TEBET, AYOJAKARTA.COM – Di tengah rencana menyiapkan jadwal vaksinasi Covid-19 di seluruh Indonesia beredar hoaks tentang pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa vaksin yang diproduksi perusahaan farmasi asal China merupakan vaksin paling lemah.
Dalam infografis yang dilansir oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19, ada akun Instagram yang membagikan informasi bahwa World Healt Organizationa (WHO) menyatakan vaksin Sinovac adalah vaksin yang paling lemah.
“Faktanya: Informasi tersebut tidak benar.” Demikian penjelasan dalam infografis darii Satgas Covid-19 yan dilansir laman resminya, www.covid19.go.id, 5 Januari 2021.
Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Rizka Andalusia telah membantah bahwa vaksin Sinovac memiliki kualitas paling lemah di antara kandidat vaksin lainnya.
Hingga saat ini, menurut www.covid19.go.id, tidak ada dokumen dan informasi resmi dari WHO yang membandingkan respons imunitas 10 kandidat vaksin atau pernyataan bahwa vaksin Sinovac rendah.
VAKSINASI
Sementara itu, pemerintah sudah merilis jadwal vaksinasi Covid-19 pedana dimulai pada 13 Januari 2021. Pemberian vaksin yang diproduksi oleh perusahaan farmasi China, Sinovac, kemungkinan memberikan efek samping berupa pegal hingga demam.
Kepastian tentang jadwal vaksinasi Covid-19 dan efek samping dari vaksin Sinovac disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di rapat koordinasi Kesiapan Vaksinasii Covid-19 dan Kesiapan Penegakan Protokol Kesehatan Tahun 2021 di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta.
Menkes Budi menegaskan efek samping pascavaksinasi patut diwaspadai sehingga pemerintah meminta agar tenaga kesehatan tidak disuntik vaksin dalam satu waktu.
“(Sesuai) arahan dari Presiden, karena kemungkinan akan ada sedikit dampak, misalnya pegal sedikit, demam sedikit, jadi dalam satu Puskesmas, misalnya ada empat perawat, jangan sampai di hari yang sama kita vaksin semua,” kata Menkes Budi.
Petunjuk teknis resmi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dirilis Kemenkes terkait dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) menyebutkan reaksi sesudah penyuntikan vaksin Covid-19 hampir sama dengan vaksin lain seperti:
1. Reaksi lokal, seperti nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan, dan reaksi lokal lain yang berat, misalnya, selulitis.
2. Reaksi sistemik, seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (arthralgia), badan lemas, dan sakit kepala.
3. Reaksi lain, seperti reaksi alergi,misalnya, urtikaria, reaksi anafilaksis, dan syncope (pingsan).
Sementara itu, Menkes Budi Gunadi mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang dimulai pada 13 Januari 2021 akan diikuti secara serentak di 34 provinsi di Indonesia. Dia membeberkan bahwa orang yang pertama kali disuntikkan vaksin Covid-19 adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Penyuntikan pertama akan dilakukan pada Rabu depan (13/1) di Jakarta oleh Bapak Presiden,” ujar BGS dalam keterangan tertulis dari Puspen Kemendagri, Selasa (5/1/2021).
Budi menjelaskan vaksinasi massal yang akan dilakukan di 34 provinsi bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan partisipasi tenaga kesehatan dan publik, dalam program vaksinasi gratis bertahap.
Nantinya, tahapan vaksinasi akan diawali dengan tiga kelompok, yakni kelompok pejabat publik pusat dan daerah, pengurus Asosiasi Profesi Tenaga Kesehatan dan Key Leader kesehatan daerah, serta tokoh agama daerah.
“Arahan Bapak Presiden jelas, akan dilakukan secara serentak, diawali di pusat, kemudian dilanjutkan di daerah, melibatkan tokoh masyarakat dan kalau ada tokoh kesehatan atau figur dokter yang berpengaruh, misalnya, untuk diikutsertakan,” ucap Budi.
Budi juga meminta kepala daerah agar mempersiapkan orang-orang yang akan mendapatkan prioritas program vaksinasi, dimana nantinya akan dibagi menjadi dua tahap.
“Bapak/Ibu Gubernur, kepala daerah, tolong persiapan, pilih orangnya, karena tanggal 14-15 kita akan mulai lakukan vaksinasi di daerah, terutama provinsi. Kemudian untuk proses vaksinasi, terutama tenaga kesehatan, tolong dibagi dalam dua tahap.”

Share this article
JADWAL VAKSINASI COVID-19: Hoaks Nih Kalau WHO Bilang Produksi Sinovac Vaksin Paling Lemah (Satgas Covid-19)