AYOJAKARTA.COM - Pengakuan Putri Candrwathi soal kekerasan seksual yang dialaminya kini dibantah banyak pihak.
Salah satunya adalah dari pakar psikologi forensik yang mengungkapkan kejanggalan dari pengakuan Putri Candrawathi.
Reza Indragiri sebagai pakar psikologi forensik sampai sebut kelakuan Putri Candrawathi tak masuk akal jika dikatakan sebagai korban kekerasan seksual.
Baca Juga: Pakar Mikro Ekspresi Ungkap Intonasi Suara Ferdy Sambo Berbeda: Ini Indikasi Seseorang Berbohong
Hal ini seperti yang diungkapkan olehnya saat menjelaskan sejumlah tahap korban kekerasan seksual bisa bertemu dengan tersangka.
"Tahap pertama adalah bagaimana dia menghadapi ketakutan yang membanjiri isi kepalanya," jelas Reza Indragiri.
Setelah berhasil melalui tahap pertama, kemudian korban akan lanjut ke tahap kedua.
"Kemudian mengais kembali, atau mengumpulkan kembali tentang ingatan-ingatan tentang peristiwa traumatis, yaitu perkosaan," jelasnya menambahkan.
Pada tahap ketiga adalah tahap untuk kembali bersosialisasi dan mencari dukungan sosial dari orang terdekat.
Namun dari sini, Reza Indragiri menemukan satu hal yang sangat janggal dari kejadian ini.
"Pertanyaannya yang sangat janggal adalah, bagaimana mungkin sesaat lalu PC mengaku diperkosa," tanyanya heran.
"Tapi kemudian ia minta bertemu dengan orang yang disebut sebagai pelaku kejahatan seksual," tambahnya.
Bahkan Putri Candrawathi dengan sangat cepat mengatasi traumanya ini, dalam hitungan menit, bukan hari bahkan bulan.
"Hanya dalam hitungan menit PC ini sebagai korban langsung masuk tahap ketiga dari proses pemulihan trauma," ucap Reza Indragiri.
"Menurut saya tidak masuk akal," tambahnya mengakhiri dengan tegas.
Sebelumnya Reza Indragiri juga menyatakan jika ia tak bisa percaya dengan hal ini karena tidak adanya bukti visum yang diberikan Putri Candrawathi.***

Share this article
Hal ini seperti yang diungkapkan olehnya saat menjelaskan sejumlah tahap korban kekerasan seksual bisa bertemu dengan tersangka.