AYOJAKARTA.COM - Banjir Jakarta kembali melanda wilayah Kebon Pala Kampung Melayu dan Kelurahan Balai Kambang di Jakarta Timur dengan intensitas yang signifikan.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memberikan keterangan resmi terkait situasi banjir saat ini dikutip ayojakarta.com dari YouTube MetroTV dan sebut Jakarta saat ini sudah siaga 2.
"Tinggi permukaan air di Manggarai sudah 850 cm, artinya Jakarta sekarang sudah siaga dua," ujarnya
Baca Juga: Kabar Gembira! KJP Plus Tahap 1 2025 Segera Cair, Penyaluran Dana Bantuan Bakal Dirapel?
Lebih lanjut Pramono menyebutkan bahwa ia sudah meminta agar pintu-pintu air mulai dibuka dan tidak terbebani daerah timur.
"Saya sudah meminta kepada Ika yang bertanggung jawab untuk mengatur pintu-pintu air yang ada disana untuk mulai dibuka, supaya bebannya tidak lebih banyak ke Timur terutama ke Ciliwung," pungkasnya.
Banjir di kawasan ini mencapai ketinggian yang mengkhawatirkan, dengan beberapa lokasi sudah mencapai atap rumah, memaksa warga bertahan di lantai dua rumah mereka.
Sejarah banjir di Jakarta menunjukkan pola berulang setiap 5-7 tahun dengan beberapa kejadian signifikan.
Tercatat banjir besar pada 2002 yang merendam ribuan rumah, banjir 2007 yang merendam 60% wilayah Jakarta dengan 80 korban jiwa, banjir 2013 yang merusak kawasan bisnis, serta banjir 2020 yang menjadi salah satu yang terparah.
Lebih lanjut Pramono menyebutkan bahwa banjir saat ini tidak separah ketika tahun 2020.
"Kalau dibandingkan dengan yang lalu-lalu, mohon maaf tahun ini tidak separah di 2020 ataupun di 2016 karena wilayah cakupan dan lamanya titik tergenang banjir itu lebih lama," bebernya.
Baca Juga: Penukaran Uang Baru Lebaran 2025 Sudah Dimulai, Cek Panduan Lengkap dan Syaratnya
Ia menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan, termasuk :
- penggerukan kali sungai,
- Waduk Danau,
- pembuatan sitpile dinas SDA,
- membuat rumah-rumah pompa,
- sodetan,
- membuat Waduk Cimahi di daerah Puncak sebagai retensi air, dan
- vertical drainage.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca penting.
Mereka memprediksi hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan dengan peningkatan intensitas hujan.
Baca Juga: Darurat Banjir di Jabodetabek, BMKG Ingatkan Waspada Bencana Susulan hingga 11 Maret 2025
Puncak peningkatan diperkirakan mulai tanggal 11 Maret dengan intensitas relatif lebih tinggi daripada saat ini.
Pramono Anung menekankan perlunya sinergi antara Pemprov Jakarta dan pemerintah pusat, mengingat banjir juga dipicu oleh faktor banjir kiriman dari luar Jakarta.
Warga diimbau untuk tetap waspada dan selalu memperhatikan informasi cuaca.***

Share this article
Gubernur Jakarta, Pramono Anung ikut buka suara soal banjir di Jakarta dan sebut saat ini sudah siaga 2 dan sudah lakukan hal ini