AYOJAKARTA.COM - Pembangunan tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di pesisir Jakarta Utara sebagai upaya untuk mengendalikan banjir rob maupun banjir daratan diketahui dilakukan oleh Pemprov DKI bersama DPRD dan pemerintah pusat.
Pembangunan NCICD ini pun mendapat respons positif dari anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan yang optimis pembangunan akan dilakukan secara maksimal untuk mendukung pengendalian banjir di tahun 2029.
“Kami optimistis. Dengan komitmen pemerintah daerah bersama DPRD, normalisasi sungai, kali, serta pembangunan tanggul pesisir akan dimaksimalkan agar banjir di Jakarta dapat dikendalikan dengan baik,” ujar Judistira, Selasa (6/1).
Lebih lanjut ia menyebutkan, pembangunan tanggul NCICD merupakan penugasan bersama antara Pemprov DKI dan pemerintah pusat.
Dari total panjang tanggul yang direncanakan, sebagian menjadi tanggung jawab Pemprov DKI dan lainnya dikerjakan pemerintah pusat.
Walaupun di akhir tahun 2025 sempat ramai tanggul bocor hingga menggenangi pemukiman warga, namun hal tersebut dapat ditangani Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas SDA DKI sebagai langkah darurat.
“Komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menyelesaikan sekitar 16 kilometer tanggul itu sudah jelas. DPRD DKI Jakarta juga mendukung penuh agar penanganan banjir rob di pesisir Jakarta benar-benar tertangani,” katanya.
Baca Juga: Perkuat Layanan Private, BRI Visa Infinite Tawarkan Beragam Benefit Premium Terbaru
Pembangunan Tanggul NCICD
Sebagai informasi, pembangunan tanggul pengaman pantai di Ancol Barat (segmen bagian dari NCICD) telah mencapai sekitar 95,32 % dan memasuki tahap akhir konstruksi.
Selainjutnya pembangunan NCICD dilanjutkan di beberapa titik pesisir vital yakni
- Pluit direncanakan 530 m di 2026
- Muara Angke direncanakan 350 m lanjutan
- Kali Lencong direncanakan 750 m lanjutan
Rencana anggaran dan pekerjaan untuk tahun 2026 yang sudah dialokasikan oleh Pemprov DKI Jakarta.***

Share this article
Pembangunan tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di pesisir Jakarta Utara sebagai upaya untuk mengendalikan banjir rob maupun banjir daratan