AYOJAKARTA.COM--Sejumlah kebohongan dalam skenario pembunuhan berencana dan obstruction of justice yang dilakukan terhadapBrigadir J kini semakin terungkap.
Dalam persidangan, hakim juga menggali fakta sesungguhnya melalui keterangan para saksi.
Pada persidangan yang memasuki pekan keempat ini, jaksa juga menghadirkan para saksi mulai dari sopir ambulans, petugas PCR, serta petugas operator seluler.
Baca Juga: Bukti CCTV Tak Dilabeli, Hakim Tegur Penyidik Kasus Ferdy Sambo: Beli Gorengan Aja Pakai Resi!
Selain itu, dalam kasus perintangan penyelidikan terhadap pembunuhan berencana Yosua pun digelar dengan menghadirkan tujuh orang saksi pada hari kamis lalu dengan terdakwa Chuck Putranto. Chuck Putranto pun ditolak nota keberatannya.
Mengutip dari tayangan metrotvnews, Minggu (13/11/2022), mengungkap pengakuan dari dua orang petugas PCR pun seolah-olah membuka alibi kebohongan FS. Dimana petugas PCR mengatakan bahwa di tanggal 8 Juli tersebut hanya melakukan PCR terhadap Putri, Susi, Yosua dan Richard.
Padahal dalam persidangan tersebut FS mengatakan bahwa setelah pulang dari Magelang ia melakukan PCR tepat di hari Yosua tertembak. Dari pernyataan tersebut, petugas PCR menjelaskan bahwa ia tidak melakukan PCR terhadap Sambo.
Kemudian hakim juga membongkar kebohongan skenario Sambo melalui sopir ambulans.
"Saat itu saya melihat ada jenazah yang tergeletak dengan berlumuran darah, " kata Ahmad Syahrul Ramadhan petugas ambulans yang dikutip dari metrotvnews, Minggu (13/11).
Baca Juga: Jadwal Sidang Ferdy Sambo Cs Pekan Depan Ditunda, JPU: KTT G20 Harus Kondusif!
"Saya diminta salah satu anggota tapi saya tidak tahu namanya yang mulia untuk mengecek nadinya yang mulia, " jelasnya kembali.
"Ketika saya cek nadinya, memang sudah tidak ada lagi yang mulia, " katanya.
Sementara itu, di persidangan kemarin tak kalah menariknya ketika hakim menyentil kesaksian Susi selaku ART FS. Pasalnya kesaksian yang diberikan tampak sangat jelas berbeda daripada kesaksian para saksi lainnya.
Selanjutnya pengakuan yang tak kalah menarik lagi yaitu pengakuan Adzan Romer dimana ia takut untuk berkata jujur dalam persidangan karena takut pada FS.
Dari kesaksian tersebut sangat tampak terlihat adanya upaya para pendukung Sambo untuk menjatuhkan karakter Brigadir J dan melakukan profiling psikologi.
Kuasa hukum keluarga Brigadir J menyesalkan pihak Sambo yang dinilai semakin menyimpang dari pokok perkara semestinya.

Share this article
Sejumlah skenario kebohongan Ferdy Sambo Cs akhirnya terungkap daru keterangan para saksi di persidangan, berikut faktanya