Khilafah dan Strategi Terburuk HTI

Tony Rosyid/Dok pribadi

Tony Rosyid/Dok pribadi

Meski HTI sudah dibubarkan, kontroversi Khilafah berlanjut. Bahkan berkepanjangan. Kontroversi ini terkait apakah Khilafah itu perintah agama atau bukan.

Ada yang bilang itu instruksi Tuhan. Bisa ditemukan ayatnya di dalam kitab suci. Nabi pun mempraktekannya. Dan HTI ada di posisi ini. Paling militan. Lalu terjadilah perdebatan soal tafsir kitab suci dan sejarah Nabi. Seru!

Perdebatan selanjutnya adalah apakah Khilafah bertentangan dengan pancasila atau tidak. Muncul pendapat bahwa Khilafah itu akan jadi pertanyaan di alam kubur, sementara pancasila tidak. Pancasila itu urusan duniawi, gak ada kaitannya dengan akhirat. Wah, makin seru. Kali ini diskusinya sudah masuk ke alam kubur.

Bagi para pendukung penguasa, ini simple. Terus pupuk perdebatan tentang khilafah, stigmakan negatif bahwa khilafah itu berbahaya bagi Pancasila dan NKRI, berpotensi menimbulkan perpecahan dan konflik horizontal. Sebuah lonceng perang seperti Arab Spring.

Lalu, siapkan pasukan untuk menjaga isu dan stigma ini. Giring opininya bahwa semua kelompok yang berseberangan dengan penguasa adalah pendukung khilafah.

Stigmatisasi model seperti ini sangat efektif dipakai sebagai langkah strategis di Indonesia. Mengingat sejarah panjang politik Indonesia telah melahirkan masyarakat yang trauma terhadap pemberontakan baik dari kelompok kiri maupun melompok kanan. PKI dan DITII dianggap telah melukai negeri ini. Maka, setiap isu kiri dan kanan akan mendapatkan penolakan keras dari mayoritas rakyat Indonesia. 

Orde Baru Pak Harto menggunakan isu kiri yaitu PKI. Siapapun yang mengkritik Soeharto distigmakan komunis. Terbukti ini sangat efektif. Banyak orang dipenjara dengan tuduhan menyebar paham komunis.

Para pendukung penguasa sekarang sepertinya lebih memilih menggunakan isu kanan yaitu khilafah untuk menghadapi lawan-lawan politiknya. Bahwa Khilafah itu radikal. Dan nampaknya strategi ini berhasil. HTI belum menyadari. Atau sadar, tapi belum mau move on untuk mengubah strateginya. Masih terlihat asyik bernyanyi dengan irama khilafah. Maka kemudian disambut antusias dengan stigma "radikal". 

Kalau mau obyektif, berapa sih jumlah anggota HTI di Indonesia? Dan berapa banyak sih tokoh dan ormas yang dukung HTI? Seberapa bahayanya HTI bagi NKRI? Mengingat organisasi ini tidak pernah mau terlibat di dalam politik praktis. Gak nyoblos saat pemilu. Pernahkah HTI berbuat onar? Pernahkah para anggota HTI melakukan tindakan radikal atau pemberontakan? Tidak! Tidak pernah! Mereka justru dikenal tertib kalau demo. Kenapa dianggap radikal? Nah itu dia. 

Kalau dilihat dari sejumlah tokoh yang ditangkap karena tuduhan makar, melakukan pelanggaran ini dan itu, termasuk yang diisukan sebagai korban kriminalisasi, tak ada satupun tokoh, pengurus dan aktivis HTI. Jadi, dimana bahayanya? Terlalu jauh membayangkan HTI itu organisasi berbahaya. Tapi, kenapa dibubarkan dan sampai sekarang masih dikejar-kejar? Tokoh-tokohnya dicurigai dan sebagian dipersekusi? Inilah pertanyaan yang ada di kapal publik. 

Tahu begitu, kenapa HTI belum menyadari situasi dan permainan stigma ini? Mengapa gak coolling down untuk sementara waktu? Mengapa gak move on dan ganti strategi? Kenapa gak atur nafas dan membuat langkah yang lebih soft? Ini bukan soal bagaimana memahami kitab suci dan menafsirkan sejarah Nabi. Ini juga bukan sekedar pertanyaan alam kubur dan nasib alam akhirat. Tapi, ini soal politik. Soal politik bro. Lebih karena faktor politik dari pada ideologi. Sekali lagi, ini politik. Di dalam politik, mutlak butuh strategi. 

HTI sudah dibubarin. Tidak ada yang bisa bubarin! UUD 45 menjamin orang berkumpul dan berkelompok! Ini hanya soal izin saja yang dicabut! HTI tetap ada dan eksis!

Oh ya? Bagaimana mungkin cara berpikir normatif seperti ini bisa menghadapi strategi politik orang-orang hebat yang berada di lingkaran elit kekuasaan? Biarlah Tuhan yang menghadapi! Nah, makin repot deh. Tuhan sudah amanahkan kepada anda, anda balikin lagi ke Tuhan.

Kendati HTI sudah dicabut izinnya, tapi peluru khilafah masih aktif, atraktif dan efektif menyasar kelompok-kelompok yang berbeda politik dengan penguasa. Seolah semua adalah pendukung HTI. Dan stigma ini berhasil memengaruhi pikiran publik.

Pada akhirnya, semua dikembalikan kepada HTI. Mau terus meratapi situasi dan tetap menyerang dengan meme, video dan tulisan-tulisan sporadis? Tentu, tak ada gunanya. Ini strategi yang kurang tepat. Malah justru akan semakin menyudutkan posisi HTI itu sendiri.

Dan bagaimana dengan kelompok-kelompok yang terlanjur dicap sebagai pendukung dan kawan HTI? Biarkan saja stigma itu meracuni otak publik? Atau mencoba mengurai agar publik paham dan semua identitas perjuangan menjadi clear? Kita akan lihat ke depan.


Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 13 Jun 2026, 22:09 WIB

Reservasi Dibuka 16 Juni! Tiket Masuk Ancol Gratis 3 Hari Special HUT ke-499 DKI Jakarta

Reservasi tiket gratis mulai dibuka pada 16 Juni 2026 melalui situs resmi ancol.com.

News 13 Jun 2026, 22:02 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa Soal Pemborosan Program MBG, Bakom RI: Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa efisiensi keuangan negara telah menjadi prioritas utama Prabowo sejak awal menjabat.

News 13 Jun 2026, 21:08 WIB

Gejayan Memanggil! Giliran Massa di Jogja Gelar Aksi Susul Demo BEM UI di Jakarta

Setelah aksi mahasiswa memadati kawasan Thamrin, Jakarta pada Jumat kemarin, kini giliran massa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Memanggil menggelar demo di pertigaan Gejayan, Sabtu, 13 Juni 2026.

Metropolitan 13 Jun 2026, 20:42 WIB

Komnas PA DKI Jakarta: Aksi Perundungan Bocah hingga Kesetrum di Senen Tindakan Kriminal

Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, menegaskan bahwa aksi kekerasan tersebut sudah masuk dalam kategori tindakan kriminal.

News 13 Jun 2026, 20:29 WIB

Kejagung Bongkar Korupsi Motor Listrik BGN: Vendor 'Nakal' Mark Up Harga, Padahal Barang Belum Dirakit

Dalam temuan terbaru, pihak vendor diduga melakukan penggelembungan harga atau markup besar-besaran, sementara unit motornya sendiri diketahui belum selesai dirakit.

Pendidikan 13 Jun 2026, 20:20 WIB

Festival Budaya Maritim Unpad 2026: Kreativitas Mahasiswa Angkat Warisan Nusantara

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran menggelar  Festival Budaya Maritim: Jejak Budaya Maritim Warisan Dunia sebagai proyek Ujian Akhir  Semester (UAS).

News 13 Jun 2026, 19:41 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi MBG, Tersangka Kelima Andri Mulyono Pemenang Tender Motor Listrik Mark Up Rp1,1 Triliun!

Tersangka kelima, Andri Mulyono, menjadi sorotan karena berhasil memenangkan tender pengadaan motor listrik senilai kurang lebih Rp 1,1 triliun di BGN.

News 13 Jun 2026, 17:48 WIB

Ketua DPP PSI Grace Natalie: Jokowi Siap Gunakan Jaket PSI Menjadi Ketua Dewan Pembina

Sudah sembuh, Joko Widodo (Jokowi) akan secara resmi menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.

Sport 13 Jun 2026, 17:44 WIB

Antusiasme Tinggi! 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama BTN Jakarta International Marathon 2026

BTN Jakarta International Marathon 2026 sukses digelar! Sebanyak 20.500 pelari meriahkan hari pertama. Cek keseruan event akbar ini!

Metropolitan 13 Jun 2026, 17:32 WIB

Warga Jakarta Merapat! Festival Muharram 2026 Siap Digelar di Taman Bendera Pusaka, Cek Jadwal dan Lineup-nya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mengumumkan akan menggelar Festival Muharram Jakarta 2026 pada pertengahan Juni ini.

Metropolitan 13 Jun 2026, 16:39 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Khusus Malam Ini 6 Lokasi Ikonik di DKI Jakarta akan Mati Lampu

Warga Jakarta siap-siap, sejumlah titik ikonik di Ibu Kota dipastikan bakal gelap gulita malam ini, Sabtu, 13 Juni 2026.

Metropolitan 13 Jun 2026, 16:32 WIB

Catat Ya! Kriteria Pengunjung Jakarta Fair 2026 Ini Gratis, Ada TNI/Polri, Lansia hingga Anak-anak

Ajang pameran dan hiburan terbesar, Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026, telah resmi dimulai sejak 11 Juni hingga 12 Juli mendatang.

Khazanah 13 Jun 2026, 12:51 WIB

Sambut Tahun Baru Islam, Pemprov DKI Jakarta Gelar Festival Muharram 1448 H 14-15 Juni 2026

Festival ini sebagai rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 2026 yang akan digelar di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan.

Jakarta Utara 13 Jun 2026, 12:22 WIB

Cuaca Memburuk dan Diduga Kelebihan Muatan, 26 Penumpang dan 3 Awak KM Sumber Makmur Dievakuasi ke Pulau Panggang

KM Sumber Makmur sempat mengalami kendala saat berlayar di perairan Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Sabtu (13/6) pagi.

Metropolitan 13 Jun 2026, 10:33 WIB

Ramai Keluhan CCTV di Kawasan Bundaran HI Tak Bisa Diakses, Pemprov DKI Sebut Gangguan Ada di Situs Pihak Ketiga

Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi mengenai beberapa titik CCTV di kawasan Bundaran HI yang disebut tidak dapat diakses publik.

Metropolitan 13 Jun 2026, 10:21 WIB

45 Ribu Pelari Ramaikan BTN Jakarta International Marathon 2026, Pramono: Nikmati dan Bergembiralah

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara langsung melepas peserta kategori 5K dan 10K dari kawasan Parkir Timur GBK.

Jakarta Pusat 13 Jun 2026, 08:41 WIB

Segera Terintegrasi KRL, Stasiun Gambir Disiapkan Jadi Simpul Transportasi Modern

Transformasi Stasiun Gambir ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi publik di Ibu Kota.

Jakarta Utara 13 Jun 2026, 07:06 WIB

Siap-siap! Stasiun JIS Siap Layanan Penumpang Bulan Juni Ini

Kehadiran stasiun baru ini diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat, khususnya menuju kawasan JIS dan wilayah Jakarta Utara.

Metropolitan 13 Jun 2026, 06:36 WIB

Besok, CFD Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said Ditiadakan, Ada Jakarta International Marathon 2026

Peniadaan CFD ini dilakukan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan ajang olahraga berskala internasional tersebut.

Metropolitan 13 Jun 2026, 06:17 WIB

Malam Ini! Pemprov DKI Jakarta Gelar Aksi Hemat Energi Ajak Warga Padamkan Lampu Selama 1 Jam Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 sekaligus upaya nyata mengurangi emisi karbon di Ibu Kota.