AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin, 15 Juni 2026.
Total daya tampung yang disiapkan mencapai 245.980 kursi. Jumlah ini mencakup sekolah negeri, program SPMB Bersama, hingga Sekolah Swasta Gratis.
Meski kapasitas besar, hari pertama pelaksanaan justru diwarnai keluhan teknis dari masyarakat.
Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menyatakan proses ini seharusnya berjalan objektif dan transparan.
Namun, banyak warga melaporkan bahwa website resmi untuk memantau hasil seleksi mengalami gangguan atau error.
Hal ini memicu kemarahan publik di media sosial, terutama di kolom komentar akun Instagram @beritajakarta.
Masyarakat menilai kendala teknis ini menghambat transparansi proses penerimaan siswa baru.
"Website error. Tidak transparan. Tolong ini sistemnya diperbaiki. Hasil seleksi juga gak langsung muncul. @pramonoanungw @si.rano tolong Pak," tulis seorang netizen.
"10:20 belom ada daftar hasil seleksi, sistem WEB bojot berbeda banget dengan sistem tahun lalu. kacauuuww," timpal warganet lainnya.
"@pramonoanungw anak buah nya gak siap pendaftaran online pak, server down, tim IT nya gak becus," kata salah satu netizen.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, sebelumnya menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini mengedepankan prinsip akuntabel dan tanpa diskriminasi.
“Kami ingin memastikan setiap anak di Jakarta memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas,” ujar Nahdiana, dilansir dari Website Berita Resmi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Pendaftaran SPMB untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK dilakukan secara daring. Sementara itu, jenjang PAUD, SLB, dan SKB menggunakan sistem hybrid.
Terdapat empat jalur utama, yaitu prestasi, afirmasi, domisili, dan mutasi.
Daya tampung untuk sekolah negeri sendiri berjumlah 228.163 kursi. Rinciannya adalah 95.965 kursi untuk SD, 73.289 untuk SMP, 29.337 untuk SMA, dan 19.541 untuk SMK.
Selain itu, ada 7.708 kursi di SPMB Bersama dan 10.109 kursi di program Sekolah Swasta Gratis.
Disdik juga melibatkan 298 sekolah swasta untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Meskipun terdapat kendala pada situs web, Nahdiana mengimbau masyarakat untuk tetap merujuk pada kanal informasi resmi.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta tersebut mengingatkan bahwa seluruh proses SPMB tidak dipungut biaya dan bebas gratifikasi.
Bagi warga yang mengalami kesulitan pendaftaran, Disdik telah menyiapkan posko layanan.
Posko tersebut tersedia di seluruh sekolah negeri, kantor Suku Dinas Pendidikan, hingga kantor Dinas Pendidikan Jakarta.***

Share this article
Pemprov DKI membuka SPMB 2026/2027 online berdaya tampung 245.980 kursi untuk SD-SMK. Di hari pertama, warga mengeluhkan website resmi yang error dan dinilai menghambat transparansi seleksi.