AYOJAKARTA.COM - Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, secara eksplisit meminta kepada kader partainya dan anggota organisasi sayap partai untuk tidak memperbincangkan secara terbuka mengenai kemungkinan pencalonannya untuk masa jabatan kedua sebagai Presiden.
Dalam pidatonya yang disampaikan pada acara Kongres ke-4 Pengurus Pusat Tunas Indonesia Raya (PP Tidar) yang diselenggarakan di Jakarta pada Sabtu, 17 Mei 2025.
Prabowo dengan tegas mengingatkan para pendukungnya bahwa dukungan dan harapan mereka terhadap pencalonannya untuk periode kedua sebaiknya disimpan dalam hati saja dan tidak perlu digaungkan secara berlebihan di ruang publik.
Baca Juga: Kabar Gembira! KKS BRI dan BNI Sudah Cair, Cek Sekarang Status Kartu Kamu
Pernyataan tersebut menjadi sorotan penting mengingat sebelumnya telah muncul berbagai spekulasi dan bahkan dukungan terbuka dari internal Partai Gerindra mengenai kemungkinan Prabowo untuk kembali maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Meskipun masa kepemimpinannya saat ini baru berjalan sekitar empat bulan sejak dilantik pada Januari 2025.
Dalam pidatonya yang penuh kerendahan hati, Prabowo menekankan bahwa keputusannya untuk maju kembali dalam Pilpres 2029 akan sangat bergantung pada evaluasi komprehensif terhadap pencapaian kinerja pemerintahannya selama lima tahun ke depan.
Dia menegaskan komitmen pribadinya untuk tidak mencalonkan diri kembali apabila merasa tidak mampu mencapai target-target yang telah dicanangkan selama masa kepemimpinannya pertama.
Baca Juga: Update Terkini! Ribuan KPM PKH dan BPNT Belum Terima Dana Tahap Kedua per 19 Mei 2025
"Menentukan apakah Prabowo Pir (pencalonan kembali) atau tidak, selain yang Maha Kuasa, Prabowo sendiri. Kalau saya menil, kalau saya menilai bahwa diri saya tidak mencapai apa yang saya canangkan, saya tidak mau maju lagi sebagai presiden Indonesia," tegas Prabowo yang langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin yang mengikuti kongres tersebut.
Pernyataan tersebut menunjukkan sikap negarawan Prabowo yang menjadikan keberhasilan program dan kebijakan pemerintahannya sebagai tolok ukur utama dalam menentukan arah politiknya di masa depan, bukan semata-mata ambisi politik personal atau tekanan dari lingkaran internal partainya.
Meskipun Prabowo mengisyaratkan kehati-hatian dalam membicarakan pencalonan kembali, patut dicatat bahwa Partai Gerindra sebagai kendaraan politik utamanya telah secara resmi mendeklarasikan dukungan untuk mencalonkan Prabowo dalam Pilpres 2029.
Keputusan strategis ini telah diambil melalui forum tertinggi partai yaitu Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra yang diselenggarakan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor pada tanggal 13 Februari 2025, hanya beberapa minggu setelah Prabowo resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, saat itu menegaskan bahwa hasil kongres telah meminta Prabowo untuk bersedia maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.
Dinamika politik ini menggambarkan adanya tarik-menarik antara sikap personal Prabowo yang ingin fokus pada pencapaian program pemerintahan terlebih dahulu dengan tekanan politik dari mesin partai yang sejak dini telah mempersiapkan strategi untuk mempertahankan kekuasaan politik untuk periode kepemimpinan selanjutnya.***

Share this article
Prabowo minta kader Gerindra tak bahas pencalonannya di Pilpres 2029. Fokusnya kini pada kerja pemerintahan, bukan ambisi politik dini.