AYOJAKARTA.COM - Jazilul Fawaid, Wakil Ketua Umum PKB, memberikan tanggapannya terhadap hasil survei dari LSI Denny JA yang menunjukkan penurunan elektabilitas Anies Baswedan setelah ia dideklarasikan berpasangan dengan Muhaimin Iskandar.
Survei lain juga menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil pemilih dari PKB yang memberikan dukungan kepada Anies.
Dalam responsnya, Jazilul menyatakan bahwa hasil survei dari berbagai lembaga tersebut menjadi motivasi bagi partainya untuk bekerja lebih keras guna memenangkan pasangan Anies-Muhaimin.
Salah satu upaya keras yang akan dilakukan adalah meyakinkan warga Nahdlatul Ulama atau Nahdliyyin, yang merupakan basis pemilih utama PKB, untuk memberikan dukungan kepada pasangan Anies-Imin. Dengan demikian, PKB berkomitmen untuk bekerja keras demi memperoleh dukungan yang lebih kuat dari pemilih dalam pemilihan yang akan datang.
Baca Juga: Anies Baswedan ke Ideafest 2023 di JCC, Bertemu Seseorang yang Diwawancarainya 34 Tahun Lalu
“Kita akan kerja keras, utamanya meyakinkan Nahdliyyin," ucap Jazilul atau yang akrab disapa Gus Jazil.
Gus Jazil dengan penuh semangat berencana untuk meyakinkan komunitas Nahdliyyin di tengah situasi yang penuh ketidakpastian mengenai pasangan calon presiden dan wakil presiden yang lain. Dia menekankan bahwa hingga saat ini, hanya pasangan Anies-Imin yang telah secara resmi mendeklarasikan diri mereka dan bersiap untuk mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“(Kandidat capres) yang lain masih dalam kebingungan dan ketidakpastian," ucap Wakil Ketua MPR itu.
Hasil survei yang dilakukan oleh LSI Denny JA pada tanggal 4-12 September mengungkapkan penurunan elektabilitas Anies setelah ia secara resmi berpasangan dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Pada awalnya, elektabilitas Anies sebesar 19,7 persen pada bulan Agustus, namun turun menjadi 14,5 persen pada bulan September.
Baca Juga: Anies Baswedan ke Ideafest 2023 di JCC, Bertemu Seseorang yang Diwawancarainya 34 Tahun Lalu
Menurut pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, penurunan elektabilitas Anies dapat dijelaskan oleh perbedaan basis massa antara Anies Baswedan dan PKB, yang sulit untuk bersinergi. Ujang menjelaskan bahwa meskipun Anies memiliki latar belakang organisasi yang berlandaskan pada Islam, yaitu HMI, dia dianggap sebagai seorang nasionalis modernis. Selain itu, Anies selama ini memiliki keterkaitan erat dengan basis massa PKS yang memiliki ideologi yang berbeda dengan PKB, yang mayoritas pendukungnya adalah Nahdliyin.
Analisis Ujang ini juga sejalan dengan hasil survei SMRC yang dilakukan pada tanggal 5-8 September 2023, yang menunjukkan bahwa hanya 20 persen pemilih dari PKB yang mendukung Anies. Sebaliknya, pemilih dari PKS dan Nasdem memiliki tingkat dukungan yang lebih tinggi, dengan lebih dari 50 persen dari mereka mendukung Anies.

Share this article
PKB berkomitmen untuk bekerja keras demi memperoleh dukungan yang lebih kuat dari pemilih dalam pemilihan yang akan datang.