Usai Lebaran Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tidak Halangi Perantau, namun Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja Lokal

Dedi Mulyadi menyatakan tidak melarang warga dari luar daerah yang ingin merantau ke tanah Pasundan untuk mencari penghidupan lebih baik.

Dedi Mulyadi menyatakan tidak melarang warga dari luar daerah yang ingin merantau ke tanah Pasundan untuk mencari penghidupan lebih baik.

AYOJAKARTA.COM - Pasca libur Lebaran, fenomena mudik balik yang disertai dengan membawa sanak keluarga untuk merantau telah menjadi hal yang umum terjadi di Indonesia.

Di Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi secara tegas menyatakan tidak melarang warga dari luar daerah yang ingin merantau ke tanah Pasundan untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Menurut penjelasan Gubernur, fenomena migrasi penduduk ke kawasan industri setelah periode Lebaran merupakan kejadian yang terjadi setiap tahun dan tidak mungkin dihalangi karena hal tersebut merupakan hak konstitusional sebagai warga negara Indonesia.

"Kita enggak bisa menghalangi orang untuk datang ke Jawa Barat karena itu hak. Karena ini Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkap Dedi dengan jelas.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa Jawa Barat memang menjadi daya tarik utama bagi para pencari kerja dari berbagai daerah karena keberadaan sentra-sentra industri yang banyak dan pertumbuhan ekonomi yang pesat.

"Yang datang ke Jawa Barat begini kan di mana-mana ya tumbuhnya pasti seperti itu. Kalau setiap ada kawasan industri pasti orang datang untuk ke kawasan industri untuk bekerja. Kalau setiap ada pertumbuhan ekonomi orang pasti datang untuk ikut menikmati pertumbuhan ekonomi. Karena Jawa Barat kan sentra-sentra industri dan sentra pertumbuhan. Artinya dari mana pun ya pasti datang ke sini," jelasnya dengan rinci.

Baca Juga: Viral Dijuluki 'Bupati Jepang', Lucky Hakim Akui Salah Paham Soal Izin Perjalanan Luar Negeri

Meski tidak menerapkan kebijakan larangan, Gubernur Dedi Mulyadi menekankan pentingnya proteksi dan perhatian khusus terhadap tenaga kerja lokal melalui peningkatan kualitas dan daya saing di tengah derasnya arus migrasi penduduk ke Jawa Barat.

Ia menilai bahwa peningkatan kualitas SDM lokal merupakan prioritas dan kunci penting agar warga asli Jawa Barat tidak tersingkir atau kalah dalam kompetisi tenaga kerja yang semakin ketat dengan pendatang dari luar daerah.

"Yang harus kita lakukan adalah hari ini adalah anak-anak Jawa Barat itu diprotektif dengan meningkatkan antibodi kemampuannya profesionalismenya," tutur Dedi dengan penuh keyakinan.

Strategi konkret yang diusulkan Gubernur adalah perbaikan menyeluruh pada sistem rekrutmen tenaga kerja di provinsi tersebut, terutama fokus pada pengembangan dan implementasi sistem rekrutmen berbasis online yang efektif dan transparan.

Baca Juga: Prabowo Subianto Diam-Diam Temui Megawati Soekarnoputri, Pengamat Ungkap Potensi Akan Terjadinya Rekonsiliasi Politik

"Caranya bagaimana ya caranya tadi caranya adalah perbaiki sistem rekrutmen tenaga kerja di Jawa Barat. Sistem rekrutmen online-nya harus dibangun. Anak-anak Jawa Barat harus mampu bersaing dengan tenaga kerja yang dari luar Jawa Barat di Provinsi Jawa Barat," tegas Dedi.

Melalui sistem ini, diharapkan tenaga kerja lokal dapat memperoleh kesempatan yang lebih adil dan setara dalam proses rekrutmen di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Jawa Barat.

Sementara itu, di tingkat pemerintahan kota, Walikota Bandung Farhan mengambil pendekatan yang sedikit berbeda dengan menerapkan kebijakan pembatasan melalui operasi yustisi terhadap para pendatang baru pasca libur Lebaran.

Berbeda dengan sikap Gubernur yang lebih terbuka, Farhan lebih memilih untuk melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap jumlah pendatang di kota yang dipimpinnya.

Meski demikian, Farhan memperkirakan bahwa jumlah perantau yang akan datang ke Kota Bandung tidak akan signifikan, dengan prediksi tidak lebih dari 5.000 orang.

"Warga barunya kita perkirakan enggak akan sampai 5.000 orang ya. Tapi ya tetap kita lakukan antisipasi di Cicahem terutama. Kita minta untuk para pendatang mendaftarkan diri," kata Farhan dalam pernyataannya.

Baca Juga: Masih Belum ke Jakarta? Pemkot Kediri Gelar Balik Mudik Gratis untuk 200 Orang

Meskipun jumlahnya diprediksi tidak terlalu banyak, pemerintah kota tetap mengambil langkah-langkah antisipatif dengan melakukan operasi pemeriksaan, terutama di daerah Cicahem yang dikenal sebagai salah satu pintu masuk utama bagi para pendatang ke Kota Bandung.

Sebagai bagian dari upaya pengendalian populasi pendatang baru, pemerintah kota juga memberlakukan kewajiban bagi para perantau untuk melakukan pendaftaran diri secara formal kepada pihak berwenang setempat.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 07 Jun 2026, 23:11 WIB

Subsidi Capai Rp400 Miliar, Pemprov DKI Berencana Sesuaikan Tarif Transjabodetabek hingga Fasilitas Layanan

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI akan menyiapkan strategi untuk menyesuaikan tarif layanan Transjabodetabek.

Metropolitan 07 Jun 2026, 22:38 WIB

HUT ke-499 DKI Jakarta, Pramono Anung Berencana Gratiskan Sejumlah Destinasi Wisata hingga Transportasi Umum!

Jelang perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-499  kota Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berencana akan meng-gratiskan sejumlah destinasi wisata di Ibu kota.

Pendidikan 07 Jun 2026, 22:07 WIB

SPMB DKI Jakarta 2026, DPRD DKI: Siap Mengawal Kebijakan yang Diterapkan

Menanggapi proses SPMB di DKI Jakarta, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani memastikan, pihaknya akan terus mengawal pelaksanaan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Metropolitan 07 Jun 2026, 20:26 WIB

Viral Pulau Sampah di Pesisir Muara Angke, Pemprov DKI: 100 Personel Diturunkan Bersihkan Sampah Selama 4 Hari

Sempat ramai di media sosial pulau sampah d pesisir Muara Angke, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung minta DLH DKI secara rutin lakukan pembersihan sampah.

Metropolitan 07 Jun 2026, 20:06 WIB

Berhadiah Insentif Pajak! Pemprov DKI Jakarta akan Gelar Gerakan Pilah Sampah untuk Industri Hotel, Restoran hingga Kafe

Berhadiah insentif pajak, Pemprov DKI Jakarta siap gelar kompetisi gerakan pilah sampah untuk sektor industri hotel, restoran, dan kafe (Horeka).

Bisnis 07 Jun 2026, 17:42 WIB

BTN Perkuat Kualitas Kredit Baru Lewat Digitalisasi dan Manajemen Risiko Terintegrasi

BTN sukses menekan rasio kredit bermasalah lewat transformasi Loan Factory yang memperkuat kualitas aset dan efisiensi.

Nasional 07 Jun 2026, 13:08 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Jasa Marga Tegaskan Aksi Nyata Kurangi Emisi Karbon

Jasa Marga memperkuat komitmen iklim melalui Roadmap Net Zero Emission dan berbagai aksi pengurangan emisi.

Nasional 07 Jun 2026, 12:56 WIB

PNM Dorong Pemberdayaan dan Kenaikan Pendapatan Nasabah untuk Lawan Rentenir

PNM Mekaar hadir dengan pembiayaan dan pendampingan untuk membantu nasabah berkembang serta menjauhi rentenir.

Bisnis 07 Jun 2026, 12:46 WIB

HR Asia Anugerahkan BNI Predikat Best Companies to Work for in Asia 2026

BNI kembali meraih Best Companies to Work for in Asia 2026 dari HR Asia berkat budaya kerja dan SDM unggul.

News 07 Jun 2026, 12:36 WIB

Pertamina Patra Niaga JBB Tegaskan Distribusi BBM Publik Normal usai Kecelakaan Mobil Tangki Industri di Cipali

Pertamina memastikan pasokan dan distribusi BBM masyarakat tetap aman pascainsiden mobil tangki industri di Tol Cipali.

Metropolitan 07 Jun 2026, 12:34 WIB

CFD Rasuna Said Bukan Hanya Tempat Olahraga, Turut Jadi Ruang Sosialisasi Pilah Sampah!

Selain menjadi tempat baru untuk berolahraga, CFD Rasuna Said menjadi tepat untuk memberikan informasi terkait Gerakan memilih sampah.

Metropolitan 07 Jun 2026, 12:23 WIB

CFD Rasuna Said Resmi Dibuka, Pramono Anung: Potensi Jadi Landmark Baru

Resmi dibuka rutin tiap minggu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir di Car Free Day (CFD) dengan berolahraga di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/6).

Sport 07 Jun 2026, 11:38 WIB

Raymond-Joaquin ke Final Indonesia Open 2026, BNI Tegaskan Pentingnya Pembinaan

BNI mengapresiasi Raymond-Joaquin yang lolos ke final Indonesia Open 2026 sebagai hasil pembinaan berkelanjutan.

Metropolitan 07 Jun 2026, 10:43 WIB

Pemprov DKI Bekerjasama dengan BMKG Siapkan EWS, Ini Deretan Fungsinya!

Upaya menjadi sistem peringatan dini kualitas udara, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sedang menyiapkan early warning system (EWS).

Metropolitan 07 Jun 2026, 10:14 WIB

Imbauan Gunakan Masker! Kualitas Udara DKI Jakarta Terburuk ke 2 di Dunia, Bisa Picu Penyakit ISPA

Imbauan bagi masyarakat yang akan beraktivitas di luar rumah pada Minggu, 7 Juni 2026 untuk menggunakan masker.

Metropolitan 07 Jun 2026, 09:58 WIB

Dipastikan Cerah! BMKG Prediksi Cuaca DKI Jakarta Minggu 7 Juni Tidak Ada Hujan, Suhu Capai 35 Derajat!

Informasi prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Minggu, 7 Juni 2026.

Ekonomi 07 Jun 2026, 06:31 WIB

Satu Dekade, Public Gold Indonesia Targetkan 10 Juta Pelanggan di 2030

Public Gold Indonesia tidak hanya dipercaya menjadi layanan penyedia logam mulia bagi individu maupun korporasi, tetapi secara aktif mengedukasi masyarakat untuk memahami emas

Internasional 06 Jun 2026, 23:15 WIB

Iran Balas Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Selat Hormuz Terancam Ditutup Total

Iran menyerang pangkalan militer AS di Kuwait & Bahrain dengan rudal balistik. Dampaknya, pasar energi global terguncang, Selat Hormuz terancam ditutup, dan Rupiah sempat anjlok ke Rp18.095 per dolar

Metropolitan 06 Jun 2026, 21:16 WIB

Info Lengkap Reading Hours Jakarta Future Festival 2026: Lokasi, Jadwal, dan Cara Ikut

Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di TIM gelar sesi gratis "Reading Hours" bersama Silent Book Club Jakarta pada Minggu, 7 Juni, jam 09.00-10.00 WIB. Cukup bawa buku sendiri ke Lobi Gedung Trisno.

Ekonomi 06 Jun 2026, 19:40 WIB

Makan Bergizi Gratis Bikin APBN Jebol? Ini Jawaban Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Menkeu Purbaya tegaskan program Makan Bergizi Gratis tak ancam APBN, defisit aman 2-3%. Meski ada sentimen negatif, ekonomi kuat. Program libatkan UMKM & disinergikan dengan BI demi stabilitas Rupiah.