MENTENG, AYOJAKARTA.COM -- Penunjukan tujuh staf khusus Presiden Joko Widodo dari kalangan milenial diharapkan mampu menjadi penggerak untuk membantu sejumlah program pemerintah.
''Kita semua pasti berharap masuknya anak-anak muda ini bisa membawa perubahan harapan baru, wajah baru,'' ujar Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera Muhammad Kholid dalam diskusi bertajuk Efek Milenial di Lingkaran Istana di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2019).
Menurutnya, jika hal itu merupakan komitmen Presiden Jokowi untuk memberikan kesempatan pada generasi baru tentu jangan hanya sebatas mencari perhatian publik dengan memunculkan sejumlah nama anak muda.
''Ini tidak hanya sekadar akomodasi politik, pencitraan, gimik dan sebagainya,'' kata Kholid.
Dia mengajak masyarakat untuk sama-sama mengawasi. PKS sendiri sebagai partai yang sudah berkomitmen menjadi oposisi Juga akan terus mengawal kebijakan-kebijakan Presiden Jokowi terutama kepada kaum milenial.
''Nanti kita pisahkan melihat apakah bapak presiden atau pemerintahan yang baru ini pro terhadap milenial sesuai dengan kebijakannya. Kita akan terus mengawasinya,'' beber Kholid.
Adapun, tujuh staf khusus Presiden Jokowi berasal dari kalangan milenial yaitu Founder dan CEO Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara (29), Founder dan CEO Creativepreneur Putri Tanjung (23), Founder dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra (32), Pendiri Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi (36). Kemudian Pendiri Yayasan Kitong Bisa dan Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia Gracia Billy Mambrasar (31), Pendiri Thisable Enterprise dan Kader PKPI Angkie Yudistia (32), dan aktivis kepemudaan mahasiswa Aminuddin Maruf (33).

Share this article
Penunjukan tujuh staf khusus Presiden Joko Widodo dari kalangan milenial diharapkan mampu menjadi penggerak untuk membantu sejumlah program pemerintah.