AYOJAKARTA.COM — Jumlah kasus gagal ginjal akut pada anak di provinsi Indonesia semakin mengkhawatirkan.
Untuk mengantisipasi jumlah peningkatan kasus gagal ginjal akut, terutama pada anak-anak, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghentikan sementara peredaran obat sirup paracetamol, dan meminta seluruh apotek tidak mengedarkannya.
Kasus gagal ginjal akut ini diketahui menyerang anak-anak dengan rentang usia 6 bulan-18 tahun, dan kasus tersebut paling banyak terjadi pada balita.
Kemenkes memberikan keterangan persnya mengenai “Perkembangan Penanganan Gangguan Ginjal Akut Di Indonesia” pada Jumat, 21 Oktober 2022 pukul 17.00 WIB secara luring di Ruangan Kaca, Lantai 2 Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan.
"Hari ini saya ingin memberi update lanjutan dari dua hari lalu. Sampai sekarang kita sudah mengidentifikasi ada 241 kasus gangguan ginjal akut di 22 provinsi dengan 133 kematian atau 55 persen dari kasus," kata Budi dalam konferensi pers yang dikutip, Jumat 21 Oktober 2022.
Sementara untuk gejala paling banyak dialami adalah oliguria (air kencing sedikit) atau anuria (tidak ada air kencing sama sekali).
Budi kemudian menjelaskan bahwa sampai saat ini penyebab penyakit gangguan ginjal akut progresif a tipikal masih belum dapat diidentifikasi. Namun ia memastikan, penyakit misterius ini tidak terkait dengan pemberian vaksin virus corona (Covid-19).
Adapun bentuk dari kewaspadaan, Kementerian Kesehatan atau Kemenkes sebelumnya meminta semua pihak untuk menginstruksikan agar seluruh apotek yang beroperasi di Indonesia untuk sementara waktu tidak menjual obat bebas dalam bentuk sirup kepada masyarakat.
Para tenaga kesehatan juga diminta tak lagi memberikan resep obat sirup kepada pasien.***

Share this article
Kemenkes ungkap jumlah kasus gagal ginjal akut pada anak di provinsi Indonesia semakin mengkhawatirkan.