PURWOREJO, AYOJAKARTA.COM-- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo telah menemui kelompok warga yang kontra terhadap penambangan kuari di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.
Kedatangan Gubernur Jateng ini tanpa pengawalan aparat kepolisian.
Kedatangan ke kawasan Wadas ia menyatakan meminta maaf atas kejadian pada Selasa (8/2/2022) lalu. Pihaknya juga berjanji untuk mengevaluasi izin tambang tersebut.
"Saya minta maaf pada bapak ibu atas peristiwa yang terjadi, makanya saya datang ke sini secara langsung. Yang kedua, saya ke sini ingin mendengarkan langsung dari masyarakat dari persoalan yang ada, saya juga ingin takziah karena mendengar ada sesepuh di Desa Wadas yang meninggal, semoga Husnul Khatimah," kata Ganjar melansir Republika-jaringan Ayojakarta.com, Senin (14/2/2022).
Baca Juga: Arit dan Pisau untuk Bekerja Disita Aparat, Dugaan Desain di Balik Kekerasan Wadas Makin Menguat
Ganjar mengaku akan menindaklanjuti masalah warga tersebut dengan mengajak dialog sejumlah pihak yang berkepentingan.
Ada tiga hal ingin dikerjakan setelah pertemuan tersebut, yaitu pertama melakukan evaluasi teknis, kedua metode pendekatan, dan ketiga terkait polemik yang pro atau kontra.
"Nah yang ketiga ini sepertinya kurang, makanya saya datang ke sini dan ingin mendengarkan secara langsung," kata Ganjar.
Terkait dengan tuntutan warga untuk mencabut izin lokasi penambangan kuari di Desa Wadas, Ganjar menyatakan hal itu yang akan dibicarakan secara teknis.
Baca Juga: Survei TBRC: Airlangga Capres Terkuat, Prabowo dan Ganjar Pranowo Duduki Peringkat Dibawahnya
"Belum, itu masalah teknis yang harus kita bicarakan. Tidak sekedar bicara cabut atau tidak cabut, tapi itu teknis. Itu yang saya katakan evaluasi teknis yang akan kami lakukan. Semua opsi masih ada peluang, makanya kita bicarakan," kata dia.
Salah seorang warga, Waliyah, menceritakan kejadian pada hari itu. Ia mengaku sangat ketakutan karena orang-orang ditangkap oleh polisi.
"Kami takut Pak, suami saya ditangkap tanpa tahu masalahnya. Sekarang di rumah dan kalau lihat polisi atau pria asing berbaju hitam jadi ketakutan. Setiap hari mengurung diri di rumah, pintu selalu dikunci. Anak-anak juga trauma pak," kata Waliyah.
Baca Juga: Gus Miftah Komentari Kelakuan Herry Wirawan, Ganjar Pranowo: Sabar Gus, PR Kita Makin Panjang
Warga lain, Ana menceritakan, dirinya dan suaminya ditangkap pihak kepolisian saat konflik terjadi. Suaminya ditangkap saat sedang berada di perjalanan menuju Purworejo, sedangkan dirinya ditangkap saat berada di desa.
"Kasihan anak saya pak, masih kecil. Bagaimana rasanya ditinggal kedua orang tuanya yang ditangkap polisi, Pak. Kami warga masih trauma," ujarnya.

Share this article
Waliyah, warga Wadas menceritakan kejadian pada hari itu ke Ganjar. Ia mengaku sangat ketakutan karena orang-orang ditangkap oleh polisi.