Kaum Difabel saat Pandemi Covid-19, Tak Berpenghasilan hingga Belum Dilirik Pemerintah

[Ilustrasi] Fasilitas ramah difabel. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

[Ilustrasi] Fasilitas ramah difabel. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Direktur Bandung Independent Living Centre (BILIC), Yuyun Yuningsing mengungkapkan, 81% kaum difabel di Kota Bandung terdampak pandemi Covid-19. Data tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan Yuyun kepada 149 difabel yang bertempat tinggal di Kota Bandung pada bulan April 2020.

Yuyun menuturkan, pandemi ini mengakibatkan pendapatan para difabel berpenghasilan menurun sebanyak 50% - 80% dari pendapatan biasanya. Hal ini membuat mereka kesulitan dari segi ekonomi sejak dua bulan terakhir.

“Kondisi peyandang disabilitas ini sekitar 81% dari responden merasakan iya berdampak negatif.  Untuk penghasilan, khususnya di sektor ekonomi, ini karena ada pandemi difabel berpenghasilan itu berkurang penghasilannya 50% - 80% dari yang biasanya. Ketiga, berapa besar pengurangannya? Itu hampir di atas Rp100.000 untuk hampir 80% responden menyatakan demikian,” kata Yuyun saat dihubungi, Senin (27/4/2020).

Salah satu kaum difabel yang terdampak adalah para difabel netra. Menurut Yuyun, sebagian besar dari difabel netra di Kota Bandung itu berprofesi sebagai pemijat panggilan dan pemijat di panti pijat. Pandemi ini, membuat pendapatan para difabel netra menurun drastis, karena sepinya panggilan  dan ditutupnya panti pijat tempat mereka mencari nafkah.  

“Sebelumnya memang tidak diberhentikan, tapi penurunan konsumen panti yang sangat signifikan menjelang PSBB, sehingga akhirnya dari pantinya merumahkan seluruh pekerja, termasuk banyaknya adalah pemijat netra. Kalau yang dia keluar rumah dipanggil untuk melakukan pijat, itu juga jadi sepi orderan, banyak juga dari dia yang akhirnya tidak bisa bekerja kembali karena tidak ada yang memanggil,” tuturnya.

Kaum difabel tuli pun ikut terdampak pandemi ini. Yuyun bercerita beberapa difabel tuli yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga telah dirumahkan oleh majikannya. Kondisi ini membuat mereka kesulitan menghidupi anak dan keluarganya di tengah wabah virus corona.

“Temen-temen tuli beberapa ada yang janda, kemudain dia seorang asisten rumah tangga yang dirumahkan oleh majikannya, dan saat ini kesulitan untuk mencari makan dan uang jajan kepada anak-anaknya,” ujarnya.

Ada juga difabel tuli yang bekerja sebagai driver ojek online dan tukang parkir, mereka pun mengeluhkan kondisi yang serupa. Sepinya pesanan ojek dan jarangnya kendaraan yang parkir, membuat penghasilan mereka terjun bebas dari biasanya. Bahkan beberapa dari mereka ada yang tidak berpenghasilan sama sekali sejak dua bulan terakhir.

AYO BACA : Dukungan Jokowi untuk Kaum Difabel, Ini Paparan Stafsus Angkie

Begitu pula dengan para difabel tuli yang tidak bekerja, mereka pun ikut terdampak karena orang tua atau penyangga keuangan di keluarganya turut kehilangan pekerjaan selama pandemi. Hal ini membuat keadaan ekonomi mereka memburuk dan sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tak jauh berbeda, para difabel daksa yang mayoritasnya berprofesi sebagai atlet turut menerima dampak buruk dari wabah Covid-19 ini. Saat ini, banyak dari mereka yang kehilangan penghasilan karena semua jadwal latihan dihentikan.

“Biasanya atlet ini punya jadwal untuk pelatihan, semenjak corona mewabah di Kota Bandung mereka banyak yang dirumahkan. Jadi tidak memiliki penghasilan, bahkan untuk yang event olahraga itu juga diundur atau ditiadakan. Sehingga secara otomatis maka teman-teman difabel daksa ini menjadi berkurang penghasilannya,” terang Yuyun.

Kaum difabel daksa yang berprofesi sebagai pedagang keliling juga ikut terdampak. Kini mereka tidak bisa menjajakan jualannya karena PSBB yang sedang berlangsung di Kota Bandung.

“Setelah PSBB banyak sekali komplek yang dia datangi menolak, karena penjaga kompleks itu tidak mengizinkan orang di luar untuk masuk. Sehingga dia akhirnya sudah cukup lama tidak bisa menjajakkan jualannya,” ungkapnya.

Bantuan Pemerintah yang Belum Merata

Sebenarnya, kata Yuyun, pemerintah sudah menyiapkan alokasi bantuan dana untuk kelompok masyarakat yang terdampak Covid-19, termasuk di dalamnya kaum difabel. Namun, berdasarkan informasi yang dia dapatkan, bantuan tersebut belum merata karena masih ada difabel yang luput dari pendataan oleh RT maupun RW di tempat tinggal mereka.

“Beberapa organsasi penyandang disabiltias mengontak Bilic untuk menanyakan apakah ada bantuan apakah ada kepedulian bagi penyandang disabilitas. Akhirnya melihat itu kami juga merespons dan mengupayakan dengan melakukan kontak kepada pemerintah, agar pendataannya jalurnya itu tidak satu-satunya melalui RT atau RW setempat, karena disinyalir penyandang disabilitas itu bisa luput dari pendataan,” kata Yuyun.

AYO BACA : Stafsus Angkie Ingin Media Tak Lagi Gunakan Kata Cacat

Mengetahui kondisi tersebut, Yuyun meminta pemerintah untuk bersinergi dengan organusasi penyandang disabilitas di Kota Bandung, dalam hal pendataan difabel yang terdampak Covid-19. Hal ini dirasa perlu dilakukan, agar penyaluran bantuan bisa merata dan para difabel terdampak bisa menerima hak mereka.

“Tapi ada juga penyandang disabilitas yang dia terdampak Covid-19, tapi belum pernah menerima bantuan atau masuknya kategori non-BDT,” ujarnya.

“Yang non-BDT ini yang kami coba usulkan, agar pemerintah terkait berkenan menerima data dari organisasi penyandang disabilitas. Karena organsiasi ini, satu memiliki data, dua memiliki jaringan, ketiga mereka juga memiliki relawan yang peduli penyandang disabilitas. Jadi jika data itu bisa diintegrasikan, bisa dijadikan salah satu sumber, maka pemerintah diharapkan mau menggandeng organsiasi untuk melakukan pendataan,” lanjutnya.

Salurkan Bantuan

Yuyun mengungkapkan, di luar sana masih ada kaum difabel yang belum tersentuh oleh bantuan dana dari pemerintah dan sangat membutuhkan pertolongan. Karenanya, Yuyun bersama organisasi penyandang disabilitas lain di Kota Bandung, berinisiatif menggalang dana bantuan secara mandiri untuk para kaum difabel yang menjadi prioritas penerima bantuan.

“Akhirnya kami mengupayakan mencari bantuan secara mandiri dari nonpemerintah. Kami selaku OPD yang saat itu belum bisa memberikan solusi dari permasalahan yang cukup genting, dengan mengupayakan askes masuknya data ke pemerintah terkait, namun Allah memberikan jalan, mempertemukan kami dengan orang-orang yang gemar sedekah dan di luar dugaan, tanpa banyak aturan dan administrasi, langsung bergerak menggalang bantuan,” ujarnya.

Tak butuh waktu lama, BILIC berhasil menyalurkan ratusan paket sembako untuk para kaum difabel yang terdampak Covid-19. Meskipun belum bisa menghimpun seluruh difabel di Kota Bandung, katanya, setidaknya para difabel yang menjadi prioritas atau kondisinya cukup buruk bisa segera menerima bantuan.

Meskipun sudah berupaya mengumpulkan dana bantuan secara mandiri, Yuyun mengaku bantuan tersebut masih jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan para kaum difabel selama pandemi berlangsung. Mengakses dana bantuan dari pemerintah, ucap Yuyun, masih merupakan prioritas utama bagi para difabel di kondisi saat ini.

“Karena kalau sembako pun kita kasih hanya berapa hari juga itu habis. apalagi kondisinya sekarang di Ramadan ini, ini hanya beberapa hari saja akan habis. Tapi dengan mengakses bantuan pemerintah setidaknya akan ada rentang sampai tiga empat bulan penerimaan bantuannya,” katanya.

Yuyun mengungkapkan akan terus berupaya menjalin komunikasi dengan pemerintah sampai penyaluran dana bisa merata ke setiap difabel yang membutuhkan. (Vina Elvira)

AYO BACA : Orderan Sepi, Penjahit Difabel Slawi Beralih Produksi Masker

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Hiburan 05 Jun 2026, 18:55 WIB

Sedang Berkonflik dengan Sarwendah, Ruben Onsu Tulis Pesan Haru di Hari Ulang Tahun Anak

Meski hubungan dengan Sarwendah memanas akibat video viral, Ruben Onsu tetap fokus pada anak. Ia mengucapkan ultah menyentuh untuk Thalia dan berharap pihak luar tak memperkeruh mental anak mereka.

Nasional 05 Jun 2026, 17:55 WIB

PNM Hadir hingga Pulau Arar, Perkuat Akses Keuangan bagi Perempuan Pesisir Papua

PNM Mekaar bantu perempuan di Pulau Arar, Papua Barat Daya, mengembangkan usaha, memperbaiki rumah, dan akses keuangan.

News 05 Jun 2026, 17:44 WIB

Isu Reshuffle Kembali Mencuat, Kabar Purbaya Mundur dari Menkeu hingga Said iqbal Disebut akan Masuk Kabinet, Benarkah?

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara soal kabar Purbaya mundur dari Menkeu dan Said Iqbal masuk kabinet, begini katanya.

Gadget 05 Jun 2026, 17:29 WIB

Samsung Segera Rilis Galaxy Fold 8 dalam Waktu Dekat, Intip Bocoran Spesifikasinya

Samsung Galaxy Z Fold 8 & 8 Ultra masuk sertifikasi Bluetooth. Varian standar hadir dengan layar luar lebih lebar mirip paspor untuk ergonomi, sementara varian Ultra tawarkan kamera & mesin premium.

Nasional 05 Jun 2026, 16:10 WIB

Gebrakan Anyar Nanik S Deyang Setelah Ditunjuk jadi Kepala BGN: Efisiensi Anggaran hingga Perbaiki Kualitas MBG 2026

Nanik S Deyang menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anggaran yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

Metropolitan 05 Jun 2026, 15:42 WIB

Angkat Tema 'Navigating Resilience' Taman Ismail Marzuki jadi Tuan Rumah Jakarta Future Festival 2026 Mulai 5-7 Juni, Ini Persiapannya

JFF 2026 akan menghadirkan berbagai diskusi, pameran, hingga kolaborasi lintas sektor yang membahas masa depan Jakarta.

Jakarta Pusat 05 Jun 2026, 15:21 WIB

Pramono Pastikan JPO Senen Sentral Sudah Beroperasi Penuh Sejak Kamis Sore, Sempat Terhambat karena Masalah Administrasi dan Komunikasi

Sebelumnya JPO ini sempat tertutup akibat proses perbaikan pascakerusakan yang terjadi pada aksi unjuk rasa tahun 2025 lalu.

Gadget 05 Jun 2026, 15:01 WIB

Adu Spesifikasi Vivo X300 Ultra vs OPPO Find X9 Ultra, Mana yang Lebih Gacor?

Vivo X300 Ultra (Rp26 jt) & Oppo Find X9 Ultra (Rp28 jt) bersaing ketat. Oppo unggul di baterai 7.050 mAh, performa AnTuTu, zoom, & ColorOS matang. Vivo elegan, punya fitur MacBook.

Metropolitan 05 Jun 2026, 14:23 WIB

Pengumuman untuk Warga Jakarta, Distribusi Air PAM Jaya Alami Gangguan Sementara Mulai Malam Ini Jam 23.00 WIB, Berikut Wilayah yang Terdampak

Dikutip dari akun Instagram @dkijakarta, suplai air diperkirakan akan kembali normal bertahap pada Sabtu, (6/6) mulai pukul 03.00 WIB.

Metropolitan 05 Jun 2026, 14:08 WIB

Syaratnya Hanya KTP DKI, Pemprov Jakarta Buka 20843 Lowongan Kerja Padat Karya, Gaji UMP!

Kabar gembira bagi kamu warga ibu kota yang sedang mencari pekerjaan, Pemprov DKI Jakarta diketahui membuka 2.843 lowongan kerja padat karya.

Metropolitan 05 Jun 2026, 14:01 WIB

Menuju Perayaan HUT ke 499 Kota Jakarta, Berikut Rangkaian Acara Seru yang Digelar Mulai Hari Ini hingga 12 Juni 2026

Di pekan pertama Juni 2026, sejumlah acara menarik akan digelar di sejumlah titik seperti di Taman Ismail Marzuki hingga Jiexpo Kemayoran.

Jakarta Pusat 05 Jun 2026, 13:40 WIB

1 Orang Meninggal Dunia, Kebakaran di Cideng Tanah Abang Diduga Akibat Ledakan Kompor Gas

Diduga akibat ledakan kompor gas tiga rumah semi permanen di Jalan Citarum Atas RT 18 / RW 01 Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat, 5 Juni 2026 pagi hangus terbakar.

Jakarta Utara 05 Jun 2026, 13:32 WIB

Progres Capai 50 Persen, Sudin SDA Jakarta Utara Perbaiki Kali Sunter Upaya Atasi Banjir!

Progres sudah mencapai 50 persen, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara terus melakukan perbaikan turap Kali Sunter di Jalan Yos Sudarso.

News 05 Jun 2026, 12:52 WIB

HET MinyaKita Dikabarkan akan Mengalami Kenaikan, jadi Berapa? Ini Bocoran dari Pemerintah

Keputusan ini diambil menyusul kenaikan harga minta sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang akan terjadi dalam satu atau dua minggu ini.

Jakarta Timur 05 Jun 2026, 12:41 WIB

Satpel SDA Kramat Jati Perbaiki Turap Saluran PHB Induk Batu Ampar Sepanjang 50 Meter

Kepala Satpel SDA Kecamatan Kramat Jati, Muchlis, mengatakan perbaikan difokuskan pada bagian turap yang mengalami keretakan dan penurunan struktur.

Metropolitan 05 Jun 2026, 11:41 WIB

CFD di Rasuna Said Dimulai 7 Juni 2026 Pukul 05.30-09.00 WIB, Berikut Info Rute Alternatif Lalu Lintasnya

Pelaksanaan CFD di Rasuna Said akan berdampak pada pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang terhubung langsung dengan kawasan tersebut.

News 05 Jun 2026, 11:28 WIB

Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator Kasus Dugaan Korupsi MBG, Siap Bongkar Nama Penting?

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya akan mengajukan permohonan sebagai justice collaborator (JC) kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jakarta Timur 05 Jun 2026, 10:54 WIB

Puskesmas Matraman Kini Punya Gedung 4 Lantai, Pramono: Layak Jadi Rumah Sakit

Kehadiran Puskesmas Matraman yang lebih modern ini diharap mampu meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat di wilayah terserbut dan sekitarnya.

Metropolitan 05 Jun 2026, 10:41 WIB

Tanggal 6-7 Juni Kawasan GBK Diprediksi Padat, Deretan Rute Transjakarta yang Bisa Digunakan!

Masyarakat diimbau untuk menggunakan transportasi umum (Transum) menuju lokasi pelaksanaan berbagai acara berskala nasional dan internasional yang akan berlangsung di Kawasan GBK

News 05 Jun 2026, 10:07 WIB

Mobil Tangki BBM Terbakar di Tol Cisumdawu, Pertamina JBB Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Mobil tangki BBM terbakar di Tol Cisumdawu. Pertamina memastikan seluruh awak selamat dan pasokan BBM tetap aman.