AYOJAKARTA.COM — Panji Gumilang, pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun masih terus menjadi perbincangan publik.
Tak sedikit yang mengatakan bahwa ajaran Ponpes Al Zaytun yang dipimpin oleh Panji Gumilang itu dinilai sesat.
Berbagai kontroversi yang ada di Ponpes Al Zaytun terus berseliweran di media massa, hingga menuai banyak kecaman dari publik.
Kontroversi Pondok Pesantren yang berada di Indramayu itu antara lain pria dan wanita yang digabungkan menjai satu shaf ketika salat, salat yang berjarak cukup lebar, hingga adzan yang muadzinnya menghadap ke jamaah.
Baca Juga: Terbaru! Polemik Ponpes Al Zaytun: Saling Lapor Ken Setiawan vs 113 Wali Santri
Belakangan yang paling mencolok adalah pelaksanaan salat yang digabungkan antara pria dan wanita dalam satu shaf.
Panji Gumilang akhirnya membuka suara soal polemik tersebut.
Melalui wawancara eksklusifnya dalam siaran Kick Andy, Panji mengatakan bahwa dia mengedepankan fiqih sosial.
Yang mana hal tersebut dilakukan untuk mengangkat harkat dan martabat seorang wanita.
“Berkenaan dengan pelaksanaan salat, kemudian ada wanita, saya mengedepankan fiqih sosial mengangkat harkat martabat wanita yang selama ini terpinggirkan,” kata Panji, dikutip pada Kamis, 29 Juni 2023.
Baca Juga: 6 Ciri Kamu Bermental Kuat, Salah Satunya Berani Bilang 'Tidak'
Menurut keterangannya, kegiatan tersebut berdasarkan pemahamannya dari Al Quran, di mana wanita tidak dikesampingkan.
“Sedangkan pemahaman yang saya punya berdasarkan Al Quran [perempuan dan laki-laki] sama, tidak pernah di kesampingkan, sejajar,” ujarnya.
Ia juga mengatakan menggabungkan pria dan wanita dalam satu shaf ketika salat adalah hak asasi manusia yang dasarnya dari Al Quran.
“Kalau soal itu saja lantas sesat menyesatkan bagaimana dunia? Itu hak asasi manusia untuk menjalankan ibadah menurut keyakinannya, dasar kami Al Quran,” ucapnya.
Baca Juga: Panji Gumilang Tegas Pamerkan Akreditasi A Unggul Al Zaytun Ketika Mendapat Tudingan Aliran Sesat
Meski pemahaman dirinya dengan kebanyakan orang tentang Al Quran itu berbeda, Panji mengatakan bahwa untuk kita tidak mencari persamaan.
Sebab menurutnya dunia berfikir dan pemahaman Al Quran sudah mulai berkembang.
“Jangan cari persamaan, kalau persamaan semua selesai dunia ini, dunia berfikir itu terus berkembang begitu juga kita memahami Al Quran, bukan menafsir,” kata Panji.***

Share this article
Panji Gumilang mengatakan menggabungkan pria dan wanita dalam satu shaf ketika salat adalah hak asasi manusia yang dasarnya dari Al Quran.