GAMBIR, AYOJAKARTA - Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mulai membuka secara perlahan peribadatan dengan sistem offline atau tatap muka sejak 24 Agustus 2021 kemarin.
Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta, Rm. V. Adi Prasojo, Pr mengatakan, keputusan itu menyusul turunnya kasus aktif Covid-19 dan gencarnya vaksinasi di DKI Jakarta.
"Mulai 24 Agustus 2021 peribadatan tatap muka atau offline sudah bisa dijalankan di gereja-gereja Keuskupan Agung Jakarta," kata Adi dalam siaran YouTube KomsosKAJ yang dikutip Ayojakarta, Rabu (25/8/2021).
Peribadatan tatap muka mulai dilaksanakan baik dalam ibadah harian atau mingguan. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi para umat dan gereja-gereja di KAJ untuk ibadah tatap muka ini.
Pertama, soal kapasitas keterisian tempat duduk dalam gereja selama misa offline. Menurut Adi, gereja hanya boleh menerima 20 persen umat dari kapasitas.
"Juga dengan memperhatikan protokol kesehatan dan pedoman-pedoman yang telah dikeluarkan," tandasnya.
Selain mengurangi kapasitas, Adi berharap umat mendaftar dan hendak mengikuti misa di dalam gereja sudah mengikuti vaksinasi Covid-19.
"Dan menunjukkan buktinya dengan aplikasi PeduliLindungi atau memberikan surat keterangan dokter bagi mereka yang belum divaksin karena alasan kesehatan," ucap Adi Prasojo.
Dengan proses tersebut, Adi Prasojo yakin umat katolik akan tertib dan disiplin dalam mengikuti aturan yang sudah dibuat

Share this article
Peribadatan tatap muka gereja mulai dilaksanakan baik dalam ibadah harian atau mingguan. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi