AYOJAKARTA.COM - Nama Prada Mochamad Indra Wijaya alias Prada Indra menjadi perbincangan hangat masyarakat.
Salah anggota Komando Operasi Udara (Koopsud) III, Prada Indra itu meninggal dunia di Biak, Papua.
Atasannya mengklaim penyebab wafat Prada Indra adalah karena kelelahan dan dehidrasi saat berolahraga.
Jenazah Indra tiba di rumah duka di Karawaci, Tangerang Kota, Banten, pada Sabtu (19/1/2022) pukul 19.00 WIB.
Baca Juga: Alyssa Soebandono Tampak Kurus dan Pucat, Ternyata Ini Penyebabnya, Dude Herlino Baru Tahu
Sebelumnya jenazah Prada Indra telah diterbangkan dari Biak, Papua menggunakan pesawat komersil.
Namun setibanya jenazah di rumah duka, pihak keluarga Prada Indra justru menemukan kejanggalan.
Salah satunya yaitu ketika melihat kondisi jenazah yang berdarah dan ada luka lebam di bagian tubuhnya.
Melansir dari suara.com, pihak keluarga sempat menanyakan perihal luka dan darah di tubuh korban.
Namun, Mayor Adm Triyanto sebagai perwakilan yang mengantarkan jenazah tersebut mengaku tidak mengetahui kronologi secara detail.
Baca Juga: Reaksi Tak Wajar Mayor Adm Triyanto Saat Keluarga Minta Jenazah Prada Indra Diautopsi: Maaf...
"Kita bertanya-tanya, ini kenapa? Beliau (Mayor Adm Triyanto) dengan satu kata bilang 'maaf ibu bapak saya tidak mengetahui jelas kronologisnya saya hanya disuruh atasan saya mendampingi korban untuk keberangkatan ke sini' jadi dia hanya itu," terang keluarga Prada Indra.
Saat itu pihak keluarga melihat kondisi wajah Indra yang dipenuhi kapas dan sudah ada rembesan darah.
Bahkan pihak keluarga juga mempertanyakan benarkah Prada Indra meninggal karena sakit?
"Posisinya itu kapasnya banyak di bagian muka. Kondisinya itu (kapas) udah merah darah, dan kayaknya udah merembes ke kapasnya ya jadi kena kafan juga. Kita nanya, apa ini benar-benar sakit?" ungkap keluarga korban.
Baca Juga: Janggalnya Kematian Prada Indra: Bolehkan Keluarga Buka Peti Jenazah namun Tidak Dikasih Kuncinya
"Tapi kan posisinya itu ya badannya itu lebam, bagian dada lebam, terus bagian bawah dada itu kayak ada goresan tapi saya nggak tahu ya goresannya ini apa masih diteliti," lanjut pihak keluarga Indra.
Karena ada kecurigaan itulah, kemudian pihak keluarga Prada Indra meminta izin untuk melakukan autopsi.
Namun reaksi Mayor Adm Triyanto justru tidak wajar seperti ketakutan.
"Jadi dari pihak bapak Mayor itu di saat kami mau melakukan autopsi, dia juga kayak panik gitu 'wah maaf ini saya harus laporan ke atasan saya dulu, gini, gini, gini'," tutur keluarga Indra dengan heran.***

Share this article
Namun setibanya jenazah di rumah duka, salah satunya ketika melihat kondisi jenazah yang berdarah dan ada luka lebam di bagian tubuhnya.