AYOJAKARTA.COM – Memasuki musim penghujan yang dimulai pada November, Kepala BMKG menghimbau masyarakat Indonesia untuk mewaspadai Cuaca Ekstrem.
Dampak Cuaca Ekstrem berupa hujan deras disertai dengan angin kencang dan sedang menjadi fokus BMKG sebelumnya sempat melanda sejumlah wilayah di bagian Jawa Barat.
Selain pohon tumbang hingga melukai sejumlah warga, cuaca ekstrem yang kini diwaspadai BMKG juga membuat sejumlah wilayah lain mengalami banjir.
Baca Juga: Berikut Cara Cek Hasil SKD CPNS 2024 yang akan Diumumkan 17 November 2024
Sehubungan dengan adanya potensi fenomena cuaca ekstrem di Indonesia, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati ikut buka suara dikutip ayojakarta.com dari YouTube KompasTV.
Saat dimintai tanggapan, Dwikorita menyebut musim hujan diprediksi akan dimulai pada bulan November 2024 hingga di sekitar April 2025.
Kepala BMKG juga mengingatkan agar masyarakat Indonesia lebih bersikap waspada terkait adanya fenomena anomali yang terjadi di Samudera Pasifik.
“Yang perlu diwaspadai di awal musim hujan November-Januari, bersamaan dengan terjadinya anomali suhu muka air laut di samudera Pasifik,” ungkap Dwikorita.
Dampak dari terjadinya fenomena anomali atau tidak biasa di bagian ekuator tengah dan timur, menurut Dwikorita dapat memunculkan fenomena La Nina.
Salah satu dampak terjadinya fenomena La Nina di Samudera Pasifik, menurut Kepala BMKG dapat mempengaruhi curah hujan.
Baca Juga: Menarik! Rupanya Raffi Ahmad Bukan Pertama Kali Hadiri Peringatan Hari Pahlawan Loh, Kapan?
Sehingga bagi sebagian wilayah di Indonesia, efek terjadinya La Nina akan mengakibatkan adanya peningkatan curah hujan hingga mencapai 20 persen dari kondisi normal.
“Karena itu di awal-awal musim hujan kita harus mewaspadai dan menyiagakan terjadinya potensi hujan ekstrem,” imbuh Kepada BMKG.
Lebih lanjut, Dwikorita memaparkan potensi puncak adanya fenomena cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia akan terjadi pada Desember 2024, hingga Februari 2025.
Rentang potensi cuaca ekstrem tersebut, menurut Dwikorita berkaitan erat dengan terjadinya fenomena Lanina.
Terkait dengan wilayah yang diprediksi akan terdampak atau berpotensi mengalami cuaca ekstrem, Kepala BMKG menyebut sejumlah lokasi.
Menurut Dwikorita potensi cuaca ekstrem di awal musim hujan atau periode November-Desember akan terjadi di Sumatera, Kalimantan, sebagian Jawa, Bali serta NTB, Sulawesi.
Selain sejumlah wilayah tersebut, Kepala BMKG juga menghimbau masyarakat di sekitar Sulawesi bagian tengah, Maluku Utara serta sebagian Papua selatan untuk lebih waspada.
Lebih lanjut, Dwikorita menegaskan perkembangan fenomena cuaca ekstrem yang lebih real time dapat diketahui melalui halaman resmi BMKG.
“Ini secara garis besar, untuk lebih detail dan akurat mohon dimonitor di aplikasi atau di laman BMKG, disitu lebih detail sampai di level Kecamatan,” tegasnya. ***

Share this article
Memasuki musim penghujan yang dimulai pada November, Kepala BMKG menghimbau masyarakat Indonesia untuk mewaspadai Cuaca Ekstrem.