AYOJAKARTA.COM - Masyarakat Jakarta diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut ( ISPA ) yang berpotensi meningkat di tengah perubahan cuaca serta tingginya tingkat polusi udara di sejumlah wilayah Ibu Kota.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu, ditambah paparan polusi udara dalam jangka panjang, dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.
ISPA sendiri adalah salah satu penyakit yang paling sering muncul saat terjadi perubahan musim.
Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia, apalagi jika kondisi tubuh sedang menurun.

Kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami gejala yang lebih berat.
Penyakit ini disebabkan dari bakteri atau virus yang menyerang saluran pernapasan.
Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengenali gejala dan faktor risiko yang meningkatkan penularan ISPA.
Kenali Gejalanya dan Jangan Diabaikan:

- Batuk
- Pilek
- Sakit Kepala
- Demam
- Bersin-bersin
- Kelelahan
- Sakit tenggorokan
- Hidung tersumbat

Faktor risiko yang meningkatkan penularan ISPA:
- Udara kering
- Perubahan suhu
- Musim pancaroba
- Polusi udara tinggi
- Ventilasi yang buruk
- Paparan asap rokok
- Daya tahan tubuh lemah

Kapan Harus ke Faskes?
- Napas cepat atau sesak
- Tarikan dinding dada ke dalam saat bernapas
- Demam tinggi
- Gejala tidak sembuh lebih dari tiga hari setelah berobat mandiri

Tips Mencegah ISPA:
- Pakai masker
- Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir
- Hindari asap rokok
- Minum air putih 8 gelas per hari
- Konsumsi gizi seimbang
- Istirahat yang cukup
- Olahraga secara teratur.***

Share this article
ISPA sendiri adalah salah satu penyakit yang paling sering muncul saat terjadi perubahan musim.