PAGARALAM, AYOJAKARTA.COM -- Bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang masuk jurang di liku Lematang, Desa Perahu Dipo Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam, Sumatra Selatan, Senin (23/12/2019) tengah malam.
Kepala Kantor Basarnas Palembang, Berty DJ Kowaas di Palembang, Selasa menyebutkan, berdasarkan informasi timnya, tercatat 25 korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus nahas itu.
Berdasarkan data RSUD Besemah Pagaralam, Selasa (25/12), dari tujuh korban meninggal dunia termasuk di antaranya sopir bus atas nama Fery dan kernet bus atas nama Yuda.
Bus Sriwijaya Jenis Mitsubishi Fuso Plat No Polisi BD 7031 AU rute Bengkulu-Palembang berpenumpang lebih dari 30 orang dilaporkan masuk ke jurang sedalam 75 meter di Liku Lematang Desa Perahu Dempo Kota Pagaralam pada Senin malam pukul 23.15 WIB. Bus yang disopiri Fery tersebut awalnya mengangkut 27 penumpang saat berangkat, namun menjadi 54 penumpang dalam perjalanan.
Dilaporkan 24 korban meninggal dunia dan 13 orang selamat meskipun luka. Namun, berdasarkan keterangan Kemenhub, 25 orang meninggal dunia.
Berikut tujuh nama korban meninggal dunia tersebut:
1. Fery (sopir), alamat Kota Bengkulu
2. Yuda Sanjaya(kernet), alamat Empat Lawang, Sumsel
3. Ilyas, alamat Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Sumsel
4. Warsono, alamat Jalan Sabar Jaya, Banyuasin, Sumsel
5. Imron, alamat Jalan Enggano, Kelurahan Pasar Bengkulu
6. Ali Jaya, alamat Jalan Bandara, Bengkulu
7. Feri, alamat Belakang Pondok Kecamatan Batu Samban, Bengkulu

Share this article
Kepala Kantor Basarnas Palembang, Berty DJ Kowaas di Palembang, Selasa menyebutkan, berdasarkan informasi timnya, tercatat 25 korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus nahas itu. Berdasarkan data RSUD Besemah Pagaralam, Selasa (25/12), dari tujuh korban meninggal dunia termasuk di antaranya sopir bus atas nama Fery dan kernet bus atas nama Yuda.