Hari ini adalah hari pertama dilakukannya perubahan lalu lintas di jalan sekitar Banjir Kanal Barat atau jalan Margo Joyohadikusumo, Jakarta Pusat.
Pagi ini saya mau ke Kompas Tv untuk sebuah acara talkshow tentang Persiapan Arus Liburan Natal Tahun Baru 2020. Arus lalu lintas dari jalan Sultan Agung menuju ke Tanah Abang dialihkan ke jalan samping Gedung BNI.
Jika hendak ke Tanah Abang kendaraan dialihkan memutar gedung Bank BNI 46 baru masuk Margo sepanjang Banjir Kanal Barat. Sedangkan yang ke arah Tanah Abang dialihkan melalui jalan Abdul Jalil, Jakarta Barat.
Setelah macet sekitar 20 menit dan setelah melalui sumber macet, terlihat penyebabnya. Rupanya ada dua bus, salah satunya adalah bus Transjakarta tertahan tidak bisa melewati jalan karena ada tumpukan kabel tergantung rendah. Akibatnya kendaraan yang saya tumpangi kena macet sejak jam 05.50 WIB hingga 06.20 WIB di jalan baru tersebut.
Rupanya pihak Pemprov Jakarta, dalam hal ini Dinas Perhubungan Jakarta melakukan perubahan arus lalu tanpa survei lapangan yang benar. Jalan Abdul Jalil penuh dengan gantungan kabel yang posisinya bisa menghalangi bus kota lewat.
Jika survei yang dilakukan dengan benar maka para petugas Dinas Perhubungan Jakarta akan melihat jelas tumpukan kabel-kabel itu. Jika ada survei yang benar maka harusnya ditata dulu kabel-kabel yang tergantung rendah itu agar tidak menghalangi arus lalu lintas bus kota.
Setelah jalan aman dan tidak ada kabel menghalangi, baru pengalihan arus lalu lintas bisa dilakukan.
Ya ini salah satu saja sih contoh nyata buruknya kinerja pemprov Jakarta, khususnya buruknya kinerja Dinas Perhubungan Jakarta.. Saya hanya mau cerita itu saja sih.
Azas Tigor Nainggolan
Analis Kebijakan Transportasi

Share this article
Rupanya ada dua bus, salah satunya adalah bus Transjakarta tertahan tidak bisa melewati jalan karena ada tumpukan kabel tergantung rendah. Akibatnya kendaraan yang saya tumpangi kena macet sejak jam 05.50 WIB hingga 06.20 WIB di jalan baru tersebut.