AYOJAKARTA.COM -- Informasi seputaran Pilkada DKI Jakarta sekarang ini masih terus menjadi pembahasan yang menarik.
Khususnya soal Anies Baswedan yang meski gagal maju di Pilkada DKI Jakarta 2024, mantan capres nomor 1 tersebut masih disangkutpautkan.
Diketahui, Anies Baswedan adalah sosok yang cukup diperhitungkan kalau berbicara soal Pilgub Jakarta.
Baca Juga: Nasib Setelah Batal Maju di Pilgub Jakarta 2024, Anies Baswedan Mengaku Ingin Tuntaskan Ini
Pasalnya Anies Baswedan dinilai memiliki elektabilitas atau survei yang cukup besar sehingga memiliki peluang untuk menang.
Sayangnya, meski sempat digadang-gadang bakal dipinang oleh PDIP rupanya PDIP justru memilih kadernya sendiri yaitu Pramono Anung untuk maju di Pilgub DKI Jakarta 2024.
Lantas, seberapa besar pengaruh pendukung suara Anies pada Pilkada saat ini meski dirinya tidak mencalonkan?
Djayadi Hanan selaku Direktur Eksekutif LSI menuturkan jika pengaruh suara Anies tentunya masih sangat besar.
“Sangat besar ya,” ujar Djayadi Hanan dikutip dari tayangan Youtube KOMPASTV pada Kamis, 5 September 2024.
“Artinya semua calon terutama antara RK Suswono dan Pram-Rano itu tidak ada yang bisa menang tanpa merebut lebih banyak pendukung Anies,” imbuhnya.
Direktur Eksekutif LSI tersebut juga membeberkan jika sampai bulan Juli 2024 kemarin, elektabilitas Anies Baswedan masih sangat tinggi.
“Diperkirakan pendukung Anies yang solid itu kalau berdasarkan survei-survei elektabilitas sampai dengan bulan Juli itu di kisaran 40 persen, jadi besar sekali,” terang Djayadi Hanan.
Sementara Ridwan Kamil sebagai salah satu calon yang maju di Pilkada DKI Jakarta diinformasikan elektabilitasnya di kisaran 15 persen saja.
“Basis utama RK itu kalau berdasarkan suara RK kemungkinan di kisaran 15 persen,” jelas Djayadi Hanan.
Lebih lanjut ia mengatakan, “Plus nanti PKS jadi dia bisa mencapai 30 persenan.”
Lalu untuk elektabilitas dari calon yang diusung PDIP yaitu Pramono Anung dan Rano Karno, begini penjelasan Djayadi Hanan.
Baca Juga: Anies Baswedan Gagal Maju ke Pilkada Jakarta 2024, Pendukung: Orang Seperti Anies Dijegal dengan...
“Kemudian basis utama Pram-Rano untuk sementara saya akan mengatakan bahwa basis utamanya lebih banyak berbasis kepada kekuatan PDIP,” ujar Djayadi Hanan.
Dengan berbasis kekuatan pada PDIP, tercatat untuk elektabilitas Pramono-Rano Karno sekitar 15 persen saja.
“Atau basis PDI yang jumlahnya sekitar 15 persenan,” kata Djayadi Hanan.
Dari jumlah elektabilitas tersebut, Djayadi Hanan menegaskan jika ingin memenangkan Pilkada Jakarta 2024 maka harus mendapatkan suara di atas 50 persen.
“Jadi, baik pasangan Pram-Rano maupun RK-Suswono harus memperoleh suara lebih dari 50 persen,” terang Djayadi Hanan.
“Kan kalau mau memenangkan Pilkada Jakarta, karena memang aturannya seperti itu,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Djayadi Hanan sangat yakin bahwa di situasi seperti ini maka basis pendukung Anies Baswedan akan menjadi rebutan kedua kubu paslon.
“Jadi dalam situasi yang ada sekarang, pendukung Anies yang solid yang utamanya akan menjadi rebutan bagi keduanya,” tutur Djayadi Hanan.***

Share this article
Meski gagal maju di Pilkada DKI Jakarta 2024, mantan capres 2024 nomor urut 01, Anies Baswedan masih disangkutpautkan.