AYOJAKARTA.COM -- Tanggal 13 Oktober memperingati hari yang berkaitan dengan wanita. Bukan jorok, peringatan ini justru memiliki kesan tersendiri.
Hari ini, pengguna media sosial TikTok ramai membuat konten terkait peringatan tanggal 13 Oktober.
Berbagai macam video telah dibuat di platform tersebut seraya mengkampanyekan peringatan hari ini.
Baca Juga: Irjen Teddy Minahasa Agama-Istri, Ini Profil-Biodata Kapolda Jatim yang Baru
Tidak hanya di TikTok, di halaman Google juga peringatan 13 Oktober banyak dicari oleh pengguna.
Terlihat dari penggunaan kata kunci di Google Trends per satu hari ke belakang, soal peringatan di tanggal 13 Oktober berstatus pesat yang artinya sangat banyak dicari oleh pengguna.
Lantas, ada hari apa di tanggal 13 Oktober 2022?
Baca Juga: Siapa Irjen Teddy Minahasa? Jadi Kapolda Jatim Gantikan Irjen Nico Afinta, Bongkar Judi Online 303
Berikut ulasannya seperti yang ditulis AyoSemarang.com dalam artikel "13 Oktober Hari Peringatan Apa? Memperingati Hari Tanpa Bra atau No Bra Day 2022".
Peringatan di Tanggal 13 Oktober
13 Oktober adalah Hari Tanpa Bra No Bra Day. Artinya pada tanggal tersebut, masyarakat dunia, tak terkecuali di Indonesia memperingati Hari Tanpa Bra.
No Bra Day tak melulu gerakan vulgar dan mempertontonkan bagian kemaluan wanita, namun ada makna mendalam tentang kesehatan lebih dari itu.
Baca Juga: Ternyata Ini Arti Tanda Lingkaran Putus di WhatsApp
Hari Tanpa Bra adalah hari di mana bertujuan untuk meningkatkan awareness atau kesadaran laki-laki dan wanita tentang kanker payudara.
Sebab, kanker payudara ternyata bisa diidap baik laki-laki maupun wanita.
Seperti diketahui bahwa kanker adalah salah satu penyakit yang paling ganas hingga saat ini, sehingga rasa menumbuhkan kesadaran harus dilakukan tiap orang.
No Bra Day sebenarnya tak memiliki sejarah yang jelas atau tidak ada referensi khusus terkait hal itu.
Namun merujuk sejumlah sumber, No Bra Day merujuk pada peristiwa 9 Juli 2011 dan 19 Oktober 2011.
Penggagas Hari Tanpa Bra ini seorang dokter bedah bernama Mitchell Brown yang bertempat di Toronto. Ia menggagas BRA, singkatan dari Breast Reconstruction Awareness (BRA) Day. Pencetusan istilah itu bertujuan untuk mengedukasi perempuan yang terpaksa harus menghadapi mastektomi.
Selain itu, ada seseorang yang sampai kini diketahui nama samarannya Anastasia Donuts menyusun Hari Tanpa Bra Nasional di sebuah situs web. Sejak saat itu, sejumlah aktivis ikut menaikkan tagar #nobraday.
Sejak ramai dinaikkan oleh aktivis, gerakan itu pun menarik perhatian dunia. Singkat cerita, dipilihlah tanggal 13 Oktober sebagai No Bra Day.
Dari AS dan Kanada, gerakan ini menyebar ke penjuru negeri Eropa dan Asia. Bahkan pada 2014, tercatat sudah 30 negara di dunia ikut merayakan Hari Tanpa Bra.
Baca Juga: Merthy Kushandayani, Istri Irjen Teddy Minahasa yang Punya Gelar Puti Sibadayu
Ini bukan kegiatan jorok untuk pamer payudara. Tujuan No Bra Day adalah untuk mengajak perempuan tidak memakai bra sebagai bentuk kepedulian kepada para penyintas kanker payudara yang tak bisa keluar rumah tanpa bra, guna menahan payudara buatan setelah menjalani operasi pengangkatan payudara.
Dengan kegiatan ini, diharapkan para perempuan dapat menyadari bahaya kanker payudara.
Sehingga harapannya dapat mencegah diri dari penyakit tersebut. Selain itu, tindakan toleransi kepada penyintas kanker payudara ini diharapkan dapat meningkatkan rasa persaudaraan.
Sebagai informasi tambahan, kanker payudara dapat dideteksi sejak dini. Sebagai perempuan, kitalah yang sebaiknya peka terhadap tubuh sendiri dan melakukan pemeriksaan secara berkala supaya terhindar dari kanker payudara.
Baca Juga: Syarat Pendaftaran PPPK Guru 2022, Simak Dokumen yang Wajib Diunggah di Sini!
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang masih bisa diobati bila ditemukan sejak dini dan dilakukan penanganan.
Oleh karena itu, untuk memperingati No Bra Day, bisa melakukan pemeriksaan payudara sendiri untuk mendeteksi tubuh. Bisa pula melihat adakah perubahan atau ditemukan benjolan atau tidak pada payudara.
Pemeriksaan dilakukan untuk melihat perubahan atau pembengkakan pada puting. Waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan adalah 7-10 hari setelah menstruasi.*** (Akbar Hari Mukti/AyoSemarang.com)

Share this article
Tanggal 13 Oktober memperingati hari yang berkaitan dengan wanita. Bukan jorok, peringatan ini justru memiliki kesan tersendiri.