AYOJAKARTA.COM - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla kini secara terbuka melabuhkan dukungannya di pilpres 2024 kepada pasangan nomor urut satu yakni Anies Baswedan dan Cak Imin.
Pelabuhan dukungan Jusuf Kalla kepada Anies Baswedan-Cak Imin diumumkan oleh juru bicara, Husain Abdullah pada Selasa, 19 Desember 2023 lalu.
Menurut jubir, Jusuf Kalla merasa punya tanggung jawab moral agar rakyat tidak salah dalam memilih pemimpin Indonesia di masa mendatang.
"Karena merasa punya tanggung jawab moral agar rakyat tidak salah dalam memilih pemimpin yang akan memimpin Indonesia dalam 5 tahun ke depan, maka Selasa (19/12/2023) di Makassar, M. Jusuf Kalla menyampaikan secara terbuka jika dirinya memilih Anies Baswedan yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar," ujar Juru Bicara JK, Husain Abdullah seperti dikutip AyoJakarta.com dari Republika pada Kamis, 21 Desember 2023.
Husain Abdullah mengatakan alasan di balik JK memilih pasangan AMIN di pilpres 2024, hal ini karena pasangan nomor urut satu dinilai adalah sosok pemimpin yang tepat untuk Indonesia di masa mendatang.
"Pak JK tentunya memiliki pilihan politik. Dan berdasarkan track record Anies Baswedan yang ia ketahui, Pak JK berkeyakinan jika Anies adalah orang yang tepat memimpin Indonesia ke depan. Bagi JK yang dua periode menjabat sebagai Wapres RI untuk dua presiden berbeda, Anies adalah murid politiknya," tuturnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Miris Anggaran untuk Guru Honorer Tak Ada Tapi Bisa Bangun Kota Baru
Kendati demikian, apakah dukungan JK akan berpengaruh dalam elektabilitas pasangan Anies Baswedan-Cak Imin di pilpres 2024?
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menyatakan pandangannya terkait elektabilitas pasangan AMIN yang kini mendapat dukungan dari JK.
Menurutnya, dukungan terang-terangan dari Jusuf Kalla kepada Anies Baswedan-Cak Imin tetap memberikan pengaruh terhadap elektabilitas, namun tidak banyak.
Baca Juga: RESMI! Anies Baswedan dan Cak Imin Dapat Dukungan dari Mantan Wapres Jusuf Kalla, Ini Alasannya
"Apakah akan berpengaruh terhadap elektabilitas Anies-Muhaimin saya melihatnya sedikit banyak akan ada, besar kecil akan ada, tetapi tidak akan terlalu besar, tidak akan terlalu banyak karena elektabilitas kandidat itu tergantung dari kandidatnya, bukan faktor luar atau faktor lain," kata Ujang.
Selain itu, ia menyebut dukungan yang diberikan JK kepada AMIN seharusnya tak mengejutkan bagi semua lapisan masyarakat.
Alasannya, karena Jusuf Kalla dinilai memiliki kedekatan dengan capres Anies Baswedan sejak Anies menjadi Rektor di Paramadina.
"Karena JK itu dari dulu dekatnya ke Anies, mentornya Anies. Ketika Anies jadi Rektor Paramadina itu JK yang dukung, ketika di Pilkada DKI, JK yang dukung. Jadi tidak heran kalau JK ada di posisi Anies-Muhaimin karena memang kedekatannya sangat lama dengan Anies Baswedan," jelas Ujang.
Bahkan, pengamat politik ini mengungkapkan bahwa elektabilitas Anies Baswedan dan Cak Imin itu tergantung dari citra positif mereka, bukan dari orang lain, termasuk JK.
"Jadi yang harus dipoles an dibangun itu pencitraan yang positif adalah Anies dan Cak Iminnya bukan orang lain atau bukan JK," ungkap Ujang. ***

Share this article
Menurut pengamat politik, dukungan Jusuf Kalla kepada Anies Baswedan-Cak Imin memberi pengaruh terhadap elektabilitas, namun tidak banyak.