AYOJAKARTA.COM – Peluncuran buku berjudul Jokowi’s White Paper yang sedianya dilangsungkan di University Club Hotel UGM, batal digelar.
Selain karena dianggap bermuatan politis, pihak yang terlibat dalam peluncuran buku Jokowi’s White Paper menurut University Club Hotel UGM juga tidak bersikap terbuka.
Karena adanya perbedaan pernyataan saat melakukan reservasi, Pengelola University Club Hotel UGM memutuskan tidak memfasilitasi peluncuran buku berjudul Jokowi’s White Paper.
Baca Juga: Cara Beli Tiket Big Match Persija Jakarta vs Malut United di Ajang Super League 2025/2026
Pernyataan terkait dengan alasan pembatalan izin penggunaan lokasi tersebut, disampaikan langsung oleh I Made Andi Arsana selaku Jubir UGM.
Meski menyayangkan pembatalan tersebut, Rismon Sianipar beserta dengan Roy Suryo serta Dokter Tifa dan sejumlah tokoh lainnya tetap melangsungkan peluncuran buku.
Bukan berlangsung di ruang rapat sebagaimana sebelumnya direncanakan, proses peluncuran buku tetap dilakukan di kawasan UC UGM dengan kondisi serba terbatas.
“Kami tidak diizinkan menggunakan meeting roomnya, Polsek Bulaksumur dan Lidik UGM itu melarang kami untuk menyelenggarakan peluncuran,” ungkap Rismon.
Selain upaya intimidasi, Rismon Sianipar yang merupakan salah satu Penulis juga menyebut bahwa buku Jokowi’s White Paper merupakan hasil kajian akademis bukan politis.
Sehingga upaya pembatalan pemberian izin yang dilakukan oleh Pihak UC Hotel UGM, menurut Rismon terbilang mengada-ada.
Acara peluncuran buku yang dihadiri oleh sekitar 30 hingga 50-an orang tersebut, menurut Rismon bukan sesuatu untuk dibayangi dengan aksi represi.
Sehubungan dengan isi buku dengan jumlah halaman mencapai sekitar 700, menurut Rismon berisi berbagai pendekatan ilmiah untuk melakukan pengkajian terhadap suatu objek.
Disamping berisi tentang metodologi penelitian yang dilakukan, dalam buku Jokowi’s White Paper juga menyoal sejumlah kejanggalan terkait proses akademik Jokowi di UGM.
“Kami merasa terintimidasi karena listrik dan AC-nya sengaja dimatikan sejak awal, jadi kami panas-panasan dan gelap-gelapan,” imbuhnya.
Melalui buku tersebut, Rismon memberikan akses penuh dan terbuka kepada publik untuk dapat melakukan pengkajian dan pendalaman seputar ijazah Jokowi yang diduga palsu.
Terkait dengan peluncuran buku yang telah dilakukan oleh Roy Suryo Cs, Freddy Damanik selaku Waketum Projo mengaku tidak mempersoalkan penerbitan buku tersebut.
Baca Juga: Bocoran Terbaru Drama Korea Twelve, Ma Dong Seok Bertemu Sosok Jahat yang Berambisi Menguasai Dunia
Meski belum membaca buku Jokowi’s White Paper, Freddy menganggap seluruh substansi di dalamnya sudah diketahui oleh publik.
Berbagai pernyataan yang terjadi seputar dugaan kasus ijazah palsu milik Jokowi, menurut Freddy sudah terbantahkan sehingga pihaknya tidak perlu membuat buku tandingan.
Namun demikian, Freddy mengingatkan agar setiap bentuk ekspresi yang disampaikan ke publik tetap harus mengindahkan hak-hak orang lain.
“Ini negara hukum, yang penting tidak melanggar hak-hak orang lain,” tegasnya dikutip Ayojakarta dari YouTube Kompas TV. ***

Share this article
Peluncuran buku Jokowi’s White Paper di UC UGM batal digelar, disebut bermuatan politis; acara tetap berlangsung terbatas di luar ruang.