudah baligh dan memiliki hutang puasa Ramadan di Bulan Ramadan sebelumnya.
Baca Juga: Rahasia Rezeki Lancar dan Bebas dari Utang, Cukup Amalkan 3 Wasiat dari Mbah Moen Ini di Waktu Subuh
Dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 184 disebutkan yang artinya:
"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana seluruh umat muslim diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Namun, di setiap Ramadhan ada saja beberapa golongan orang-orang tertentu tidak bisa melaksanakan puasanya secara penuh dalam satu bulan seperti halnya perempuan yang setiap bulan haid atau menstruasi, orang yang sakit dan tidak memungkinkan untuk berpuasa dan sebagainya.
Baca Juga: Kompolnas : Upaya Gerakan Bawah Tanah Ini Akan Berlanjut Sampai Ferdy Sambo Divonis Bebas?
Puasa Qadha Ramadan bisa dilaksanakan mulai dari bulan syawal hingga sebelum Puasa Ramadan berikutnya.
Tata cara Puasa Qadha Ramadan sama dengan puasa pada umumnya yaitu sebagai berikut:
1. Membaca niat Puasa Qadha Ramadhan
Niat puasa bisa dibaca mulai dari malam hari hingga sebelum waktu terbit fajar.
Rasulullah SAW pernah bersabda. “ Barangsiapa yang belum berniat (untuk puasa) di malam hari sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya. (HR Ad-Daru Quthni dan Al-Baihaqi).
Berikut Niat Puasa Qadha Ramadan:
“Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’I fardhi syahri Ramadana lillahi ta’ala”
Artinya :
“Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT.”
Sama seperti puasa pada umumnya, waktu berbuka ialah pada saat adzan maghrib berkumandang.
Berikut Niat berbuka Puasa Qadha Ramadan:
“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.”
Artinya:
“Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan. Semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.”
2. Puasa Qadha Ramadan dapat dilakukan secara berurutan maupun tidak berurutan
Puasa ini dapat dilakukan secara berturut-turut maupun tidak berurutan. Yang terpenting adalah jumlah puasa yang dilakukan harus sesuai dengan jumlah hutang puasa di Bulan Ramadan sebelumnya.
Rasullullah SAW pernah bersabda:
“Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185).
Dari Ibnu Umar Rasullullah SAW bersabda:
“Qadha (puasa) Ramadan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan.” (HR. Daruquthni dari Ibnu’ Umar)
Demikian penjelasan tentang hukum dan tata cara Puasa Qadha Ramadan. Semoga bermanfaat.***

Share this article
Masih berhutang puasa Qadha di bulan Ramadan? Berikut taa cara dan hukum puasa Qadha yang diajarkan Rasulullah SAW