Kapitalisme Penyebab Rakyat Dianaktirikan

Ilustrasi

Ilustrasi

Lebih menyayangi anak orang, anak kandung ditelantarkan. Nampaknya itulah kiasan yang tepat disematkan pada pemerintah saat ini. Rakyat sendiri yang semestinya mendapat kasih sayang, perhatian dan pengurusan yang cukup dari pemimpinnya, justru kini harus rela dianaktirikan mendapati kenyataan pemerintah lebih memberi dukungan kepada para pengusaha asing ketika terjadi pertarungan di arena bisnis dan pencarian penghidupan di negeri sendiri.

Kasus yang terjadi di Wilayah Majalaya Kabupaten Bandung menjadi salah satu contoh getir dari maraknya fakta baik skala lokal maupun nasional yang disebabkan ketidakberpihakan para pemangku jabatan di negeri Zamrud Khatulistiwa ini pada rakyat yang semestinya menjadi asuhannya. Sebagai bagian dari anak negeri ketika membaca salah satu berita di laman daring www.ayobandung.com tertanggal 26 Mei 2019 miris rasanya hati ini. Tajuk berita berjudul Tergulung Impor Cina, Sarung Majalaya Tak lagi Marema Saat Lebaran memperjelas fakta betapa kini masyarakat merasakan beratnya persaingan yang tidak seimbang pada saat berlomba di tengah percaturan bisnisnya.

Jika tahun-tahun lalu Ramadan menjadi salah satu momen bagi para perajin lokal Majalaya mendapat omset pesanan sarung –sebagai ciri khasnya- melimpah, saat ini tak mereka rasakan lagi. Istilah marema yang dulu dikecap nikmat oleh para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tak lagi terjadi. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Agus Ruslan, salah seorang pengusaha tekstil Majalaya “Biasanya saat Ramadan seperti sekarang, kami sangat sibuk menerima pesanan,” Hal itu dikarenakan banyak produk impor sarung dari Cina yang dijual murah di pasaran, sehingga sarung khas made in Majalaya menjadi tergulung oleh produk impor. (Minggu, 26 Mei 2019, www.ayobandung.com)

Lebih jauh ada sebentuk kekhawatiran di masyarakat terkait dengan menderasnya produk impor Cina di pasar dalam negeri, bahwa para karyawan di beberapa perusahaan tekstil di Jawa Barat khususnya terancam mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena bisnis yang terus merosot. Dilansir oleh TribunPekanbaru.com bahwa kondisi perusahaan tekstil di Jabar saat ini tengah mengalami persoalan serius, seperti yang dituturkan oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi SPSI Kabupaten Bandung yang juga Anggota Dewan Pengupahan Mulyana, “Setelah hari raya, kami semua khawatir dengan keberlangsungan usaha ini bagaimana. Nanti akan ada pengurangan produksi lagi sampai merumahkan nggak,” (TribunPekanbaru.com, Kamis, 30 Mei 2019).

Mulyana menambahkan saat ini yang paling berat harus dihadapi pengusaha tekstil adalah produk tekstil impor yang membanjiri Indonesia dan menjadikan para pengusaha tekstil mengurangi produksi, “Hampir semua perusahaan tekstil di Kabupaten Bandung mengalami penurunan. Beberapa malah sudah merumahkan karyawan seperti Naga Sakti, Alena Tex, Rama Tex, dan lainnya.” Ujarnya.

Sangat disayangkan pengurusan dan limpahan kasih sayang yang diharap oleh masyarakat dari pemimpinnya tak dirasa kini. Disebabkan liberalisasi ekonomi yang tengah dijalankan oleh pemerintah saat ini “mengharuskan” mereka untuk memberi keleluasaan bagi para pelaku bisnis asing masuk dan bermain di dunia bisnis dalam negeri. Kedok penjajahan ekonomi berupa investasi asing menjadi tak terelakkan. Ditambah dengan kenyataan bahwa dukungan berupa Undang-Undang bermuatan liberal yang sangat pro terhadap asing mengakibatkan produk lokal wajib bersiap untuk bersaing secara tak seimbang dengan para raksasa bisnis dari luar negeri. Hal ini akan berujung pada matinya usaha lokal dan PHK menjadi salah satu jalan keluar yang tak dapat terhindarkan. Lagi-lagi masyarakat sendirilah yang menjadi korban.

Hal di atas terjadi karena yang dianut oleh pemerintah saat ini adalah sistem kapitalisme yang mendewakan harta di atas segalanya. Ditambah dengan iklim sekuler sebagai nafas dari sistem kapitalisme yang menyebabkan para punggawa negeri dari level teratas hingga level bawah mengesampingkan aturan agama untuk mengurusi rakyat yang semestinya mereka jaga, sayangi, dan urusi segala hajatnya.

Tidak demikian dengan Islam. Sebagai agama yang paripurna Islam memiliki panduan betapa seorang pemimpin adalah rain (pengurus) bagi setiap diri rakyat yang ada di bawahnya. Ia bertanggung jawab secara penuh terhadap setiap urusan masyarakat dan akan merasa takut jika tak mampu secara adil dan amanah dalam memberi pengurusan tersebut.

Terkait dengan sistem perekonomian, Islam memiliki panduan yang luar biasa lengkap ketika dikaji dan diadopsi dari aturan Alkhaliq yakni Alquran dan Assunnah. Nidzamul Iqtishadi (sistem perekonomian) dalam Islam mengharuskan seorang kepala pemerintahan yakni khalifah memberi dukungan penuh terhadap setiap pelaku usaha dalam negeri (khilafah Islamiyah) khususnya dari sisi kebijakan dan Undang-Undang. Negara akan mensuport penuh para pengusaha untuk memajukan industri sehingga dapat menghasilkan barang berkualitas yang mampu bersaing di pasar insternasional. Negara juga tidak akan sembarangan melakukan impor barang-barang khususnya yang masih mampu diproduksi di dalam negeri atau jika pun dibutuhkan akan membatasinya sehingga tidak akan sampai mematikan usaha masyarakat.

Jika telah jelas bahwa carut marut kondisi ekonomi di negeri ini dan fakta dianaktirikannya rakyat adalah diakibatkan oleh dipeluknya ideologi kapitalisme oleh pemerintah. Tentu kita semua tak ingin kondisi buruk ini terus berlangsung. Kita membutuhkan ideologi lain yang jelas-jelas telah terbukti berhasil mensejahterakan dan memberi ruang keadilan di masyarakat dalam hamparan sejarah di masa lalu. Bukan juga ideologi sosialis komunis yang nyata telah gagal dan ditegakkan dengan kondisi yang demikian berdarah-darah. Maka hanya Islamlah satu-satunya solusi kehidupan, yang jika diterapkan secara sempurna (kaffah) mengikuti apa yang diwasiatkan oleh Baginda Junjungan umat Rasulullah Muhammad Saw, dicontohkan secara gemilang oleh khulafaur rasyidin dan diteruskan oleh para khalifah yang menjalankan roda pemerintahan dalam naungan institusi Daulah Khilafah Rasyidah kebahagiaan dan keberkahan hidup niscaya akan dapat diraih.

Wallahu a’lam bi ash-shawab

Yuliyati Sambas, S.Pt.
Member Akademi Menulis Kreatif Regional Bandung

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 13 Jun 2026, 22:09 WIB

Reservasi Dibuka 16 Juni! Tiket Masuk Ancol Gratis 3 Hari Special HUT ke-499 DKI Jakarta

Reservasi tiket gratis mulai dibuka pada 16 Juni 2026 melalui situs resmi ancol.com.

News 13 Jun 2026, 22:02 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa Soal Pemborosan Program MBG, Bakom RI: Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa efisiensi keuangan negara telah menjadi prioritas utama Prabowo sejak awal menjabat.

News 13 Jun 2026, 21:08 WIB

Gejayan Memanggil! Giliran Massa di Jogja Gelar Aksi Susul Demo BEM UI di Jakarta

Setelah aksi mahasiswa memadati kawasan Thamrin, Jakarta pada Jumat kemarin, kini giliran massa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Memanggil menggelar demo di pertigaan Gejayan, Sabtu, 13 Juni 2026.

Metropolitan 13 Jun 2026, 20:42 WIB

Komnas PA DKI Jakarta: Aksi Perundungan Bocah hingga Kesetrum di Senen Tindakan Kriminal

Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, menegaskan bahwa aksi kekerasan tersebut sudah masuk dalam kategori tindakan kriminal.

News 13 Jun 2026, 20:29 WIB

Kejagung Bongkar Korupsi Motor Listrik BGN: Vendor 'Nakal' Mark Up Harga, Padahal Barang Belum Dirakit

Dalam temuan terbaru, pihak vendor diduga melakukan penggelembungan harga atau markup besar-besaran, sementara unit motornya sendiri diketahui belum selesai dirakit.

Pendidikan 13 Jun 2026, 20:20 WIB

Festival Budaya Maritim Unpad 2026: Kreativitas Mahasiswa Angkat Warisan Nusantara

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran menggelar  Festival Budaya Maritim: Jejak Budaya Maritim Warisan Dunia sebagai proyek Ujian Akhir  Semester (UAS).

News 13 Jun 2026, 19:41 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi MBG, Tersangka Kelima Andri Mulyono Pemenang Tender Motor Listrik Mark Up Rp1,1 Triliun!

Tersangka kelima, Andri Mulyono, menjadi sorotan karena berhasil memenangkan tender pengadaan motor listrik senilai kurang lebih Rp 1,1 triliun di BGN.

News 13 Jun 2026, 17:48 WIB

Ketua DPP PSI Grace Natalie: Jokowi Siap Gunakan Jaket PSI Menjadi Ketua Dewan Pembina

Sudah sembuh, Joko Widodo (Jokowi) akan secara resmi menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.

Sport 13 Jun 2026, 17:44 WIB

Antusiasme Tinggi! 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama BTN Jakarta International Marathon 2026

BTN Jakarta International Marathon 2026 sukses digelar! Sebanyak 20.500 pelari meriahkan hari pertama. Cek keseruan event akbar ini!

Metropolitan 13 Jun 2026, 17:32 WIB

Warga Jakarta Merapat! Festival Muharram 2026 Siap Digelar di Taman Bendera Pusaka, Cek Jadwal dan Lineup-nya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mengumumkan akan menggelar Festival Muharram Jakarta 2026 pada pertengahan Juni ini.

Metropolitan 13 Jun 2026, 16:39 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Khusus Malam Ini 6 Lokasi Ikonik di DKI Jakarta akan Mati Lampu

Warga Jakarta siap-siap, sejumlah titik ikonik di Ibu Kota dipastikan bakal gelap gulita malam ini, Sabtu, 13 Juni 2026.

Metropolitan 13 Jun 2026, 16:32 WIB

Catat Ya! Kriteria Pengunjung Jakarta Fair 2026 Ini Gratis, Ada TNI/Polri, Lansia hingga Anak-anak

Ajang pameran dan hiburan terbesar, Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026, telah resmi dimulai sejak 11 Juni hingga 12 Juli mendatang.

Khazanah 13 Jun 2026, 12:51 WIB

Sambut Tahun Baru Islam, Pemprov DKI Jakarta Gelar Festival Muharram 1448 H 14-15 Juni 2026

Festival ini sebagai rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 2026 yang akan digelar di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan.

Jakarta Utara 13 Jun 2026, 12:22 WIB

Cuaca Memburuk dan Diduga Kelebihan Muatan, 26 Penumpang dan 3 Awak KM Sumber Makmur Dievakuasi ke Pulau Panggang

KM Sumber Makmur sempat mengalami kendala saat berlayar di perairan Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Sabtu (13/6) pagi.

Metropolitan 13 Jun 2026, 10:33 WIB

Ramai Keluhan CCTV di Kawasan Bundaran HI Tak Bisa Diakses, Pemprov DKI Sebut Gangguan Ada di Situs Pihak Ketiga

Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi mengenai beberapa titik CCTV di kawasan Bundaran HI yang disebut tidak dapat diakses publik.

Metropolitan 13 Jun 2026, 10:21 WIB

45 Ribu Pelari Ramaikan BTN Jakarta International Marathon 2026, Pramono: Nikmati dan Bergembiralah

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara langsung melepas peserta kategori 5K dan 10K dari kawasan Parkir Timur GBK.

Jakarta Pusat 13 Jun 2026, 08:41 WIB

Segera Terintegrasi KRL, Stasiun Gambir Disiapkan Jadi Simpul Transportasi Modern

Transformasi Stasiun Gambir ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi publik di Ibu Kota.

Jakarta Utara 13 Jun 2026, 07:06 WIB

Siap-siap! Stasiun JIS Siap Layanan Penumpang Bulan Juni Ini

Kehadiran stasiun baru ini diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat, khususnya menuju kawasan JIS dan wilayah Jakarta Utara.

Metropolitan 13 Jun 2026, 06:36 WIB

Besok, CFD Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said Ditiadakan, Ada Jakarta International Marathon 2026

Peniadaan CFD ini dilakukan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan ajang olahraga berskala internasional tersebut.

Metropolitan 13 Jun 2026, 06:17 WIB

Malam Ini! Pemprov DKI Jakarta Gelar Aksi Hemat Energi Ajak Warga Padamkan Lampu Selama 1 Jam Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 sekaligus upaya nyata mengurangi emisi karbon di Ibu Kota.