AYOJAKARTA.COM - Eks pegawai KPK yang tergabung dalam IM57 Institute, menilai bahwa pergantian Ketua KPK sementara dari Firli Bahuri ke Nawawi Pomolango, tidaklah cukup.
Hal ini disampaikan oleh Ketua IM57 Institute, Mochammad Praswad Nugraha kepada wartawan, Senin (27/11/2023).
"Tidak cukup. Kami IM57 tetap konsisten bahwa seluruh pimpinan KPK harus dievaluasi," ujar Mochammad Praswad Nugraha, dikutip dari Republika.co.id, Senin (27/11/2023).
Semua pimpinan KPK periode saat ini, menurut Praswad merupakan orang-orang yang menyingkirkan 57 pegawai KPK.
Orang-orang yang tersingkir dari KPK tersebutlah yang kemudian membentuk IM57 Institute.
"Mereka semua pelaku penyingkiran 57 pegawai KPK," ucap Mochammad Praswad Nugraha.
Baca Juga: Tidak Hanya Firli Bahuri, Abraham Samad Yakin Ada Komisioner KPK Lain yang Terlibat Pemerasan
Praswad menilai bahwa petinggi atau pimpinan KPK saat mereka semua memiliki kualitas yang sama dengan Firli Bahuri.
Oleh karena itu, Praswad meragukan kinerja KPK dalam memberantas korupsi dan menjaga integritasnya, selama mereka belum meragukan apapun.
"Kami tetap dalam posisi Nawawi dan komisioner yang lain kualitas integritasnya sama dengan Firli Bahuri, sampai dia bisa membuktikan sebaliknya," ujar Praswad.
Baca Juga: Gantikan Firli Bahuri, Wakil Ketua KPK Berharap Nawawi Pomolango Kembalikan Marwah Lembaga
Praswad meminta agar KPK dapat berjalan seperti dahulu, sebelum adanya revisi UU KPK tahun 2019.
Menurutnya kondisi saat itu merupakan hal yang sangat ideal bagi KPK untuk menjalankan tugasnya dalam memberantas korupsi.
"Yang bisa dilakukan oleh Presiden di masa-masa terakhir jabatannya untuk menyelamatkan KPK adalah kembalikan KPK menjadi lembaga independen di luar eksekutif," ucap Praswad.
Pada hari ini Senin ini (27/11), Nawawi Pomolango melakukan sumpah sebagai ketua KPK sementara, menggantikan posisi Firli Bahuri yang terlibat dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo (SYL).***

Share this article
Eks pegawai KPK menyebut bahwa bahwa seluruh pimpinan KPK harus dievaluasi sebab menurutnya kualitas integritasnya sama dengan Firli Bahuri.