AYOINDONESIA.COM-- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa (SALAKHA) terkait kerja sama pembentukan Tim Tanggap Darurat Banjir di wilayah Jabodetabek.
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyampaikan bahwa MoU ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi strategis antara PHI dan SALAKHA untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam tanggap darurat bencana, terutama banjir sekaligus mempertegas komitmen perusahaan terhadap aspek sosial dan lingkungan.
“Kami meyakini bahwa kesiapsiagaan serta respons yang terstruktur terhadap potensi bencana banjir oleh perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya merupakan elemen krusial dalam pengelolaan risiko bencana," katanya dikutip Jumat, 9 Januari 2026.
Menurut Sunaryanto, Perusahaan akan terus mendorong kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun kapasitas dalam tanggap bencana ini. Dia berharap inisiatif ini mampu memperkuat kapasitas internal perusahaan dalam menghadapi situasi darurat.
Baca Juga: Belum Berakhir, Banjir Kembali Terjang 10 Kecamatan di Wilayah Aceh Timur 1.191 Keluarga Terdampak
“Melalui kolaborasi ini, PHI dan Yayasan SALAKHA bersinergi untuk membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang terstruktur dan berkelanjutan berbasis penguatan kapasitas,” imbuhnya.
Ketua Yayasan SALAKHA, Baharudin Rahman menyampaikan komitmennya untuk memberikan arahan, pendampingan, serta program pelatihan secara bertahap yang dilengkapi dengan sertifikasi bagi para relawan PHI.
“MoU ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kesiapan tim dalam menghadapi situasi darurat banjir," ujarnya.
Karenanya, lanjut dia, kolaborasi yang terbentuk menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan banjir melalui pendekatan preventif serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik di lingkungan perusahaan maupun masyarakat.
Sebagai informasi, Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa (SALAKHA) merupakan yayasan yang berfokus pada pelestarian lingkungan melalui pengembangan berbagai program yang mendorong praktik ramah lingkungan.
SALAKHA menempatkan pelibatan masyarakat sebagai fokus utama dalam penerapan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Share this article
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa (SALAKHA) terkait kerja sama pembentukan Tim Tanggap D