TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto mengatakan program Kartu Prakerja yang secara resmi mulai menerima pendaftaran pada 11 April 2020, saat ini telah menyerap 98% dari total target penerima Kartu Prakerja tahun 2020.
Total penerima Kartu Prakerja setelah ditutupnya pendaftaran gelombang 9 pada 21 September telah mencapai 5.480.918 atau 98% dari total kuota tahun 2020 yang sebesar 5.597.183 orang. Sisa kuota sebesar 116.261 akan diserap melalui pendaftaran gelombang 10 yang telah ditutup pada Senin, 28 September 2020.
AYO BACA : 150 Ribu Rekening Ditolak Menaker, Masih Bisa Cair BLT Tahap 4! Info Tahap 5 Kapan?
“Dengan demikian lengkaplah total kuota penerima Kartu Prakerja tahun anggaran 2020,” kata Airlangga dalam pernyataan resminya, Sabtu (26/9/2020).
Berdasarkan keterangan Airlangga, kemungkinan sudah tidak ada lagi gelombang Kartu Prakerja yang dibuka. Hal ini juga diperkuat berdasarkan penuturan dari Direktur Operasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Hengki Sihombing, yang menyatakan bahwa gelombang 10 merupakan gelombang terakhir.
AYO BACA : Pendaftaran Prakerja Gelombang 10 Sudah Ditutup, Yuk Ikutan Survei Evaluasi, Ada Insentif Rp50 Ribu
Namun, Head of Communication Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu, menuturkan ada 227.818 penerima Kartu Prakerja yang status kepesertaannya dicabut. Jumlah tersebut berdasarkan pencabutan kepesertaan dari gelombnag 1 hingga 5.
Pada gelombang 1 hingga 4, ada 180 ribu orang yang kepesertaannya dicabut. Lalu pada gelombang 5, Louisa menuturkan pihaknya mencabut 47.818 penerima.
"Pencabutan kepesertaan dilakukan sesuai dengan siklus batas akhir 30 hari setelah seseorang lolos seleksi," ujar Louisa, Senin (28/9/2020).
Ketika ditanya perihal akan diapakan 227.818 kuota tersebut, Louisa mengaku pihaknya sedang menunggu arahan dari Komite Cipta Kerja. “Datanya sedang kami konsolidasikan,” tuturnya, Kamis (24/9/2020).
Louisa membeberkan bahwa pihaknya harus melihat berapa banyak orang yang tidak membeli pelatihan pertama di setiap gelombang, sehingga akunnya terpaksa diblokir. Hingga berita ini diturunkan, Ayojakarta belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari pihak Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja terkait kuota tersebut.
AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: 40 RW di Jakarta Zona Merah, Ini Rinciannya

Share this article
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto mengatakan program Kartu Prakerja yang secara resmi mulai menerima pendaftaran pada 11 April 2020, saat ini telah menyerap 98% dari total target penerima Kartu Prakerja tahun 2020.