AYOJAKARTA.COM – Sebuah fakta menarik terungkap berkaitan dengan penyebab gempa yang terjadi di Cianjur beberapa saat yang lalu.
Sebuah sesar baru ditemukan yang diduga kuat menjadi pemicu Gempa Cianjur yang terjadi beberapa minggu yang lalu.
Sebelumnya, Gempa Cianjur yang terjadi beberapa minggu yang lalu diduga disebabkan oleh pergerakan Sesar Cimandiri.
Di sisi lain, ada sebuah pernyataan yang disampaikan oleh salah satu dosen Universitas Padjajaran yang menduga bahwa gempa tersebut bukan diakibatkan oleh Sesar Cimandiri.
Baca Juga: Penuh Haru, Tangis Iriana Pecah Saat Prosesi Sungkeman Kaesang Pangarep
Dikutip AyoJakarta.com dari situs resmi Unpad, Dr. Ir. Ismawan, M.T meragukan bahwa penyebab Gempa Cianjur adalah Sesar Cimandiri.
“Yang jelas, saya yakin ini bukan bagian dari sesar Cimandiri, meskipun arahnya sama,” kata Ismawan seperti yang dikutip dari Unpad.ac.id.
Ia menduga bahwa ada kemungkinan sesar lama yang tertimbun menjadi penyebab dari gempa Cianjur yang mengguncang dan meluluh lantahkan bumi beberapa saat lalu.
“Ini dimungkinkan karena kalau sesar lama biasanya ada jejak-jejak pelurusan yang menunjukkan bahwa di situ ada sesar. Di sana karena batuan vulkanik, jejak pelurusannya itu kelihatan tidak ada,” ujarnya.
Baca Juga: Ungkapan Kaesang Usai Jalani Sungkeman dan Siraman, Kaesang: Seneng Banget..
Sesar Baru Ditemukan
Seperti yang diduga oleh Dosen Unpad tersebut, BMKG akhirnya benar-benar menemukan sesar baru yang menjadi penyebab dari Gempa Cianjur.
Hal ini dikonfirmasi dari salah satu postingan yang diunggah oleh BMKG baru-baru ini di situsnya.
Sebuah sesar baru ditemukan yang diduga kuat menjadi pemicu dari Gempa Cianjur berkekuatan 5,6 M beberapa saat yang lalu.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Dwikorta Karnawati melakukan survey untuk memetakan jejak patahan dan pengukuran retakan di lokasi yang diperkirakan sebagai pusat Gempa Cianjur.
Selama 3 hari, survey dilakukan berfokus pada beberapa wilayah, antara lain adalah Desa Sarampad, Talaga, Cijedil, dan Cibulakan.
Berdasarkan hasil surver lapangan surface rupture (rekahan permukaan tanah), sebaran titik longsor dan kerusakan lahan teridentifikasi bahwa arah surface rupture yang diduga sebagai jurus patahan menunjukkan arah sesuai focal mechanism gempabumi, yaitu berarah N 347°E.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebutkan, bahwa gempa Cianjur berkekuatan 5,6 magnitudo dipicu pergeseran sesar baru yang dinamakan Patahan Cugenang.
Diketahui bahwa patahan atau sesar baru tersebut membentang sepanjang 9 Kilometer melintasi sembilan desa di dua kecamatan.
"Sembilan desa yang dilintasi garis patahan tersebut ialah 6 desa di Kecamatan Cugenang yang terdiri dari Desa Cibeureum, Desa Nyalindung, Desa Mangunkerta, Desa Sarampad, Desa Cibulakan, dan Desa Benjot. 2 desa di Kecamatan Pacet yaitu Desa Ciherang, Desa Ciputri. Selain itu ada juga satu desa lainnya di ujung patahan yakni Desa Nagrak Kecamatan Cianjur," ujarnya.***

Share this article
Sebuah sesar baru ditemukan yang diduga kuat menjadi pemicu dari Gempa Cianjur berkekuatan 5,6 M beberapa saat yang lalu.