JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Presiden Joko Widodo tak mencanangkan target 100 hari karena pemerintahannya kali ini melanjutkan program periode 2014-2019.
"Tidak ada target 100 hari, tidak ada karena kita akan melanjutkan dari yang sebelumnya," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Rabu siang (23/10/2019).
Presiden menyampaikan hal tersebut seusai melantik 34 orang menteri dan 4 orang kepala lembaga Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta.
"Yang jelas kita akan mengejar pertama, berkaitan dengan defisit neraca perdagangan, defisit transaksi berjalan kemudian membuka lapangan pekerjaan," tambah Presiden.
Caranya menurut Jokowi, dengan menarik investor sebanyak-banyaknya.
"Sehingga muncul ruang-ruang kerja yang seluas-luasnya, kemudian reformasi birokrasi," kata Presiden.
Reformasi birokrasi itu dilakukan dengan cara mengubah hal-hal yang rumit dan ruwet menjadi hal-hal yang sederhana.
"Kemudian tentu saja prioritas utama kita lima tahun ke depan adalah pembangunan SDM, hal-hal yang berkaitan dengan itu harus digarap secara beramai-ramai sehingga memunculkan sebuah daya saing memunculkan sebuah competitiveness index yang meloncat lebih baik dan yang paling akhir penggunaan APBN yang fokus dan terarah," ujar Presiden menegaskan.

Share this article
Presiden Joko Widodo tak mencanangkan target 100 hari karena pemerintahannya kali ini melanjutkan program periode 2014-2019.