AYOJAKARTA.COM – Selain Pitung yang telah menjadi simbol perlawanan terhadap kolonial, Betawi atau Jakarta juga memiliki sejumlah tokoh pahlawan.
Bukan lagi menggunakan jurus-jurus silat sebagaimana dilakukan Pitung dan Jawara Kesohor lainnya, tokoh pahlawan asal Betawi atau Jakarta juga berjuang dengan narasi.
Karena dianggap memiliki kontribusi besar dalam membawa perubahan sosial, para tokoh pahlawan asal Betawi atau Jakarta juga dikenal secara nasional.
Pahlawan Asal Betawi Jakarta
1. MH Thamrin
Salah satu sosok asal Jakarta yang dianggap sebagai figur pahlawan karena jasa-jasanya adalah Muhammad Husni Thamrin.
Tercatat sebagai nama sebuah jalan protokol dan museum di Jakarta, MH Thamrin lahir di kawasan Sawah Besar pada 16 Februari 1894.
Mengawali karier sebagai anggota Dewan Kota Batavia, Thamrin pernah menangani proyek mitigasi banjir sebelum diangkat menjadi Anggota Dewan Rakyat.
Meski penggunaan kata Indonesia pernah ditolak Belanda, kiprah dan dedikasi MH Thamrin di dunia pergerakan nasionalis tanah air tidak pernah surut.
Wafat pada 11 Januari 1941 dengan membawa sejumlah perubahan signifikan di Betawi, MH Thamrin dimakamkan di TPU Karet, Jakarta.
2. Ismail Marzuki
Selain MH Thamrin, tokoh pahlawan nasional asal Betawi yang juga memiliki peran besar dalam bidang kemanusiaan dan kebudayaan khususnya musik ada Ismail Marzuki.
Baca Juga: Awas Terlewat! Kutamaan dan Jadwal Puasa Asyura dan Tasua 2025
Lahir di daerah Kwitang, Jakarta Pusat pada 11 Mei 1914, Ismail Marzuki yang merupakan komposer tanah air telah melahirkan sekitar 240 lagu pada periode 1931 hingga 1958.
Untuk mengenang jasa-jasa Ismail dalam bidang kesenian selama masa revolusi fisik, nama tersebut diabadikan menjadi Taman Ismail Marzuki.
Wafat di usia ke-44, Ismail Marzuki yang digelari sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2004 dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta.
3. Pierre Andreas Tendean
Dikenal sebagai ajudan Jenderal AH Nasution, Pahlawan Nasional ketiga yang juga berasal dari Betawi adalah Pierre Andreas Tendean.
Menjadi salah satu sosok yang ikut menjadi korban dalam peristiwa Gerakan September Tiga Puluh atau Gerakan Satu Oktober, Tendean lahir pada 21 Februari 1939.
Tewas dalam peristiwa berdarah di tahun 1965, Tendean yang Ahli dalam bidang Intelijen kini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Kabar Bahagia! Bansos Penebalan dan PIP Kelas Berjalan Cair, KPM PKH Murni Bisa Dapat BPNT?
4. Abdulrachman Saleh
Pahlawan nasional keempat asal Jakarta yang lahir pada 1 Juli 1909 dan wafat pada 29 Juli 1947 karena peristiwa penembakan adalah Abdulrachman Saleh.
Selain dikenal sebagai Ahli Fisiologi Kedokteran dan Penerbang, Abdulrahman Saleh juga dikenal sebagai penggagas pemancar informasi melalui radio.
5. Wage Rudolf Supratman
Pahlawan nasional berdarah Betawi yang dikenal sebagai komposer paling diincar oleh Belanda saat itu adalah Wage Rudolf Supratman.
Meski sempat mendatangkan pertanyaan, WR Supratman dikabarkan lahir di Jatinegara, Jakarta Timur pada 9 Maret 1903. ***

Share this article
Salah satu sosok asal Jakarta yang dianggap sebagai figur pahlawan karena jasa-jasanya adalah Muhammad Husni Thamrin.