AYOJAKARTA.COM – Hari ini Jumat (21/4/23) Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri baru saja mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai capres 2024.
Namun di sisi lain meski namanya telah diusung sebagai capres 2024 rupanya elektabilitas Ganjar Pranowo justru menurun.
Bahkan elektabilitas Ganjar Pranowo berhasil disalip oleh Prabowo Subianto yang juga disebut-sebut sebagai bakal capres 2024.
Soal menurunnya elektabilitas Ganjar Pranowo dan berhasil disalip oleh Prabowo Subianto tersebut ditanggapi oleh seorang pengamat politik sekaligus Direktur IndoStrategi Research and Consulting bernama Arif Nurul Imam.
Menurut pengamatan Arif Nurul Imam, salah satu penyebab anjloknya elektabilitas Ganjar Pranowo adalah penolakannya terhadap kedatangan timnas Israel dalam ajang Piala Dunia u-20.
Hingga pada akhirnya menyebabkan FIFA memutuskan pembatalan Indonesia menjadi tuan rumah ajang Piala Dunia U-20.
“Memang banyak faktor menjadi turun,” ujar Arif Nurul dilansir dari laman Suara.com pada Jumat (21/4/23).
Baca Juga: Sering Terlihat Mesra Bersama Presiden Jokowi, Prabowo Subianto: Saya Sedang.....
“Jadi mau dinaikkan mungkin sulit,” lanjutnya.
Dampak besar dari penolakan Ganjar terhadap ajang Piala Dunia U-20 tersebut kemudian membuat jutaan pendukung sepak bola di Indonesia beralih ke kandidat capres lain termasuk Prabowo Subianto.
Atas hal itu Arif Nurul Imam kemudian menilai jika elektabilitas Ganjar Pranowo akan sulit untuk dipulihkan.
Berdasarkan hasil survey Politika Research & Consulting menunjukkan jika elektabilitas Prabowo Subianto meningkat jadi 22,5 persen pada bulan April 2023.
Baca Juga: Aktivis Tengku Zanzabella Resmi Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024!
Padahal sebelumnya, pada bulan Februari 2023 elektabilitas Prabowo Subianto masih diangka 18,9 persen.
Sementara itu untuk elektabilitas Ganjar Pranowo pada Februari 2023 kemarin di angka 21,3 persen turun menjadi 20,2 persen pada bulan April 2023.
Tak hanya itu, berdasarkan Survei Indikator Politik juga memperlihatkan Prabowo Subianto berada di posisi teratas dengan elektabilitas di angka 22,2 persen.
Selanjutnya ada Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 19,8 persen kemudian Anies Baswedan dengan elektabilitas 15,9 persen.
Terakhir Imam berpendapat jika endorsement yang dilakukan Presiden Jokowi semakin intensif untuk Prabowo Subianto.
Hal itu kemudian dapat memicu beralihnya pendukung Ganjar Pranowo ke Prabowo Subianto.***

Share this article
Resmi, Ganjar Pranowo akan menjadi calon presiden 2024 dari partai PDIP. Lantas, bagaimana dengan elektibiltasnya?