AYOJAKARTA.COM - Menko Marve, Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan tanggapan terhadap kritik yang disampaikan oleh Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, terkait program hilirisasi.
Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa dalam upaya mencapai suatu posisi, penting untuk menghindari praktek membohongi publik seperti yang diakui oleh Cak Imin.
"Saya ingin sebenarnya mengundang Muhaimin berkunjung ke WAB ke Morowali untuk lihat sendiri daripada Anda berbohong kepada publik yang menurut satu karakter yang gak bagus untuk mencapai sesuatu posisi Anda membohongi publik dengan memberikan informasi seperti tadi," ucap Menko Marve, Luhut Binsar Pandjaitan, Dikutip Ayojakarta.com dari Youtube KompasTV, pada Kamis, 25 Januari 2024.
Baca Juga: Cak Imin Ditantang Luhut Pandjaitan untuk Cek Kondisi Tambang: Daripada Anda Berbohong pada Publik
Menko Marves tersebut menyoroti penurunan angka kemiskinan dari 14,7% pada tahun 2015 menjadi 12,4% pada tahun 2023.
Meskipun mengakui adanya perbaikan di Morowali, ia menegaskan bahwa hal tersebut belum mencukupi.
Untuk itu, Luhut menekankan pentingnya kunjungan langsung ke wilayah tersebut.
Baca Juga: Cak Imin Tuding Hilirisasi Ugal-ugalan, Luhut: Ayolah Tunjukin, Coba Jangan Bohong!
"Ada sekarang politeknik kita dirikan situ sekali-kali berkunjung deh ke Politeknik. Ya itu menurut saya bagus dan guru-gurunya juga kelas-kelas ada yang dari ITB, ada yang dari UI, yang kita ajak untuk ngajar di sana dan mereka langsung praktik di industrinya, malah ada yang dikirim ke Tiongkok untuk belajar teknologi," ucapnya.
Menko Marves tersebut juga menyoroti pentingnya tidak menyebarluaskan berita palsu, terutama menjelang pemilihan pemimpin.
Ia menegaskan bahwa karakter calon pemimpin lebih penting daripada kecerdasan semata. Kutipan tersebut mencerminkan keprihatinannya terhadap pernyataan kontroversial beberapa tokoh terkait harga nikel dan kebijakan hilirisasi.
"Bagaimana Anda (Tom Lembong) memberikan advice bohong kepada calon pemimpin yang Anda Dukung. Saya sedih lihat Anda situ artinya intelektual anda itu menurut saya jadi saya ragukan. Oke mungkin anda betul seorang intelektual tapi karakter Anda itu menurut saya enggak bagus” tambah Luhut.
Luhut juga menekankan perlunya introspeksi terhadap peran yang pernah diemban oleh pihak tertentu. Ia berharap agar calon pemimpin memiliki karakter yang baik, terutama dalam menyampaikan informasi kepada publik.
" Ingatkan jangan anda karakter ini anda pelihara terus gak bagus nanti siapa tahu anda menang Kalau anda menang, jadi pemimpin seperti ini. Wah saya sangat khawatir nanti” ucapnya.
“Bagaimana Anda memimpin Indonesia ini atau siapapun yang kalian jadi pemimpin itu, ya jadi saya titip Kalau Anda berkomentar lihat dulu barang itu Anda mau calon-calon pemimpin Anda enggak tahu bagaimana kerja keras orang untuk membuat wedb membuat Morowali yang memberikan sumbangan besar buat ekonomi kita sampai seperti sekarang” lanjutnya.
Luhut Binsar juga berpesan kepada rakyat Indonesia untuk memilih pemimpin yang memiliki karakter yang baik.
“Pilihlah pemimpin yang berkarakter, Saya ulangi Pilihlah pemimpin yang berkarakter jangan pemimpin yang kelihatan pintar saja tapi tidak memiliki karakter yang baik” tutupnya.
Seperti yang diketahui, Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, mengeluarkan kritik terhadap program hilirisasi di sektor tambang.
Dalam debat cawapres malam ini dengan tema Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat, dan Desa, Cak Imin menyatakan bahwa kebijakan tersebut dijalankan dengan cara yang ugal-ugalan.
Kritik tersebut pertama kali muncul ketika Cak Imin membahas data Kementerian ESDM terkait pertambangan legal dan ilegal di Indonesia.***

Share this article
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebut Muhaimin Iskandar (Cak Imin) berbohong usai sebut hilirisasi ugal-ugalan.