AYOJAKARTA.COM – 'Endorsemen politik' yang dilakukan Prabowo serta Jokowi dalam ajang Pilkada Jakarta merupakan suatu kebutuhan.
Tingkat persaingan serta elektabilitas yang sangat ketat dari peserta Pilkada Jakarta antara nomor urut satu dan tiga, memang membutuhkan dukungan dari luar peserta.
Untuk memastikan kemenangan paslon pilihannya di Pilkada Jakarta, cara paling efektif adalah dengan terus mengekspos dukungan.
Baca Juga: Anti Ribet! Cara Mudah Ketahui Saldo KJP Plus 2024 dan Info Terkini, Nggak Usah Bolak-balik ATM
Selain berlaku pada paslon nomor urut satu, alasan serupa juga memang dibutuhkan oleh pasangan Pramono-Rano.
Dukungan yang diberikan oleh Anak Abah atau pendukung Anies Baswedan serta Ahok terhadap Pramono-Rano, tentu saja merupakan sebuah kekuatan tambahan.
Meski secara personal tingkat penerimaan warga Jakarta lebih dominan ke paslon nomor urut tiga, namun potensi dukungan dari Prabowo dan Jokowi juga tidak bisa diabaikan.
Karena itu, dukungan yang datang dari luar peserta dari masing-masing paslon akan sangat mewarnai perhelatan Pilkada Jakarta mendatang.
Tanggapan terkait pentingnya dukungan dari Prabowo dan Jokowi serta Anies dan Ahok kepada paslon satu dan tiga, merupakan pernyataan Peneliti SMRC.
Menurut Deni Irvani, kualitas 'endorsemen' yang diberikan oleh para tokoh terhadap masing-masing palon akan tetap bergantung sepenuhnya dari warga Jakarta.
“Kekuatan Jokowi itu menurut saya seimbang dengan kekuatan Anies, kalau keduanya saling mendukung maka efek itu tidak akan terjadi,” jelas Deni.
Lebih lanjut Deni menggaris bawahi, bahwa temperatur politik saat Pilpres Februari lalu masih membekas di kalangan pemilih Jakarta saat menghadapi Pilkada.
Sehingga kutub dukungan yang berkembang saat Pilkada Jakarta, terbagi menjadi dua segmen antara Pendukung Jokowi dan Prabowo serta perpaduan Ganjar dan Anies.
Para pendukung Ganjar dan Anies yang mewakili sisi oposisi atau Pramono-Rano, menurut Deni lebih solid dibandingkan dengan pendukung pasangan Rido.
Terkait dengan prediksi hasil pemenang Pilkada Jakarta, Lili Romli yang merupakan Peneliti BRIN memberi tanggapan.
Menurut Lili, perhelatan Pilkada Jakarta 2024 cenderung kurang asyik karena tidak memberikan ruang bebas bagi publik untuk bisa secara bebas berpolitik.
Dukungan dari Prabowo atau Jokowi kepada Rido atau Anies dan Ahok kepada Pramono-Rano, mengindikasikan masih adanya upaya melakukan intervensi.
Kehadiran para tokoh yang masing-masing memiliki pendukung di tengah-tengah ajang Pilkada Jakarta, menurut Lili hanya akan berujung pada adu popularitas.
“Jadi ini bukan pertarungan antar kandidat, tetapi pertarungan antar tokoh sehingga yang terjadi adalah adu kesaktian, siapa lebih berpengaruh,” tegasnya. ***

Share this article
Untuk memastikan kemenangan paslon pilihannya di Pilkada Jakarta, cara paling efektif adalah dengan terus mengekspos dukungan.