AYOJAKARTA.COM — Mendekati pelaksanaan Pilkada Jakarta, nama Kaesang Pangarep yang merupakan putra bungsu Joko Widodo muncul sebagai salah satu calon kandidat peserta.
Berdampingan dengan Budisatrio Djiwandono yang merupakan keponakan Prabowo Subianto, Kaesang Pangarep akan menghadapi Anies Baswedan di Pilkada Jakarta.
Meski pertarungan politik antara Kaesang Pangarep dan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta belum benar-benar terjadi, sejumlah tanggapan tak henti berdatangan.
Menurut Profesor Lili Romli yang merupakan Peneliti Utama BRIN, kontestasi Pilkada Jakarta yang digelar pada November 2024 mendatang berpotensi mencuri banyak mata.
Wacana masuknya Kaesang untuk menghadapi Anies Baswedan, menurut Romli memiliki banyak dampak politik secara nasional maupun internasional.
Selain karena kedua calon merupakan figur penting yang menjadi simbol kekuatan partai politik, pertarungan Anies versus Kaesang dipastikan akan sangat ketat.
“Karena ini pertarungan ulang atau kelanjutan dari kompetisi Pilpres antara Anies dengan Pak Jokowi, karena Kaesang adalah representasi Jokowi,” jelas Romli, dikutip dari YouTube KOMPASTV, Rabu, 5 Juni 2024.
Sosok Anies, menurut Romli merupakan figur penting yang dapat membawa dampak kemenangan bagi partai politik dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024.
Wacana PKS yang akan mengusung kader internal di Pilkada Jakarta, menurut Romli akan mendatangkan persoalan tersendiri bagi parpol lain.
Dalam lingkaran partai politik, pertarungan antara Anies dengan Kaesang juga akan berpengaruh cukup besar bagi strategi PDI Perjuangan.
Adanya anggapan terhadap Joko Widodo sebagai salah satu kader yang membelot, menurut Romli mengharuskan PDI Perjuangan untuk berkoalisi.
Meski peluang untuk bergabung ke Koalisi Indonesia Maju yang mengusung Kaesang kecil dilakukan, PDIP juga perlu mempertimbangkan calon kandidat dari Koalisi Perubahan.
Selain karena PKS, PKB dan Nasdem telah berencana mencalonkan kadernya, tingkat popularitas beberapa kader PDIP juga kurang mendapat antusiasme masyarakat Jakarta.
Berbeda dengan sejumlah kader partai politik dari koalisi perubahan yang memiliki elektabilitas kurang mencukupi, sosok Anies justru menempati urutan teratas.
Karena itu Romli menambahkan, salah satu kesempatan terbesar bagi parpol untuk keluar sebagai pemenang di Pilkada Jakarta adalah dengan menggandeng Anies Baswedan.
“Anies sendiri memang berkepentingan terkait dengan Pilpres 2029, supaya tetap berada dalam radar politik nasional,” ungkap Romli.
Baca Juga: Kaesang Ingin Duet dengan Anies di Pilkada Jakarta? Zulhas Sebut Jokowi Larang Anaknya Ikut Pilgub
Sehubungan dengan pentingnya eksistensi dalam kancah politik, menurut Romli perlu dilakukan oleh Anies Baswedan sebagai bekal pencalonan Pilpres di masa depan.
Mengacu pada pertimbangan tersebut, Profesor Romli meyakini kontestasi Pilkada Jakarta akan sangat menyita perhatian dunia.***

Share this article
Kaesang Pangarep dan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta belum benar-benar terjadi, sejumlah tanggapan tak henti berdatangan.