AYOJAKARTA.COM - Gerakan mahasiswa menolak politik dinasti semakin menjamur di sejumlah daerah di Indonesia.
Terbaru adalah gerakan mahasiswa dan rakyat Jambi (Gemas Raja) yang melakukan aksi mimbar demokrasi di pelataran Universitas Nurdin Hamzah (UNH) pada Rabu, 20 Desember 2023.
Juru bicara aksi yang juga menjabat Presiden Mahasiswa UNH, Rio Jodiansyah, mengatakan aksi ini adalah bentuk keresahan rakyat akan kondisi demokrasi saat ini.
“Kita selalu dipertontonkan drama kekuasaan yang memuakkan, telanjang tanpa rasa malu memperlihatkan pertunjukannya yang semena-mena,” kata Rio, dikutip dari Suara.com, Kamis 21 Desember 2023.
Rio juga menyinggung penghilangan nyawa era Orde Baru saat itu.
Seolah-olah kini sudah menjadi meme yang biasa, dengan membandingkan kekerasan dan penghilangan nyawa yang tidak terdata berapa banyaknya yang terjadi hari ini.
Ia juga menegaskan, pihaknya menolak kontestasi politik yang telah mengaborsi konstitusi lewat jalur Mahkamah Konstitusi.
BEM UI dan UGM
Jauh sebelum aksi di Jambi, BEM UI dan UGM mempelopori gerakan tolak politik dinasti.
Melki Sedek Huang, Ketua BEM UI yang baru saja dinonaktifkan, menegaskan akan terus menyuarakan kebebasan demokrasi dan menolak politik dinasti meski mendapat ancaman.
Selain Melki, Ketua BEM KM UGM Gielbran, menyuarakan hal yang sama.
Bahkan dia menobatkan Presiden Jokowi yang dinilainya sedang melanggengkan kekuasaan sebagai alumnus UGM paling memalukan.
Sebelumnya di Surabaya ribuan mahasiswa menghadiri mimbar demokrasi di pelataran Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya, Jawa Timur, pada awal Desember.
Mimbar bebas ini, juga dihadiri oleh budayawan Butet Kartaredjasa.
Acara ini merupakan bentuk perlawanan terhadap dinasti politik yang dianggap sebagai perusak moralitas bangsa.
Kemudian di Solo, BEM dari sejumlah kampus di Soloraya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Solo, yang sekaligus Cawapres 02, Gibran Rakabuming Raka, pada Senin 18 Desember 2023.
Aksi mahasiswa ini menyoroti kebebasan berekspresi, pendidikan inklusif, dan terutama politik dinasti.
Dalam beberapa hari terakhir, gerakan mahasiswa menolak politik dinasti juga gencar dilakukan di Aceh, Makassar, Kendari, Palembang, Denpasar, Bandung, dan sejumlah kota lainnya.***

Share this article
Presiden Mahasiswa UNH, Rio Jodiansyah, mengatakan aksi ini merupakan bentuk keresahan rakyat akan kondisi demokrasi saat ini.