AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa berbagai permasalahan infrastruktur yang selama ini menjadi tantangan di Ibu Kota terus diselesaikan secara bertahap oleh Pemprov DKI Jakarta.
Sejumlah persoalan yang sempat menjadi perhatian masyarakat, mulai dari kemacetan lalu lintas, penanganan banjir, perbaikan jalan, hingga penyediaan transportasi publik yang terintegrasi, kini menunjukkan perkembangan positif.
Menurut Pramono, momentum peringatan HUT ke 499 Kota Jakarta menjadi kesempatan untuk melihat berbagai capaian pembangunan yang telah berhasil diwujudkan pemerintah daerah demi meningkatkan kenyamanan dan mobilitas masyarakat.
"Alhamdulillah, dalam rangka HUT ke-499 ini dapat diselesaikan satu persatu oleh Pemerintah Jakarta," ujar Pramono dikutip dari akun Instagram @pramonoanungw.

Salah satu pembenahan yang berhasil dilakukan adalah penataan kawasan Jalan Rasuna Said.
Diketahui, sebanyak 109 tiang monorel yang selama bertahun-tahun menjadi simbol mangkraknya proyek di kawasan tersebut kini telah ditata.
Penataan itu juga mencakup perbaikan jalan dan pedestrian sehingga kawasan Rasuna Said kini menjadi lebih nyaman bagi pengguna kendaraan maupun pejalan kaki.
Selain mempercantik wajah kota, langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan keamanan dan kenyamanan mobilitas warga di salah satu koridor bisnis utama Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta juga berupaya mengatasi persoalan kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi saat adanya event berskala besar di Jakarta International Stadium (JIS).
Untuk mengurangi kemacetan, pemerintah menyediakan area parkir di kawasan Ancol yang terhubung langsung dengan JIS melalui jembatan penyeberangan orang (JPO).
Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan di sekitar stadion sekaligus memberikan alternatif akses yang lebih tertata bagi para pengunjung.
Tak hanya itu, juga meresmikan stasiun pemberhentian KRL di kawasan JIS.

Kehadiran Stasiun JIS, akan menjadi pilihan tambahan bagi masyarakat yang ingin menggunakan transportasi umum menuju stadion, terutama saat berlangsung kegiatan dengan jumlah pengunjung yang besar.
Pramono menilai penguatan akses transportasi massal menjadi kunci dalam menciptakan sistem mobilitas perkotaan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas.
Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat integrasi transportasi modern yang menghubungkan enam moda transportasi sekaligus.

Melalui pengembangan TOD Dukuh Atas, masyarakat dapat berpindah moda transportasi dengan lebih mudah, termasuk untuk mengakses berbagai daerah penyangga Jakarta hingga menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Integrasi transportasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang modern, ramah lingkungan, dan memiliki sistem mobilitas yang efisien.***

Share this article
Peringatan HUT ke 499 Kota Jakarta menjadi kesempatan untuk melihat berbagai capaian pembangunan yang telah berhasil diwujudkan.