Radikal vs Radikal

Ilustrasi

Ilustrasi

Kata-kata kotor, caci maki dan bullian itu bagian dari bentuk radikalisme verbal.

Kendati itu diucapkan pada saat khutbah, ceramah, debat televisi, rapat parlemen dan pidato kenegaraan. Sedangkan persekusi itu bagian dari radikalisme tindakan. Meski dilakukan oleh ormas keagamaan, apalagi preman. Sama-sama radikal.

Apapun alasan dan tujuannya, radikalisme baik verbal maupun tindakan tak bisa diterima. Aturan negara, norma agama dan etika sosial menolaknya. Kritik boleh, sekeras apapun, tapi mesti obyektif dan tak harus pakai caci-maki.

Fungsi kritik itu untuk pencegahan dan perubahan. Bukan bagian dari ekspresi kebencian, apalagi untuk melahirkan konflik yang memicu terjadinya perpecahan.

Pemerintah, terutama pejabat publik memang harus diawasi. Kalau salah, diingatkan. Itu bagian dari kewajiban berbangsa dan bernegara. Jadi, kritik itu bukan sekedar hak, tapi kewajiban dan tanggungjawab kewarganegaraan bagi setiap warga negara. Di dalam agama Islam ada instruksi "nahi munkar".

Pejabat publik dan  institusi pemerintahan yang diberi amanah mengelola negara tidak boleh anti kritik. Jangan setiap pengkritik dianggap kaum radikalis. Jangan setiap perbedaan pendapat dianggap berpotensi jadi teroris. Lebay pak!

Uniknya lagi, radikalisme itu dicurigai berasal dari pelajaran sejarah "khilafah" dan "jihad'.  Maksudnya, pelajaran sejarah yang menjelaskan tentang "khilafah" dan "jihad" dianggap sebagai pemicu radikalisme. Ngawur!

Sejarah "khilafah" dan jihad" itu bagian dari kurikulum pesantren dan madrasah sejak sebelum Indonesia merdeka. Emang berapa banyak sih lulusan pesantren dan madrasah yang jadi radikal? Kenapa harus ada kebijakan untuk menghapus kurikulum "khilafah" dan "jihad"? Oh alaaah... Ono-ono ae...

Tidakkah "Resolusi Jihad" Kiai Hasyim Asy'ari, pendiri NU itu, telah berkontribusi besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari agresi Belanda? Kenapa kata "Resolusi Jihad" gak dihapus sekalian? Bukannya ada kata "jihad" disitu.

Kata "jihad' di masa penjajahan Belanda dan Jepang terbukti efektif untuk mendorong rakyat melawan penjajahan. Berangkat dari semangat inilah Indonesia merdeka. Kata "jihad" dan "merdeka" seolah menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Menyatu dalam "darah-daging" umat Islam Indonesia yang berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini.

Kata "jihad" sekarang juga diperlukan. Untuk apa? Melawan setiap kedzaliman, ketidakadilan dan kesewenang-wenangan. Selama sejarah menyuguhkan keserakahan manusia, kata "jihad" akan selalu dibutuhkan untuk hadir.

Sesuai arti aslinya, "jihad" itu bermakna positif. Kalau ada yang memaknai kata "jihad" secara negatif, itu penyimpangan. Jangan larang pabrik pisau berproduksi lantaran ada seseorang yang dibunuh dengan menggunakan pisau. Emosional itu namanya.

Sejarah itu fakta masa lalu. Nggak bisa dihapus. Apalagi ini menyangkut sejarah umat Islam. Umat yang jumlahnya mayoritas di negeri Pancasila. Ada pesan moral di dalam sejarah itu. Karena salah satu fungsi sejarah adalah memberi pesan moral. Selain fungsi ideologis dan akademis. Bagimana mungkin menghapus bagian dari sejarah penting umat Islam itu?

Umat Islam memahami bahwa tanpa peran "khilafah" dan "jihad", belum tentu agama Islam sampai ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Maka, menghapus sejarah "khilafah" dan "jihad" itu sama saja ngajak berantem sama umat Islam. DPR ngamuk, PGMI ngamuk, ormas-ormas Islam ngamuk, masyarakat muslim ngamuk, ya wajar. Karena mereka merasa hak historis dan intelektualnya diambil.

Kalau kemudian ada segelintir orang yang memaknai secara salah terhadap kata "khilafah" dan "jihad', bukan berarti dua istilah itu harus hilang dari kurikulum umat Islam. "Gebyah uyah" itu namanya. Dalam istilah psikologi disebut sebagai tindakan 'jumping out". Siapa yang salah, siapa yang kena marah. Gak nyambung.

Saya mau buat analogi. Ada pohon kelapa. Ternyata di salah satu pohon kelapa itu ada ular yang menggigit anak pejabat sampai mampus. Modar maksudnya. Apakah semua pohon kelapa lalu harus ditebang dan dibakar karena dianggap menjadi tempat persinggahan ular berbisa? Ya konyol itu namanya.

Ucapan, sikap dan tindakan radikal itu pasti ada. Di agama, ideologi, etnis dan kelompok manapun terkadang lahir oknum radikalis. Pemicunya macam-macam. Salah satunya adalah ketidakadilan. Tapi, tak bisa digeneralisir menjadi dosa agama, ormas, etnis dan kelompok tertentu.

Karena itu, tak semestinya ada narasi dan kebijakan yang menyudutkan satu agama atau kelompok tertentu. Apalagi menuduhnya dengan istilah radikalisme. Tuduhan semacam ini justru bisa dianggap bagian dari radikalisme itu sendiri.

Mengkafirkan orang yang tak memenuhi syarat sebagai kafir, itu kafir. Begitu pula menuduh radikal pada pihak atau kelompok yang tidak memenuhi syarat radikal, itu juga tindakan radikal.

Jadi, tidak hanya rakyat yang berpotensi terpapar radikalisme, tapi pemerintah juga bisa terpapar virus radikalisme. Kebijakan semena-mena, tindakan hukum seenaknya tanpa memperhatikan aspek keadilan, kesewenang-wenangan, itu juga bagian dari tindakan radikal.

So, kita semua sepakat menolak segala bentuk radikalisme, siapapun pelakunya. Apakah rakyat atau penguasa, radikalisme tak boleh berkembang biak di negeri damai bernama Indonesia. Jangan sampai Indonesia menjadi tempat yang subur untuk konflik antar para kaum radikalis karena penguasa ikut ambil bagian di dalamnya. Stop!

 

Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait

News Update

Metropolitan 13 Jun 2026, 22:09 WIB

Reservasi Dibuka 16 Juni! Tiket Masuk Ancol Gratis 3 Hari Special HUT ke-499 DKI Jakarta

Reservasi tiket gratis mulai dibuka pada 16 Juni 2026 melalui situs resmi ancol.com.

News 13 Jun 2026, 22:02 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa Soal Pemborosan Program MBG, Bakom RI: Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa efisiensi keuangan negara telah menjadi prioritas utama Prabowo sejak awal menjabat.

News 13 Jun 2026, 21:08 WIB

Gejayan Memanggil! Giliran Massa di Jogja Gelar Aksi Susul Demo BEM UI di Jakarta

Setelah aksi mahasiswa memadati kawasan Thamrin, Jakarta pada Jumat kemarin, kini giliran massa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Memanggil menggelar demo di pertigaan Gejayan, Sabtu, 13 Juni 2026.

Metropolitan 13 Jun 2026, 20:42 WIB

Komnas PA DKI Jakarta: Aksi Perundungan Bocah hingga Kesetrum di Senen Tindakan Kriminal

Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, menegaskan bahwa aksi kekerasan tersebut sudah masuk dalam kategori tindakan kriminal.

News 13 Jun 2026, 20:29 WIB

Kejagung Bongkar Korupsi Motor Listrik BGN: Vendor 'Nakal' Mark Up Harga, Padahal Barang Belum Dirakit

Dalam temuan terbaru, pihak vendor diduga melakukan penggelembungan harga atau markup besar-besaran, sementara unit motornya sendiri diketahui belum selesai dirakit.

Pendidikan 13 Jun 2026, 20:20 WIB

Festival Budaya Maritim Unpad 2026: Kreativitas Mahasiswa Angkat Warisan Nusantara

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran menggelar  Festival Budaya Maritim: Jejak Budaya Maritim Warisan Dunia sebagai proyek Ujian Akhir  Semester (UAS).

News 13 Jun 2026, 19:41 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi MBG, Tersangka Kelima Andri Mulyono Pemenang Tender Motor Listrik Mark Up Rp1,1 Triliun!

Tersangka kelima, Andri Mulyono, menjadi sorotan karena berhasil memenangkan tender pengadaan motor listrik senilai kurang lebih Rp 1,1 triliun di BGN.

News 13 Jun 2026, 17:48 WIB

Ketua DPP PSI Grace Natalie: Jokowi Siap Gunakan Jaket PSI Menjadi Ketua Dewan Pembina

Sudah sembuh, Joko Widodo (Jokowi) akan secara resmi menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.

Sport 13 Jun 2026, 17:44 WIB

Antusiasme Tinggi! 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama BTN Jakarta International Marathon 2026

BTN Jakarta International Marathon 2026 sukses digelar! Sebanyak 20.500 pelari meriahkan hari pertama. Cek keseruan event akbar ini!

Metropolitan 13 Jun 2026, 17:32 WIB

Warga Jakarta Merapat! Festival Muharram 2026 Siap Digelar di Taman Bendera Pusaka, Cek Jadwal dan Lineup-nya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mengumumkan akan menggelar Festival Muharram Jakarta 2026 pada pertengahan Juni ini.

Metropolitan 13 Jun 2026, 16:39 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Khusus Malam Ini 6 Lokasi Ikonik di DKI Jakarta akan Mati Lampu

Warga Jakarta siap-siap, sejumlah titik ikonik di Ibu Kota dipastikan bakal gelap gulita malam ini, Sabtu, 13 Juni 2026.

Metropolitan 13 Jun 2026, 16:32 WIB

Catat Ya! Kriteria Pengunjung Jakarta Fair 2026 Ini Gratis, Ada TNI/Polri, Lansia hingga Anak-anak

Ajang pameran dan hiburan terbesar, Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026, telah resmi dimulai sejak 11 Juni hingga 12 Juli mendatang.

Khazanah 13 Jun 2026, 12:51 WIB

Sambut Tahun Baru Islam, Pemprov DKI Jakarta Gelar Festival Muharram 1448 H 14-15 Juni 2026

Festival ini sebagai rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 2026 yang akan digelar di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan.

Jakarta Utara 13 Jun 2026, 12:22 WIB

Cuaca Memburuk dan Diduga Kelebihan Muatan, 26 Penumpang dan 3 Awak KM Sumber Makmur Dievakuasi ke Pulau Panggang

KM Sumber Makmur sempat mengalami kendala saat berlayar di perairan Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Sabtu (13/6) pagi.

Metropolitan 13 Jun 2026, 10:33 WIB

Ramai Keluhan CCTV di Kawasan Bundaran HI Tak Bisa Diakses, Pemprov DKI Sebut Gangguan Ada di Situs Pihak Ketiga

Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi mengenai beberapa titik CCTV di kawasan Bundaran HI yang disebut tidak dapat diakses publik.

Metropolitan 13 Jun 2026, 10:21 WIB

45 Ribu Pelari Ramaikan BTN Jakarta International Marathon 2026, Pramono: Nikmati dan Bergembiralah

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara langsung melepas peserta kategori 5K dan 10K dari kawasan Parkir Timur GBK.

Jakarta Pusat 13 Jun 2026, 08:41 WIB

Segera Terintegrasi KRL, Stasiun Gambir Disiapkan Jadi Simpul Transportasi Modern

Transformasi Stasiun Gambir ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi publik di Ibu Kota.

Jakarta Utara 13 Jun 2026, 07:06 WIB

Siap-siap! Stasiun JIS Siap Layanan Penumpang Bulan Juni Ini

Kehadiran stasiun baru ini diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat, khususnya menuju kawasan JIS dan wilayah Jakarta Utara.

Metropolitan 13 Jun 2026, 06:36 WIB

Besok, CFD Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said Ditiadakan, Ada Jakarta International Marathon 2026

Peniadaan CFD ini dilakukan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan ajang olahraga berskala internasional tersebut.

Metropolitan 13 Jun 2026, 06:17 WIB

Malam Ini! Pemprov DKI Jakarta Gelar Aksi Hemat Energi Ajak Warga Padamkan Lampu Selama 1 Jam Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 sekaligus upaya nyata mengurangi emisi karbon di Ibu Kota.