AYOJAKARTA.COM – Setelah sempat viral karena melibatkan pinjaman online (pinjol), mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar audiensi dengan pihak rektorat.
Audiensi dengan pihak rektorat bertujuan untuk mencari titik temu antara mahasiswa dengan Institut Teknologi Bandung.
Sebelumnya, para mahasiswa mengeluhkan kebijakan Institut Teknologi Bandung yang membuat kebijakan menyangkut pembayaran Uang Kuliah Tunggal atau UKT.
Akibat skema pinjaman online yang ditawarkan dan dinilai memberatkan, pada 29 Januari 2024 lalu para mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa.
Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta agar pihak kampus bersikap lebih toleran dalam menyikapi kondisi keuangan yang dirasakan para mahasiswa.
Selain itu, para mahasiswa juga meminta agar pihak ITB memberikan jaminan bagi rekan-rekannya yang terkendala keuangan untuk tetap bisa berkuliah.
Adanya keterlibatan perusahaan pinjol di dalam civitas ITB, membuat mahasiswa memberi julukan baru bagi almamaternya dengan Institut Tapi Berpinjol.
Berdasarkan sumber yang didapat dari Danacita, selain ITB, sejumlah kampus di Indonesia juga berafiliasi dengan perusahaan pembiayaan tersebut.
Adapun lembaga pendidikan tinggi yang bermitra dengan Danacita antara lain Universitas Bina Sarana Informatika, Tarumanegara, dan Universitas Ciputra.
Sehubungan dengan adanya keterlibatan lembaga pendanaan yang bermitra dengan perguruan tinggi, mantan Gubernur Jawa Barat memberi tanggapan.
Menurut Ridwan Kamil yang juga merupakan alumni ITB Jurusan Teknik Arsitektur, mahasiswa perlu melihat fenomena pinjol dari berbagai perspektif.
Keberadaan perusahaan pinjol menurut Ridwan Kamil bisa menjadi jalan keluar bagi mahasiswa yang mengalami kendala ekonomi.
Namun demikian, pihak pinjol juga perlu membuat skema tersendiri yang tidak terlalu membebani mahasiswa.
“Niatnya baik karena tidak semua mahasiswa punya kemampuan keuangan, dan masuk ITB itu ada kategorinya, yang penting jangan memberatkan,” ungkap Ridwan, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
Lebih lanjut, Ridwan Kamil berharap agar persoalan keuangan yang menghantui mahasiswa juga mendapat perhatian dari negara.
Sementara itu, menurut mantan Menteri Pendidikan Anies Baswedan, persoalan keuangan yang dialami mahasiswa merupakan persoalan yang harus ditangani oleh negara.
Karena itu dalam keterangannya yang disampaikan saat berada di Brebes, Jawa Tengah, Anies meminta agar negara bisa hadir dan tidak lepas tangan.
“Di mana ada anak putus sekolah karena tidak bisa membayar kuliah, negara yang salah karena hal ini sampai terjadi,” ungkap Anies.
Untuk itu, Anies mengingatkan kepada seluruh pihak yang berwenang dalam dunia pendidikan untuk ikut menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kampus itu tidak melihat mahasiswa sebagai customer jasa pendidikan,” tegas Anies.***

Share this article
Anies Baswedan sebut persoalan keuangan yang dialami mahasiswa ITB merupakan persoalan yang harus ditangani oleh negara.