Umat, Bertaubatlah!

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok/Instagram @basukibtp

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok/Instagram @basukibtp

Bicara umat, persepsi publik langsung tertuju pada umat Islam. Meski agama lain seperti Kristen, Budha dan Hindu  juga menggunakan istilah umat. Namun, karena umat Islam adalah mayoritas, maka istilah umat seringkali dilekatkan dengan umat Islam. 

Dalam konteks politik kekinian, istilah "umat" ini telah diidentikkan dengan komunitas yang saat ini sedang berseberangan dengan Jokowi.

Beberapa tahun ini, kondisi umat secara politik memang kurang menguntungkan. Di Jakarta, umat Islam mayoritas, tapi sempat dipimpin oleh gubernur beda agama. Secara UU itu sah. Tapi secara politik, jika pemimpin tersebut mau mengakomodasi kepentingan umat, masih banyak yang bisa terima. Lepas dari perdebatan teologis dan normatif-religius yang selalu dinamis.

Menjadi persoalan ketika kepentingan umat itu tak terakomodasi. Konsep demokrasi dimana mayoritas mesti memimpin terhadap minoritas akhirnya muncul. Ada persepsi bahwa hanya orang-orang dari kelompok mayoritas lah yang mengerti bagaimana merepresentasikan kepentingan kelompoknya. Tak berarti bahwa demokrasi tak melayani kepentingan kelompok minioritas. Keliru!

Sejak Ahok larang kawasan Monas untuk kegiatan keagamaan, maka Ahok dianggap tak mampu memenuhi kepentingan umat. Ketidakpuasan inilah kemudian melahirkan perlawanan. Puncaknya ketika Ahok kepeleset lidah dan dianggap menista agama. Ahok pun kelar. Kalah dan divonis dua tahun penjara. Uniknya, mantan napi ini kabarnya akan dipromosikan sebagai salah satu anggota Dewan Pengawas KPK.

Memunculkan Ahok sebagai pejabat publik dalam situasi dimana kemarahan umat terhadapnya masih belum sembuh, justru akan memperkuat perlawanan umat kepada pemerintah. 

Jangan-jangan Ahok nanti malah akan mengawasi Ma'ruf Amin. Nah..., Muncul andai-andai. Atau jangan-jangan Ahok sengaja ditugaskan untuk ngawasi Anies yang di Pilgub 2017 telah menghancurkan karirnya. Jadi ajang balas dendam. Opini ini juga kemungkinan besar akan muncul di pikiran umat.

Di dalam persepsi umat, Jokowi terlanjur dianggap berada di belakang Ahok. Suka tidak suka, kedekatan Jokowi-Ahok, terutama ketika keduanya menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI tak bisa dipungkiri. Wajar jika berlarut-larutnya kasus Ahok, dugaan adanya back up Jokowi terhadap Ahok saat Pilgub 2017 dan ditersangkakanya HRS dan Bachtiar Nasir cs mendorong umat mengambil posisi sebagai "rival" Jokowi.

Yang pasti, suasana rivalitas itu semakin tinggi tensinya ketika pilpres 2019. Ada yang bilang: itu rivalitas antara pendukung Prabowo dengan pendukung Jokowi. Salah! Itu rivalitas "umat" dengan Jokowi. Efek berkepanjangan dari kasus Ahok di Pilgub DKI. Prabowo hanya menjadi alat perlawanan "umat" terhadap Jokowi.

Buktinya, Ketika Prabowo gabung ke istana dan menjadi menteri Jokowi, "umat" tetap konsisten untuk berada di seberang Jokowi. Tak ikut gerbong yang dibawa Prabowo. Kalau disebut rekonsiliasi, itu rekonsiliasi Prabowo-Jokowi saja. Tidak ada unsur umat. Ini PR bagi Jokowi bagaimana merangkul umat.

Sayangnya, Jokowi instruksikan ke sejumlah menteri untuk memberantas radikalisme. Khususnya Menkopolhukam dan Menag yang paling atraktif menyuarakan instruksi presiden itu. Siapa yang dimaksud radikalis itu? Umat sangat paham kemana narasi itu ditujukan.

Saat ini, penguasa terlalu kuat untuk ditandingi oleh kekuatan umat. Tidak hanya umat, tapi juga mahasiswa. Kelompok akademisi yang gerakannya di sepanjang sejarah Indonesia biasanya mampu menginspirasi terjadinya transformasi politik saat ini tak bisa berkutik ketika berhadapan dengan pemerintahan Jokowi. Apalagi umat yang jalur komandonya sudah mulai berantakan. 

Akhir-akhir ini kita lihat gerakan umat melemah. Sepertinya cooling down. Mungkinkah sedang melakukan konsolidasi internal? Tak ada yang tahu, kecuali Tuhan dan intelijen.

Dari pengalaman yang selama ini dialami, umat mesti belajar. Apa yang dilakukan umat selama ini banyak yang tidak efektif. Ini terutama terukur di pilpres beberapa bulan lalu. Dukung Prabowo dan kalah. Tidak saja kalah, Prabowo pun meninggalkan umat dan lebih memilih untuk gabung dengan Jokowi. Sakitnya tuh disini.... Kata umat. 

Jelas, kelemahan umat ada pada strateginya dalam perjuangan. Selama ini umat bergerak spontan, sporadis dan zig zag. Tak sistematis dan tak terstruktur dengan rapi. Makanya, ada bahasa populer di kalangan umat: "selalu mendorong mobil mogok". Saatnya umat bertaubat. Bagaimana caranya?

Sebelum dijawab, saya ingin buat analogi. Pesawat yang "dianggap bagus", tapi landingnya di sawah, ya akan meledak. Siapin dulu tempat untuk landing, maka pesawat apapun akan bisa mendarat dengan baik. Banyak pesawat lama, teknologi sudah ketinggalan, bodi gak enak dilihat mata, suara mesinnya merusak gendang telinga, tapi tempat landing sudah disiapkan, mereka mendarat dengan nyaman.

Nah, tempat landing itu tidak berada di alam mimpi, tidak cukup dengan teriakan takbir dan melakukan demo, tapi butuh infrastruktur yang dibangun tahap demi tahap sampai betul-betul siap dan aman untuk mendarat.

Apa maksud analogi ini? Ambil kekuasaan secara legal-konstitusional, dan ini akan jadi tempat landing yang aman dan nyaman bagi umat. Itulah kemenangan. 

Untuk ambil kekuasaan itu butuh rencana yang matang, langkah-langkah strategis, kesabaran untuk kerja jangka panjang, tim yang solid dan SDM yang mumpuni. Oligarki melakukan ini. Bagaimana umat bisa melawan mereka kalau umat tidak melakukan hal yang lebih hebat dari yang oligarki lakukan? Inilah hukum sosial!

Musa nyatanya bisa kalahkan Fir'aun... Masalahnya, umat tak pernah melakukan seperti yang dilakukan Musa dengan semua jerih payah dan persiapannya yang panjang. Sementara oligarki mampu mengumpulkan kekuatan seperti yang pernah dikumpulkan Fir'aun. Ya, pasti merekalah yang menang....

Jika umat ingin menang, siapkan kader dari sekarang. Terutama untuk calon pemimpin. Betul, dari sekarang. Ini jangka pendek. Buat perencanaan yang matang, lakukan langkah-langkah strategis satu step ke step berikutnya. Siapkan tenaga dan kebutuhan logistik yang cukup. Tak kalah pentingnya adalah soliditas dan kemampuan berkolaborasi. Jangan hanya karena gak dikasih panggung dan nhgak dapat posisi di organisasi terus ngambek dan nggak aktif. Ini bukan mental pemenang, tapi pecundang.

Untuk jangka panjang, sediakan SDM yang memiliki integritas dan kompetensi untuk dipersipakan mengurus bangsa ini ke depan. Tentu, sesuai selera umat. Setelah itu, mau takbir sekencang-kencangnya, atau mau teriak syariat Islam, nggak akan ada masalah. Namanya juga penguasa...

 

Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Sport 14 Jun 2026, 15:53 WIB

Ribuan Pelari Mancanegara Meriahkan BTN Jakarta International Marathon 2026

BTN Jakarta International Marathon 2026 sukses digelar dengan lebih dari 45.000 pelari dan partisipasi peserta dari berbagai negara.

Ekonomi 14 Jun 2026, 15:22 WIB

Apa Saja Faktor Eksternal dan Internal yang Memicu Devaluasi Rupiah Saat Ini?

Rupiah melemah ke Rp17.860/USD Juni 2026 akibat faktor global & kebijakan DHE. Head Global Market Maybank I Made Budhi P Artha sebut devaluasi nilai tukar ini lebih berbahaya dari redenominasi.

Ekonomi 14 Jun 2026, 13:53 WIB

Mana yang Lebih Bahaya Saat Rupiah Loyo, Redenominasi atau Devaluasi? Ini Kata Pakar Ekonomi Maybank Indonesia

Juni 2026, Rupiah melemah ke Rp17.985/USD akibat konflik global & penjualan ritel turun 3,7%. Head Global Market Maybank I Made Budhi P Artha sebut devaluasi ini lebih bahaya dibanding redenominasi.

Nasional 14 Jun 2026, 12:43 WIB

Dony Oskaria Sebut Fundamental Ekonomi dan BUMN Jadi Penopang Penguatan IHSG

Danantara menilai penguatan IHSG mencerminkan kepercayaan investor pada fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid.

Teknologi 14 Jun 2026, 11:52 WIB

Manjakan Konten Kreator, Lenovo Hadirkan Dua Seri ThinkBook 16 Inci Terbaru di 2026

Lenovo luncurkan ThinkBook 16p 2026 berbekal RTX 5060 dan layar 3.2K, serta ThinkBook 16 Gen 9 IPL bertenaga Intel Panther Lake. Kedua laptop 16 inci ini dirancang tangguh untuk kreator profesional.

Gadget 14 Jun 2026, 10:41 WIB

Demi Jegal iPhone Fold, Samsung Siap Rilis Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra di 2026

Samsung siap rilis Galaxy Z Fold 8 & Z Fold 8 Ultra pada Juli 2026 demi hadapi iPhone Fold. Versi reguler berlayar lebih lebar, sementara varian Ultra berbodi tipis, baterai 5.000mAh.

Metropolitan 13 Jun 2026, 22:09 WIB

Reservasi Dibuka 16 Juni! Tiket Masuk Ancol Gratis 3 Hari Special HUT ke-499 DKI Jakarta

Reservasi tiket gratis mulai dibuka pada 16 Juni 2026 melalui situs resmi ancol.com.

News 13 Jun 2026, 22:02 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa Soal Pemborosan Program MBG, Bakom RI: Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa efisiensi keuangan negara telah menjadi prioritas utama Prabowo sejak awal menjabat.

News 13 Jun 2026, 21:08 WIB

Gejayan Memanggil! Giliran Massa di Jogja Gelar Aksi Susul Demo BEM UI di Jakarta

Setelah aksi mahasiswa memadati kawasan Thamrin, Jakarta pada Jumat kemarin, kini giliran massa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Memanggil menggelar demo di pertigaan Gejayan, Sabtu, 13 Juni 2026.

Metropolitan 13 Jun 2026, 20:42 WIB

Komnas PA DKI Jakarta: Aksi Perundungan Bocah hingga Kesetrum di Senen Tindakan Kriminal

Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, menegaskan bahwa aksi kekerasan tersebut sudah masuk dalam kategori tindakan kriminal.

News 13 Jun 2026, 20:29 WIB

Kejagung Bongkar Korupsi Motor Listrik BGN: Vendor 'Nakal' Mark Up Harga, Padahal Barang Belum Dirakit

Dalam temuan terbaru, pihak vendor diduga melakukan penggelembungan harga atau markup besar-besaran, sementara unit motornya sendiri diketahui belum selesai dirakit.

Pendidikan 13 Jun 2026, 20:20 WIB

Festival Budaya Maritim Unpad 2026: Kreativitas Mahasiswa Angkat Warisan Nusantara

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran menggelar  Festival Budaya Maritim: Jejak Budaya Maritim Warisan Dunia sebagai proyek Ujian Akhir  Semester (UAS).

News 13 Jun 2026, 19:41 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi MBG, Tersangka Kelima Andri Mulyono Pemenang Tender Motor Listrik Mark Up Rp1,1 Triliun!

Tersangka kelima, Andri Mulyono, menjadi sorotan karena berhasil memenangkan tender pengadaan motor listrik senilai kurang lebih Rp 1,1 triliun di BGN.

News 13 Jun 2026, 17:48 WIB

Ketua DPP PSI Grace Natalie: Jokowi Siap Gunakan Jaket PSI Menjadi Ketua Dewan Pembina

Sudah sembuh, Joko Widodo (Jokowi) akan secara resmi menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.

Sport 13 Jun 2026, 17:44 WIB

Antusiasme Tinggi! 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama BTN Jakarta International Marathon 2026

BTN Jakarta International Marathon 2026 sukses digelar! Sebanyak 20.500 pelari meriahkan hari pertama. Cek keseruan event akbar ini!

Metropolitan 13 Jun 2026, 17:32 WIB

Warga Jakarta Merapat! Festival Muharram 2026 Siap Digelar di Taman Bendera Pusaka, Cek Jadwal dan Lineup-nya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mengumumkan akan menggelar Festival Muharram Jakarta 2026 pada pertengahan Juni ini.

Metropolitan 13 Jun 2026, 16:39 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Khusus Malam Ini 6 Lokasi Ikonik di DKI Jakarta akan Mati Lampu

Warga Jakarta siap-siap, sejumlah titik ikonik di Ibu Kota dipastikan bakal gelap gulita malam ini, Sabtu, 13 Juni 2026.

Metropolitan 13 Jun 2026, 16:32 WIB

Catat Ya! Kriteria Pengunjung Jakarta Fair 2026 Ini Gratis, Ada TNI/Polri, Lansia hingga Anak-anak

Ajang pameran dan hiburan terbesar, Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026, telah resmi dimulai sejak 11 Juni hingga 12 Juli mendatang.

Khazanah 13 Jun 2026, 12:51 WIB

Sambut Tahun Baru Islam, Pemprov DKI Jakarta Gelar Festival Muharram 1448 H 14-15 Juni 2026

Festival ini sebagai rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 2026 yang akan digelar di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan.

Jakarta Utara 13 Jun 2026, 12:22 WIB

Cuaca Memburuk dan Diduga Kelebihan Muatan, 26 Penumpang dan 3 Awak KM Sumber Makmur Dievakuasi ke Pulau Panggang

KM Sumber Makmur sempat mengalami kendala saat berlayar di perairan Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Sabtu (13/6) pagi.