AYOJAKARTA.COM--Jagad maya mendadak dihebohkan dengan adanya unggahan berisi kemurkaan sosok laki-laki bernama Mang Uprit.
Selain dikenal sebagai pedagang kembang, Mang Uprit juga bertanggung jawab dalam mengelola tanaman langka Bunga Edelweis di lahan seluas dua hektar lebih.
Namun lahan yang dikelola Mang Uprit tersebut pada 5 Maret 2023 lalu seketika hancur hingga tak berbentuk.
Penyebabnya, adalah pijakan roda kuda besi dari sebuah penyelenggaraan motor trail dengan jumlah peserta mencapai ribuan orang.
Kemurkaan Mang Uprit yang sangat beralasan tersebut kemudian ia unggah ke jejaring sosial dan terus diunggah ulang hingga kemudian viral.
“Lihat ini dampaknya? Lihat sama mata Anda, hancur nggak?!” bentak Mang Uprit setelah memberi salam dengan sikap santun.
Mang Uprit kemudian mulai mengkritisi Perhutani yang memberikan kebijakan dan ijin terkait penyelenggaraan motor trail yang menghancurkan lahan bunga langka.
“Bunga ini hanya ada di dua tempat di dunia, termasuk di Indonesia hanya ada di dua tempat, Ranca Upas dan Garut!? Lihat ini!”
Tidak terima kegigihannya dalam melestarikan tanaman langka dirusak, Mang Uprit kemudian mencencar pihak yang merusak lahan.
“Anda hanya memikirkan bisnis, tidak peduli lingkungan, paham nggak kalian?!” imbuh Mang Uprit sambil memperlihatkan lanskap lahan yang rusak.
Di penghujung video, Mang Uprit juga mempersilakan bagi siapapun yang merasa tersinggung untuk mendatanginya di Kios Kembang Ranca Upas.
Atas ramainya pemberitaan tersebut, sejumlah perwakilan penyelenggara kemudian mengunggah video permintaan maaf.
“Saya mewakili seluruh panitia event Ranca Upas 5 Maret 2023, saya meminta maaf atas kejadian dan kelalaian panitia sehingga merugikan semua pihak,”.
Baca Juga: Momen Kocak Gajah Begal Batang Tebu di Jalanan, Warganet: Aku Mah Ikhlas Kalau Begini..
Selain meminta maaf dan mengakui kelalaian, perwakilan penyelenggara juga meminta maaf secara khusus kepada peserta even Ranca Upas 5 Maret 2023.
“Saya sangat menyesali kejadian ini dan mohon maaf, terutama para peserta event,” ujar perwakilan panitia dengan membaca serta emosi datar.
Lantaran panitia bukan meminta maaf kepada Mang Uprit, serta hanya membaca teks yang disembunyikan dari tangkapan kamera, warganet bertindak.
Jemari-jemari lentik warganet yang kreatif kemudian mulai menyusun rangkaian kalimat penuh dengan unsur kritik.
“Permintaan maafnya cuma formalitas gak guna banget, pidanakan biar kapok, Kang Emil diem-diem bae,” tulis akun @*cup_*uventini.
“Yang diperlukan bukan vokal kalian, tapi tanggung jawab untuk menanam kembali pohon-pohon yang sudah rusak,” tulis akun @*_reno.
“Telat! Loe pikir Edelweis bisa tumbuh cepat?” tulis akun @*ohan.griez seperti dikutip Ayojakarta dari Instagram @jalanjalandijawa pada Jumat, 10 Maret 2023. ***

Share this article
Namun lahan yang dikelola Mang Uprit tersebut pada 5 Maret 2023 lalu seketika hancur hingga tak berbentuk.