TEBET, AYOJAKARTA.COM – Kasus harian positif Covid-19 di Indonesia kembali ke angka 4 ribuan kasus, setelah dua hari mencatat 3 ribuan kasus per harinya. Hari ini, Rabu (21/10/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 4.267 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia.
Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 373.109 kasus. Angka itu termasuk 62.743 kasus aktif dengan penambahan 288 kasus, 297.509 kasus sembuh dengan penambahan 3.856 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 12.857 kasus meninggal dunia dengan penambahan 123 kasus meninggal.
Indonesia pertama kali mencatatkan kasus harian sebanyak 4 ribuan kasus pada 19 September 2020. Untuk kasus tertinggi terjadi pada 8 Oktober yaitu 4.850 kasus.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hingga berita ini diturunkan, Kementerian Kesehatan belum menginformasikan kasus per provinsinya.
Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:
15 Oktober: 4.411 kasus
16 Oktober: 4.301 kasus
17 Oktober: 4.301 kasus
18 Oktober: 4.105 kasus
19 Oktober: 3.373 kasus
20 Oktober: 3.601 kasus
21 Oktober: 4.267 kasus
Berbagai upaya dari pemerintah pusat hingga tingkat daerah sudah dilaksanakan hingga pemberian sanksi kepada para pelanggar protokol kesehatan. Presiden Joko Widodo menginstruksikan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk menyampaikan kepada Kepala Daerah agar menerapkan intervensi berbasis lokal dalam penanganan Covid-19.
Hal ini dikatakan Jokowi saat memberikan arahan rapat terbatas mendengarkan Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, Senin (28/9/2020).
“Yang berkaitan dengan intervensi berbasis lokal, ini perlu saya sampaikan lagi kepada Komite bahwa intervensi berbasis lokal ini agar disampaikan kepada provinsi, kabupaten, kota,” ujar Jokowi.
Menurutnya, pembatasan sosial berskala mikro atau mini lockdown harus dilakukan di tingkat desa, kampung, RT, RW, perkantoran hingga pondok pesantren. Ia meyakini pembatasan sosial berskala mikro atau mini lockdown akan lebih efektif jika dilakukan secara berulang untuk menekan penyebaran Covid-19.
“Artinya pembatasan berskala mikro, baik di tingkat desa, tingkat kampung, tingkat RT, tingkat RW, atau di kantor atau di pondok pesantren, saya kira itu lebih efektif. Mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif,” ucap dia.
Pembatasan sosial berskala mikro kata Jokowi dilakukan agar tidak merugikan banyak orang. “Jangan sampai kita generalisir satu kota atau satu kabupaten atau apalagi satu provinsi, ini akan merugikan banyak orang,” tegasnya.

Share this article
Kasus harian positif Covid-19 di Indonesia kembali ke angka 4 ribuan kasus, setelah dua hari mencatat 3 ribuan kasus per harinya.